Indonesia Belajar dari India, Tekan Biaya Pembangkitan PLTS hingga 3 Sen Dolar per kWH

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia — Pemerintah Indonesia mempelajari pengalaman India dalam menekan biaya pembangkitan listrik tenaga surya sebagai bagian dari upaya mempercepat transisi energi dan meningkatkan pemanfaatan energi baru dan terbarukan (EBT) di sektor ketenagalistrikan nasional.

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia ESDM (BPSDM ESDM) Prahoro Yulijanto Nurtjahyo mengatakan keberhasilan India tidak hanya ditopang oleh kemajuan teknologi, tetapi juga oleh konsistensi kebijakan dan tata kelola pengadaan yang efektif.

“Keberhasilan tersebut didorong oleh kebijakan yang konsisten, desain pengadaan yang transparan, pembagian risiko yang lebih seimbang, serta kesiapan infrastruktur dan kelembagaan,” ujar Prahoro saat Lokakarya Internasional bertajuk From Ambition to Affordability: Lessons Learned from India’s 3 Cents USD/kWh Solar Journey di Jakarta, Kamis (12/2/2026).

Read also:  Gakkum Kehutanan Tetapkan Cukong Tambang Galian C di Taman Nasional Kutai sebagai Tersangka

Lokakarya yang digelar Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral melalui BPSDM ESDM bekerja sama dengan GIZ Energy Programme ini menjadi forum dialog kebijakan untuk menggali pembelajaran dari pengalaman India dalam menurunkan tarif listrik tenaga surya hingga sekitar 3 sen dolar AS per kWh, sekaligus merumuskan strategi yang relevan bagi pengembangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia.

Read also:  RI–Singapura Matangkan Ekspor Listrik Bersih, CCS Jadi Agenda Kolaborasi Baru

Prahoro menambahkan, transformasi sistem ketenagalistrikan nasional saat ini memasuki fase penting, seiring arah kebijakan penyediaan listrik yang semakin menekankan pemanfaatan EBT. Energi surya menjadi salah satu andalan dalam bauran energi nasional dan telah tercantum dalam Rencana Umum Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PT PLN (Persero) 2025–2034.

Menurut Prahoro, pencapaian target transisi energi menuju Net Zero Emission (NZE) 2060 juga sangat bergantung pada kesiapan sumber daya manusia dan institusi pendukung.

Read also:  Tindak Lanjut COP30, KLH Susun Dua Peta Jalan Transisi Energi dan Hutan

“Kerangka regulasi yang kuat dan selaras, perencanaan sistem yang andal, serta kontrak yang bankable hanya dapat berjalan efektif jika didukung oleh sumber daya manusia yang memiliki pemahaman komprehensif terhadap aspek teknis, ekonomi, hukum, dan operasional,” katanya. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Titik Panas Meningkat, Kemenhut Aktifkan Posko Pengendalian Karhutla di Kalbar

Ecobiz.asia — Kementerian Kehutanan (Kemenhut) mengaktifkan Posko Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (karhutla) di Kalimantan Barat menyusul lonjakan titik panas dan meningkatnya kejadian kebakaran...

IEEFA: Konversi PLTD ke PLTS Bisa Hemat Hingga US$4 Miliar per Tahun

Ecobiz.asia — Institute for Energy Economics and Financial Analysis (IEEFA) menilai percepatan konversi pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) ke pembangkit listrik tenaga surya (PLTS)...

Sempat Buron, WNA Rusia Penyelundup 202 Reptil ke Dubai Kini Dilimpahkan ke Jaksa

Ecobiz.asia — Warga negara Rusia berinisial OS (46) yang sempat buron dalam kasus penyelundupan 202 reptil ke Dubai resmi dilimpahkan ke jaksa untuk proses...

RI–Korea Sepakati Kerja Sama Energi Bersih hingga CCS, Antisipasi Risiko Krisis Energi Global

Ecobiz.asia — Pemerintah Indonesia dan Korea Selatan menandatangani tiga kesepakatan strategis di sektor energi dan mineral, termasuk pengembangan penangkapan karbon (CCS) dan mineral kritis,...

Pertemuan Bilateral Prabowo dan PM Jepang, Bahas Mineral Kritis Hingga Pengembangan Energi Nuklir

Ecobiz.asia — Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi menegaskan komitmen memperdalam kerja sama strategis di sektor energi, mineral kritis, hingga industrialisasi...

TOP STORIES

Titik Panas Meningkat, Kemenhut Aktifkan Posko Pengendalian Karhutla di Kalbar

Ecobiz.asia — Kementerian Kehutanan (Kemenhut) mengaktifkan Posko Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (karhutla) di Kalimantan Barat menyusul lonjakan titik panas dan meningkatnya kejadian kebakaran...

Pertamina, POSCO Explore CCS, Blue Hydrogen Cooperation to Accelerate Low-Carbon Technology

Ecobiz.asia — Indonesia’s state energy firm PT Pertamina (Persero) has signed a memorandum of understanding (MoU) with POSCO International Corporation to explore cooperation in...

Pertamina–POSCO Perkuat Akselerasi Teknologi Rendah Karbon, Jajaki CCS hingga Hidrogen Biru

Ecobiz.asia — PT Pertamina (Persero) menjajaki kerja sama pengembangan teknologi rendah karbon dengan POSCO International Corporation, mencakup carbon capture hingga hidrogen biru sebagai bagian...

Pertamina Drilling Raih Tiga Penghargaan IADC Asia Tenggara, Bukti Komitmen Keselamatan Kerja

Ecobiz.asia — PT Pertamina Drilling Services Indonesia meraih tiga penghargaan dari International Association of Drilling Contractors (IADC) Southeast Asia Chapter sebagai pengakuan atas kinerja...

IEEFA: Konversi PLTD ke PLTS Bisa Hemat Hingga US$4 Miliar per Tahun

Ecobiz.asia — Institute for Energy Economics and Financial Analysis (IEEFA) menilai percepatan konversi pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) ke pembangkit listrik tenaga surya (PLTS)...