Mahasiswa UGM Bikin Alat Penyerap Karbon dari Limbah Plastik, Berbiaya Rendah

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia — Inovasi pemanfaatan limbah plastik untuk penangkapan emisi karbon mengantarkan tim mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) meraih Gold Medal dalam ajang 6th Indonesia International Applied Science Olympiad (I2ASPO) 2025. Kompetisi internasional tersebut diikuti 629 peserta dari 13 negara.

Tim UGM mengembangkan teknologi penyerapan karbon berbasis limbah botol plastik polyethylene terephthalate (PET) yang diolah menjadi karbon aktif untuk mengadsorpsi gas karbon dioksida (CO₂) di atmosfer.

Inovasi ini dinilai menawarkan solusi penangkapan karbon yang lebih ekonomis dan berkelanjutan dibandingkan teknologi komersial yang selama ini terkendala biaya tinggi.

Tim tersebut terdiri dari Pandu Sukma Hastyadi, Samuel Khrisna Wira Waskita, dan Aqila Dziki Muhamad Iqbal dari Program Studi Ilmu Kimia angkatan 2022, serta Billy Natanael dan Muhammad Radithya Akmal Rasheed dari Teknik Kimia angkatan 2023. Riset dilakukan di bawah bimbingan dosen FMIPA UGM, Fajar Inggit Pambudi.

Read also:  Menhut Terbitkan Permenhut No 6 Tahun 2026, Atur Tata Cara Perdagangan Karbon Kehutanan

Ketua tim, Pandu Sukma Hastyadi, mengatakan penelitian mereka berfokus pada pengembangan carbon capture technology (CCT) berbasis material limbah plastik PET. Menurutnya, kunci keberhasilan teknologi penangkapan karbon terletak pada ketersediaan adsorben berbiaya rendah.

“Inovasi ini menawarkan alternatif teknologi penangkap gas CO₂ yang lebih ekonomis dibandingkan sistem komersial yang masih menghadapi biaya operasional tinggi,” ujar Pandu saat Senin (19/1/2026).

Ia menjelaskan, limbah botol plastik PET dipilih karena memiliki kandungan karbon tinggi dan berpotensi besar dijadikan prekursor karbon aktif. Selama ini, biaya adsorben menjadi hambatan utama penerapan CCT dalam skala luas.

Read also:  Dukung Capaian NDC, KLH/BPLH Jalin Kerja Sama dengan Hanns Seidel Foundation

Anggota tim lainnya, Samuel Khrisna Wira Waskita, menambahkan bahwa pemilihan limbah PET juga didorong oleh persoalan pengelolaan sampah plastik di Indonesia. Sekitar 48 persen sampah plastik masih ditangani melalui pembakaran terbuka yang justru menambah emisi karbon.

“Rasio daur ulang PET di Indonesia juga masih rendah, hanya sekitar 13 persen dari kapasitas produksinya. Mengubah limbah ini menjadi material fungsional penangkap emisi menjadi langkah strategis yang saling menguntungkan bagi lingkungan,” kata Samuel.

Sementara itu, Billy Natanael menjelaskan bahwa meskipun riset terkait adsorben berbasis limbah plastik telah banyak dilakukan, keterbatasan kapasitas penyerapan CO₂ masih menjadi tantangan. Tim UGM mengatasi persoalan tersebut dengan mengembangkan komposit karbon aktif dan zeolit.

Read also:  KKP Jelaskan Mekanisme Perdagangan Karbon Biru, Wajib PKKPRL dan Teregistrasi di SRUK

“Berdasarkan literatur, kombinasi karbon aktif dan zeolit terbukti mampu meningkatkan kapasitas adsorpsi gas CO₂,” ujarnya.

Dosen pembimbing, Fajar Inggit Pambudi, menilai kekuatan utama riset ini terletak pada aspek keberlanjutan. Pemanfaatan limbah plastik yang dikombinasikan dengan material berpori seperti zeolit, menurutnya, mampu menjawab dua persoalan sekaligus: pengelolaan sampah plastik dan pengurangan emisi karbon.

“Riset ini menyelesaikan dua masalah lingkungan dalam satu solusi,” kata Fajar.

Ia juga melihat peluang komersialisasi dari inovasi tersebut, seiring meningkatnya kebutuhan industri terhadap teknologi yang mampu mengolah emisi gas buang menjadi bahan baku industri atau sumber energi alternatif. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Indonesia Siapkan Implementasi Nesting Karbon Kehutanan, Riau Jadi Percontohan

Ecobiz.asia – Pemerintah Indonesia menyiapkan operasionalisasi kerangka kerja nesting karbon kehutanan guna mendorong transaksi berintegritas tinggi dan menarik investasi global. Direktur Jenderal Pengelolaan Hutan Lestari...

Pertamina NRE Sediakan Kredit Karbon, Dukung Kampanye IDXCarbon “Aku Net-Zero Hero”

Ecobiz.asia — PT Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) menyediakan kredit karbon untuk mendukung kampanye “Aku Net-Zero Hero” yang diluncurkan bersama IDXCarbon, PT...

Industri Sambut Positif Permenhut 6/2026 Perdagangan Karbon Kehutanan

Ecobiz.asia – Pelaku industri menyambut positif terbitnya Peraturan Menteri Kehutanan (Permenhut) Nomor 6 Tahun 2026 yang dinilai memberikan kepastian dan memperkuat fondasi pasar karbon...

KKP Jelaskan Mekanisme Perdagangan Karbon Biru, Wajib PKKPRL dan Teregistrasi di SRUK

Ecobiz.asia – Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, menjelaskan mekanisme perdagangan karbon biru mensyaratkan integrasi antara kepastian tenurial ruang laut, sistem registrasi karbon,...

Sistem Registri Unit Karbon (SRUK) Segera Diluncurkan, KLH Ajak Pengembang Proyek Ikut Uji Coba

Ecobiz.asia – Pemerintah segera meluncurkan Sistem Registri Unit Karbon (SRUK) sebagai infrastruktur utama perdagangan karbon di Indonesia. Wakil Menteri Lingkungan Hidup/Wakil Kepala Badan Pengendalian Lingkungan...

TOP STORIES

Pertamina Strengthens Domestic Bioethanol Development to Support E20 Target

Ecobiz.asia — Pertamina is strengthening the development of domestically sourced bioethanol through cross-sector collaboration to support the country’s E20 blending mandate targeted for 2028. The...

Kunjungi TPST BLE Banyumas, Presiden Prabowo Soroti Inovasi Sampah Jadi Genteng

Ecobiz.asia — Presiden Prabowo Subianto meninjau Tempat Pengolahan Sampah Terpadu Berwawasan Lingkungan dan Edukasi (TPST BLE) di Banyumas, Jawa Tengah, Selasa (28/4/2026), dan menyoroti...

Survei: Progres Energi Terbarukan Indonesia Stagnan Meski Permintaan Industri Tinggi

Ecobiz.asia — Survei terbaru yang dilakukan Petromindo Survey menunjukkan meningkatnya kekhawatiran pelaku industri terhadap lambatnya perkembangan energi terbarukan di Indonesia, meski permintaan dan ekspektasi...

Survey Finds Indonesia’s Renewable Energy Progress Stagnant Despite Strong Industry Demand

Ecobiz.asia — A recent survey conducted by Petromindo Survey highlights growing industry concern over the slow pace of renewable energy development in Indonesia, despite...

Target Dedieselisasi Dinilai Perlu Diperluas ke PLTU, PLTG

Ecobiz.asia — Rencana pemerintah mengganti 13 Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) menjadi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dinilai perlu diperluas dengan menghentikan pembangunan pembangkit...