Kemenhut Luncurkan Program Ramah Hewan, Sediakan 10 Titik “Tempat Traktir Kucing”

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia — Kementerian Kehutanan (Kemenhut) meluncurkan program “Kemenhut Ramah Hewan” dengan menyediakan 10 titik “Tempat Traktir Kucing” di lingkungan kompleks Kemenhut Manggala Wanabakti Jakarta, sebagai bagian dari upaya pengelolaan kucing liar yang lebih tertib sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap kesejahteraan satwa.

Program tersebut diresmikan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni didampingi Sekretaris Jenderal Kemenhut Mahfudz, Kamis (12/3/2026). Peluncuran program juga dirangkaikan dengan kegiatan sterilisasi, trap–neuter–release (TNR), serta vaksinasi rabies bagi kucing liar di lingkungan kantor Kemenhut.

Raja Juli mengatakan kepedulian terhadap satwa dapat dimulai dari langkah sederhana di lingkungan kerja.

Read also:  Agincourt Resources Pertahankan Investasi Pendidikan Rp5,29 Miliar di Tengah Pemulihan Operasi

“Jika kita ingin berbicara tentang melindungi satwa dan lingkungan, maka kita bisa memulainya dari tempat kita sendiri, termasuk di lingkungan Kementerian Kehutanan,” ujarnya.

Sebanyak 10 titik tempat pemberian pakan telah dipetakan di beberapa area yang menjadi lokasi berkumpulnya kucing di kompleks perkantoran Kemenhut. Fasilitas tersebut disiapkan untuk menata aktivitas pemberian pakan agar lebih terarah sekaligus menjaga kebersihan lingkungan.

Selain itu, kegiatan juga menghadirkan layanan sterilisasi gratis untuk 100 kucing jantan serta vaksinasi rabies bagi 100 kucing. Program ini bertujuan mengendalikan populasi kucing liar secara bertanggung jawab sekaligus menjaga kesehatan satwa dan lingkungan sekitar.

Read also:  MedcoEnergi Salurkan Bantuan Logistik bagi Masyarakat Terdampak Gempa NTT

Raja Juli menambahkan program “Kemenhut Ramah Hewan” diharapkan dapat menjadi contoh bagi instansi pemerintah lainnya dalam menciptakan lingkungan kerja yang bersih, nyaman, sekaligus ramah terhadap satwa.

Ia juga akan mendorong unit pelaksana teknis Kemenhut di berbagai daerah untuk mengadopsi langkah serupa dalam mengelola keberadaan satwa liar di lingkungan kantor secara lebih bertanggung jawab.

Read also:  Gerak Hijau 2026 Dorong Kolaborasi Pemerintah, Dunia Usaha dan Masyarakat, ANTAM Pamerkan Capaian Dekarbonisasi

Pelaksanaan program dilakukan bekerja sama dengan anggota DPRD DKI Jakarta Francine Widjaja, komunitas pecinta hewan, tenaga medis hewan, serta pegawai Kementerian Kehutanan.

Francine mengapresiasi inisiatif Kemenhut yang dinilai sejalan dengan program Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam meningkatkan kesejahteraan hewan.

Menurutnya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menargetkan sterilisasi sekitar 22.000 kucing di Jakarta pada tahun ini. DPRD juga mendorong penambahan puskesmas hewan serta pembangunan rumah sakit hewan yang direncanakan beroperasi di kawasan Ragunan, Jakarta Selatan. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Ahmad Yani Terpilih sebagai Ketua API, Fokus Dorong Pengembangan Panas Bumi

Ecobiz.asia — Direktur Utama PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE), Ahmad Yani, terpilih sebagai Ketua Umum Asosiasi Panas Bumi Indonesia (API)/Indonesian Geothermal Association (INAGA)...

MedcoEnergi Salurkan Bantuan Logistik bagi Masyarakat Terdampak Gempa NTT

Ecobiz.asia -- PT Medco Energi Internasional Tbk (MedcoEnergi) menyalurkan bantuan kemanusiaan berupa kebutuhan logistik dan kebutuhan dasar bagi masyarakat terdampak gempa bumi bermagnitudo 7,7...

Agincourt Resources Pertahankan Investasi Pendidikan Rp5,29 Miliar di Tengah Pemulihan Operasi

Ecobiz.asia -- PT Agincourt Resources (PTAR) tetap mempertahankan komitmennya dalam pengembangan sumber daya manusia melalui Program Beasiswa Martabe Prestasi 2026, meski perusahaan masih berada...

Gerak Hijau 2026 Dorong Kolaborasi Pemerintah, Dunia Usaha dan Masyarakat, ANTAM Pamerkan Capaian Dekarbonisasi

Ecobiz.asia -- Upaya mewujudkan pembangunan berkelanjutan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen bangsa. Pesan tersebut mengemuka dalam penyelenggaraan Gerak Hijau 2026 di kawasan Car Free Day...

Batik Karya UMKM Disabilitas Binaan Pertamina EP Tarakan Tampil di Forum Nasional

Ecobiz.asia -- PT Pertamina EP (PEP) Tarakan Field membawa Batik Kalimantan Utara karya Kelompok Usaha Bersama Disabilitas Batik (Kubedistik) ke panggung nasional melalui ajang...

TOP STORIES

Indonesia Sanctions Six Companies Over Forest Fires, Freezes One Permit

Ecobiz.asia – Indonesia's Ministry of Forestry has imposed administrative sanctions on six forest concession holders after inspections found forest and land fires across a...

Kemenhut Sanksi 6 Perusahaan Terkait Kebekaran Hutan, Satu Izin Dibekukan

Ecobiz.asia – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menjatuhkan sanksi administratif kepada enam perusahaan pemegang Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) setelah ditemukan kebakaran hutan dan lahan (karhutla)...

Dua Bulan Beroperasi, DSI Petakan Ekspor Komoditas Strategis Senilai US$14 Miliar

Ecobiz.asia — PT Danantara Sumberdaya Indonesia (Persero) atau DSI telah membangun visibilitas atas sekitar 6.500 deklarasi ekspor komoditas strategis dengan nilai lebih dari US$14...

Indonesia Sets Waste Carbon Trading Rules, Opens Path to International Markets

Ecobiz.asia – Indonesia has established a new framework for carbon trading in the waste sector, covering industrial solid and wastewater as well as domestic...

Prabowo Dorong ‘Ubi Bombing’ untuk Perkuat Pemadaman Karhutla

Ecobiz.asia — Presiden Prabowo Subianto mendorong pengembangan inovasi bahan pemadam kebakaran berbahan baku ubi atau singkong untuk memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla)....