Tim Kementerian ESDM Cek Langsung Operasi HCML

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia – Tim dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia mengecek langsung kondisi operasi Husky-CNOOC Madura Limited (HCML), salah satu Kontraktor Kontrak Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi, di perairan Madura, Jawa Timur.

Tim terdiri atas Tenaga Ahli Menteri ESDM Bidang Monitoring dan Evaluasi Pembangunan Infrastruktur Anggawira dan Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Migas La Ode Sulaeman.

Mereka mengunjungi Gas Metering Station HCML di Pasuruan dengan didampingi VP Operations HCML Perkasa Sinagabariang dan Manager Marketing HCML Aris Suryanto. 

Read also:  PHM Perkuat Ekosistem Bank Sampah Balikpapan, Salurkan Bantuan untuk 43 Unit

Baca juga: Berfungsi Penting Jaga Pasokan Energi, HCML Perkuat Sinergi dengan Insan Pers

“Kunjungan ini menandakan mengalirnya gas HCML melalui pipa jumperline yang baru saja selesai dipasang,” kata Manager Regional Office & Relations HCML, Hamim Tohari, Kamis (1/5/2025).

Tohari mengatakan, HCML telah menyediakan semua data dan informasi pendukung terkait kegiatan operasional yang sedang berjalan. 

“Kunjungan dari Kementerian ESDM ini merupakan bentuk dukungan terhadap upaya kami terus memperkuat pasokan migas,” katanya.

Menurut Tohari, dari tiga lapangan HCML, yakni lapangan BD, 2M (MDA-MBH), dan MAC, KKKS HCML menjadi produsen gas terbesar di Jawa Timur dan Jawa Tengah. 

Read also:  Perta Daya Gas Perkuat Infrastruktur Gas untuk Dukung Ketahanan Energi Nasional

“Persentase produksinya mencapai 38 persen dari total produksi gas di wilayah Jawa Timur dan Jawa Tengah,” katanya.

Sejak awal Lapangan BD telah ditargetkan memproduksi gas sebesar 100 MMSCFD (Million Standard Cubic Feet per Day) dan kondensat sebesar kurang lebih 6000 BCPD (Barrel Condensate per Day). 

Baca juga: Cek Kesiapan Operasional, SKK Migas Kunjungi HCML

Read also:  Danantara Buka Lagi Pendaftaran Mitra Proyek PSEL, Bidik Investor Global

Proyek ini dimulai dengan pembangunan pipa bawah laut sepanjang kurang lebih 53 kilometer dari Sampang ke Pasuruan.

Lapangan MDA dan MBH ditargetkan memproduksi gas untuk menyediakan kebutuhan gas dalam negeri. Gas disalurkan melalui pipa dan akan disambungkan dengan East Java Gas Pipeline (EJGP) dengan jumlah produksi sesuai dengan POD 120 MMSCFD (Million Standard Cubic Feet per Day). 

Sementara itu, Lapangan MAC memiliki kapasitas produksi gas 50 MMSCFD dengan penjualan gas per 30 April 2025 38 MMSCFD. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

PGN Gagas Perluas Akses Gas Bumi di Yogya Lewat Skema CNG

Ecobiz.asia -- Keterbatasan jaringan pipa gas bumi mendorong PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) melalui anak usahanya PT Gagas Energi Indonesia (PGN Gagas) memperluas...

PGN Dorong Pemanfaatan Jargas sebagai Penggerak Ekonomi Masyarakat Sleman

Ecobiz.asia -- PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) terus mengoptimalkan pemanfaatan jaringan gas bumi (jargas) di Sleman, Yogyakarta, tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan rumah...

PHE Dorong Percepatan Ekosistem Natural Hydrogen untuk Perkuat Ketahanan Energi Indonesia

Ecobiz.asia — PT Pertamina Hulu Energi (PHE), Subholding Upstream Pertamina, mendorong percepatan pengembangan natural hydrogen di Indonesia sebagai salah satu sumber energi masa depan...

PGN Gagas Ajukan Tambahan Alokasi Gas CNG hingga 30 BBTUD untuk Periode 2026-2030

Ecobiz.asia -- PT Gagas Energi Indonesia (PGN Gagas), anak usaha PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN), mengajukan tambahan alokasi gas bumi untuk kebutuhan compressed...

Pertamina Trans Kontinental Salurkan Bantuan Bencana di NTT, Pastikan Layanan Maritim Tetap Berjalan

Ecobiz.asia – PT Pertamina Trans Kontinental (PTK) menyalurkan bantuan kebutuhan dasar bagi masyarakat terdampak bencana alam di Nusa Tenggara Timur (NTT) sekaligus memastikan keandalan...

TOP STORIES

Indonesia Looks to Climate Finance to Unlock 100 GW Solar Ambition

Ecobiz.asia – Indonesia is looking to international climate finance and private capital to help turn its 100 GW solar ambition into investment projects, as...

GIZ: Indonesia Faces 3.8 GW Annual Renewable Buildout Gap as Procurement Stalls

Ecobiz.asia – Indonesia needs to accelerate annual renewable power additions by around 3.8 GW to stay on track with its latest electricity supply plan,...

Indonesia’s Cheap Gas Recipients Still Lag on Energy Efficiency

Ecobiz.asia – Only 41 of 164 Indonesian companies receiving special natural gas prices and consuming more than 4,000 tonnes of oil equivalent (TOE) a...

Presiden Prabowo Pantau Langsung Penanganan Karhutla di Kalimantan, Perkuat Operasi Pemadaman

Ecobiz.asia — Presiden Prabowo Subianto memantau langsung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan di tengah kondisi cuaca yang sangat kering akibat fenomena...

West Java Explores 900 Nm3/Hour Waste-to-Hydrogen Project at Sarimukti

Ecobiz.asia – The West Java Provincial Government is exploring a waste-to-hydrogen project at the Sarimukti regional waste facility with planned hydrogen production capacity of...