BSI Gandeng BASE Perluas Pembiayaan Proyek Efisiensi Energi Menuju NZE 2060

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia — PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) menjalin kerja sama strategis dengan Basel Agency for Sustainable Energy (BASE) untuk memperluas pembiayaan proyek efisiensi energi di Indonesia.

Kolaborasi ini diarahkan untuk mempercepat pengembangan proyek-proyek hemat energi melalui skema pembiayaan yang lebih terukur dan berisiko rendah.

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) yang mengadopsi model de-risking pembiayaan efisiensi energi. Skema ini mengombinasikan penggunaan kontrak standar, validasi teknis independen, serta asuransi kinerja (surety bond) melalui mekanisme Energy Savings Insurance (ESI).

Read also:  Green Carbon–BRIN Jalin Kerja Sama, Bidik Kredit Karbon Sawah Indonesia Senilai 42,8 Miliar Yen

MoU tersebut ditandatangani oleh SVP of ESG BSI Rima Dwi Permatasari dan Sustainable Finance Senior BASE Pablo Osés Bermejo. Penandatanganan disaksikan oleh Wakil Direktur Utama BSI Bob T Ananta serta perwakilan sejumlah kementerian dan lembaga, termasuk Kementerian Pekerjaan Umum, Direktorat Jenderal EBTKE Kementerian ESDM, Kementerian Perindustrian, dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Kerja sama ini menjadi bagian dari program UK PACT (UK Partnering for Accelerated Climate Transitions), yakni skema pendanaan kerja sama internasional antara Pemerintah Inggris dan Pemerintah Indonesia yang bertujuan mendukung percepatan transisi Indonesia menuju ekonomi rendah karbon.

Read also:  Dairi Prima Mineral Beri Beasiswa ke Siswa Dairi untuk Studi di China

Wakil Direktur Utama BSI Bob T Ananta mengatakan, inisiatif ESI diharapkan dapat menjadi rujukan dalam pengembangan produk pembiayaan hijau, sekaligus mendukung agenda transisi menuju ekonomi rendah karbon di Indonesia.

“Melalui inisiasi Energy Savings Insurance ini, kami berharap dapat mendukung Indonesia dalam mengimplementasikan transisi ekonomi rendah karbon serta berkontribusi pada pencapaian target Net Zero Emission 2060,” ujar Bob, dalam keterangannya Rabu (7/1/2026).

Read also:  PLN Nusantara Power Tuntaskan Proyek ECRL Malaysia Lebih Cepat Dari Target

Menurut Bob, kerja sama dengan BASE juga mencerminkan konsistensi BSI dalam mengintegrasikan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) ke dalam operasional bisnis, khususnya pada pembiayaan berkelanjutan.

Hingga September 2025, portofolio pembiayaan berkelanjutan BSI tercatat mencapai 24,60 persen dari total pembiayaan atau senilai Rp73,16 triliun.

Selain itu, BSI telah menerbitkan Sukuk Sustainability dalam dua tahap, masing-masing sebesar Rp3 triliun pada 2024 dan Rp5 triliun pada 2025 ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

PGN Perkuat Integrasi Infrastruktur Gas untuk Perluas Akses Energi Bersih

Ecobiz.asia -- PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN), Subholding Gas PT Pertamina (Persero), terus memperkuat pengembangan infrastruktur gas bumi nasional guna memperluas akses energi...

Chandra Asri Pasok Aspal Plastik Daur Ulang di Proyek Jalan PLTU Jawa 9 dan 10

Ecobiz.asia — Produsen petrokimia PT Chandra Asri Pacific Tbk memasok material plastik daur ulang untuk campuran aspal plastik yang digunakan pada pembangunan jalan di...

PGE Bidik Rekor Produksi Listrik 5.255 GWh pada 2026, Begini Caranya

Ecobiz.asia — PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) menargetkan produksi listrik mencapai sekitar 5.255 gigawatt hour (GWh) pada 2026 atau tumbuh sekitar 3,14% secara...

PLN Nusantara Power Percepat Pengembangan PLTS Terapung Karangkates 100 MW

Ecobiz.asia -- PT PLN Nusantara Power melalui anak usahanya PLN Nusantara Renewables mempercepat pengembangan proyek pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) terapung Karangkates yang berlokasi...

Elnusa Realisasikan 95% Capex 2025 untuk Perkuat Teknologi dan Kapasitas Layanan Energi

Ecobiz.asia — PT Elnusa Tbk (IDX: ELSA) terus memperkuat fondasi pertumbuhan bisnis melalui realisasi belanja modal (capital expenditure/Capex) yang solid sepanjang 2025. Perusahaan jasa...

TOP STORIES

Gold Standard Rilis Metodologi Kredit Karbon untuk Proyek Pensiun Dini PLTU

Ecobiz.asia — Lembaga sertifikasi iklim Gold Standard meluncurkan metodologi baru untuk mendukung percepatan pensiun dini pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) batubara sekaligus memastikan transisi...

Pakar IPB: Perdagangan Karbon Sah dalam Perspektif Ekonomi Syariah

Ecobiz.asia — Perdagangan karbon dinilai dapat diterima dalam perspektif ekonomi syariah sepanjang memenuhi prinsip transparansi, verifikasi ilmiah, serta bebas dari unsur spekulasi dan riba. Ketua...

Dua Perusahaan Besi dan Baja Segera Disidangkan Atas Pidana Lingkungan, KLH Tak Toleransi Pencemar

Ecobiz.asia — Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup menyerahkan tersangka dan barang bukti (Tahap II) dalam perkara dugaan tindak...

Indonesia Removes Sea Sand Export Provision in New Marine Sedimentation Rule

Ecobiz.asia — Indonesia’s Ministry of Marine Affairs and Fisheries has issued a new regulation revising the implementation rules for managing marine sedimentation, including the...

KKP Terbitkan Permen KP 6/2026, Ketentuan Ekspor Pasir Laut Dihapus

Ecobiz.asia — Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menerbitkan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan (Permen KP) Nomor 6 Tahun 2026 yang mengubah ketentuan pelaksanaan pengelolaan...