PLN Siapkan Nuklir, CCS, hingga Hidrogen untuk Percepat Transisi Energi

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia – PT PLN (Persero) menyiapkan beragam strategi dan teknologi untuk mengakselerasi pengembangan pembangkit listrik berbasis energi baru terbarukan (EBT), termasuk pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN), carbon capture and storage (CCS), hingga pemanfaatan hidrogen.

Executive Vice President Energy Transition & Sustainability PLN, Kamia Handayani menjelaskan, dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL), PLN telah merencanakan penambahan pembangkit EBT sebesar sekitar 42,5 gigawatt (GW).

Selain itu, PLN juga menyiapkan energy storage dengan kapasitas sekitar 10 GW untuk mendukung integrasi pembangkit EBT yang bersifat intermiten, seperti PLTS dan PLTB.

“Karena akan masuk banyak variable renewable energy, maka sistem penyimpanan energi menjadi sangat penting agar pasokan tetap andal,” ujarnya pada sebuah acara yang diselenggaran sebuah stasiun TV di Jakarta, Kamis (22/1/2026).

Read also:  Pasok Energi Bersih ke Sektor Kesehatan, PGN Optimalkan Penyaluran Gas Bumi ke RSUP Dr. Sardjito

Di luar pengembangan EBT, PLN juga mulai mengeksplorasi teknologi baru yang saat ini belum tersedia di Indonesia, salah satunya pembangkit listrik tenaga nuklir.

Menurut Kamia, PLN cukup serius menginisiasi pengembangan PLTN dengan arahan pemerintah serta dukungan parlemen.

“Nuklir ini bersih dari sisi emisi, tetapi juga unggul dari sisi keandalan karena mampu beroperasi secara kontinyu 24 jam, tujuh hari,” katanya.

Untuk mendukung agenda tersebut, PLN telah memperkuat kapasitas sumber daya manusia dan membentuk Direktorat Teknologi dan Keberlanjutan sejak Juni 2025.

Direktorat ini bertugas mengawal pengembangan teknologi transisi energi, seperti nuklir, battery energy storage system (BESS), hingga interkoneksi berbasis teknologi high voltage direct current (HVDC).

Read also:  Konsumsi Melonjak 479 Persen Selama Nataru, PLN: Ekosistem Mobil Listrik Terus Tumbuh

Selain nuklir, PLN juga menaruh perhatian pada teknologi carbon capture and storage (CCS) sebagai solusi menekan emisi dari pembangkit listrik berbasis batubara dan gas. Kamia menyebutkan, meski batubara masih memiliki potensi pasokan hingga sekitar 70 tahun ke depan, pemanfaatannya harus dibarengi dengan pengendalian emisi.

“Secara teknis, PLN sudah melakukan studi di lebih dari tujuh lokasi pembangkit dan CCS sebenarnya memungkinkan. Namun dari sisi keekonomian masih sangat mahal,” jelasnya.

Meski belum ekonomis, PLN mulai melakukan asesmen terhadap pembangkit-pembangkit yang CCS-ready, baik PLTU maupun pembangkit berbasis gas, agar dapat diimplementasikan ketika teknologi tersebut sudah layak secara finansial.

PLN juga menyiapkan pembangkit gas sebagai energi transisi, termasuk dengan opsi co-firing hidrogen. Gas dinilai tetap dibutuhkan untuk menjaga keseimbangan sistem saat pembangkit EBT variabel masuk ke jaringan.

Read also:  SIER Gandeng Panah Perak Terapkan Teknologi Nano Bio untuk Pengolahan Air Limbah Industri

“Kami sudah mulai melakukan uji coba hidrogen, salah satunya di Pesanggaran, Bali. Secara teknis memungkinkan, tinggal tantangan keekonomian,” ujar Kamia.

Dalam peta jalan menuju net zero emission, PLN memproyeksikan teknologi seperti CCS dan hidrogen baru akan layak diterapkan secara luas setelah 2035.

Selain itu, PLN juga membuka peluang co-firing amonia di PLTU, melengkapi program co-firing biomassa yang saat ini telah diterapkan di 49 unit PLTU dengan rata-rata porsi sekitar 5%. Program tersebut dinilai cukup signifikan dalam menurunkan emisi, meski masih menghadapi tantangan keberlanjutan pasokan biomassa. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Pertamina NRE Tuntaskan Akuisisi 20 Persen Saham Perusahaan EBT Unggulan Filipina

Ecobiz.asia — PT Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) menuntaskan akuisisi 20 persen saham perusahaan energi baru dan terbarukan (EBT) terkemuka di Filipina,...

Penjualan Listrik Hijau PLN Meroket 19,65 Persen, Capai 6,43 TWh pada 2025

Ecobiz.asia — Minat sektor industri dan bisnis terhadap energi bersih terus meningkat. Sepanjang 2025, PT PLN (Persero) mencatat penjualan Renewable Energy Certificate (REC) mencapai...

Pasok Energi Bersih ke Sektor Kesehatan, PGN Optimalkan Penyaluran Gas Bumi ke RSUP Dr. Sardjito

Ecobiz.asia — PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN), Subholding Gas Pertamina, mengoptimalkan penyaluran gas bumi ke Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr. Sardjito, Yogyakarta,...

ESG Rating 2025, Kilang Pertamina Internasional Raih Predikat Best in Class

Ecobiz.asia — PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) meraih predikat Best in Class dalam penilaian ESG Rating 2025 yang dilakukan lembaga pemeringkat global MSCI, seiring...

Terapkan Keselamatan Standar Internasional, PIS Angkut 170 Miliar Liter BBM dan LPG Sepanjang 2025

Ecobiz.asia — PT Pertamina International Shipping (PIS) mencatatkan pengangkutan sekitar 170 miliar liter energi sepanjang 2025 dengan mengedepankan penerapan standar keselamatan internasional dalam seluruh...

TOP STORIES

ASEAN Smart Energy & Energy Storage Expo 2026

Ecobiz.asia - Supported by the Ministry of Energy of Thailand, the Electricity Generating Authority of Thailand (EGAT), and the Thailand Convention and Exhibition Bureau...

Indonesia to Unveil Transport Decarbonisation Roadmap by May 2026

Ecobiz.asia — Indonesia is preparing a national roadmap to decarbonise its transport sector as part of efforts to cut carbon emissions and meet its...

PLTU Captive Melonjak ke 19,3 GW, CREA: Risiko Emisi dan Beban Ekonomi Kian Membesar

Ecobiz.asia — Pembangunan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) captive di Indonesia terus melesat dan mencapai kapasitas 19,3 gigawatt (GW) pada 2025, memicu kekhawatiran meningkatnya...

Pemerintah Susun Peta Jalan Dekarbonisasi Transportasi, Target Terbit Mei 2026

Ecobiz.asia — Pemerintah mulai menyusun peta jalan dekarbonisasi sektor transportasi sebagai bagian dari upaya menekan emisi karbon nasional dan memenuhi target net zero emission...

Sumatra Mulai Memanas, Kemenhut Kerahkan Manggala Agni Padamkan Karhutla

Ecobiz.asia – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menurunkan pasukan Manggala Agni untuk melakukan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Sumatra seiring meningkatnya titik...