Ecobiz.asia — Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyusun baseline emisi gas rumah kaca (GRK) dari ekosistem lamun sebagai langkah memperkuat tata kelola karbon biru nasional serta kontribusi sektor kelautan dalam pengendalian perubahan iklim.
Baseline tersebut disepakati melalui Workshop Teknis Penyepakatan Baseline GRK Lamun dan Tata Kelola Data Emisi Sektor Kelautan dan Perikanan yang digelar di Jakarta baru-baru ini dengan melibatkan kementerian dan lembaga, akademisi, serta mitra terkait.
Direktur Jenderal Pengelolaan Kelautan KKP, Koswara, mengatakan penetapan baseline emisi lamun menjadi fondasi awal untuk memperkuat pengelolaan karbon biru nasional.
“Data tersebut akan menjadi dasar ilmiah dalam mengukur kontribusi ekosistem pesisir dalam menyerap maupun melepaskan emisi gas rumah kaca sekaligus mendukung perumusan kebijakan mitigasi perubahan iklim di sektor kelautan dan perikanan,” ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (12/3/2026).
Ekosistem lamun merupakan salah satu komponen penting ekosistem pesisir yang memiliki kemampuan menyerap dan menyimpan karbon dalam jumlah besar. Bersama mangrove dan terumbu karang, ekosistem ini menjadi bagian dari solusi berbasis alam atau karbon biru untuk mitigasi perubahan iklim.
Penetapan baseline emisi dilakukan untuk mengetahui kondisi awal cadangan karbon serta potensi emisi yang timbul akibat perubahan atau gangguan terhadap ekosistem lamun. Informasi tersebut menjadi dasar penyusunan skenario penurunan emisi sekaligus penguatan kebijakan pengelolaan ekosistem pesisir secara berkelanjutan.
Workshop tersebut juga menekankan pentingnya penguatan sistem data emisi sektor kelautan yang terintegrasi guna mendukung pelaporan, pemantauan, dan evaluasi kontribusi sektor kelautan secara transparan dan akuntabel.
Direktur Konservasi Ekosistem KKP, Firdaus Agung, mengatakan penguatan metodologi dan tata kelola data emisi sektor kelautan menjadi elemen penting dalam mendukung pembangunan kelautan berkelanjutan.
“Metodologi penetapan baseline emisi lamun diharapkan dapat memperkuat sistem data emisi sektor kelautan dan perikanan agar lebih terintegrasi dan kredibel,” katanya.
Sementara itu, pakar perubahan iklim dari IPB University, Rizaldi Boer, menilai pendekatan ilmiah dalam penetapan baseline emisi lamun penting untuk memastikan kontribusi sektor kelautan terhadap pengendalian perubahan iklim dapat diukur secara akurat. ***




