Sinarmas Land–Waste4Change Bangun Pusat Pengolahan Sampah BSD City, Berbasis Ekonomi Sirkular

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia — Sinar Mas Land bersama Waste4Change meresmikan Rumah Pemulihan Material (Material Recovery Facility/MRF) Jatiwaringin di Kabupaten Tangerang, sebagai pusat pengolahan sampah terpilah berbasis ekonomi sirkular untuk mendukung pengelolaan sampah berkelanjutan di kawasan BSD City dan sekitarnya.

Fasilitas yang dikelola oleh PT Sinar Perubahan Persampahan (PT SPP), perusahaan patungan antara Sinar Mas Land dan Waste4Change, ini menjadi pusat pengelolaan sampah terpilah berizin pertama di wilayah Kabupaten Tangerang dan sekitarnya.

Peresmian dihadiri Wakil Menteri Lingkungan Hidup Diaz Hendropriyono.

Advisor President Office Sinar Mas Land sekaligus Project Coordinator TPST BSD City, Ignesjz Kemalawarta, mengatakan kehadiran Rumah Pemulihan Material Jatiwaringin merupakan bagian dari komitmen perusahaan membangun sistem pengelolaan sampah berkelanjutan dalam kerangka ekonomi sirkular.

Read also:  Grup PHI Raih Tiga Penghargaan CSR & PDB 2026, BUMDes Bukit Raya Cetak Kontribusi PADes

“Fasilitas ini dirancang untuk mengelola sampah rumah tangga dari kawasan BSD City dan sekitarnya secara bertanggung jawab, sekaligus mendorong partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan,” ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (18/12/2025).

CEO Waste4Change M. Bijaksana Junerosano menambahkan, fasilitas ini tidak hanya mencegah sampah berakhir di tempat pembuangan akhir, tetapi juga menjadi percontohan penerapan praktik pengelolaan sampah yang patuh terhadap regulasi di tingkat kawasan.

Menurut dia, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci percepatan pengurangan sampah nasional sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat sekitar.

Berdasarkan data 2024, Kabupaten Tangerang menghasilkan lebih dari 2.100 ton sampah per hari atau hampir 800.000 ton per tahun.

Read also:  Bappenas Luncurkan Peta Jalan Karbon Biru 2026–2045, Dorong Investasi dan Perlindungan Ekosistem Pesisir

Tingginya timbulan sampah tersebut, ditambah penertiban lapak limbah ilegal oleh pemerintah daerah, menegaskan kebutuhan akan fasilitas pengelolaan sampah yang resmi, berizin, dan memenuhi standar lingkungan.

Sebagai pengembang dan pengelola kawasan BSD City, Sinar Mas Land menggandeng Waste4Change untuk memperkuat sistem pengelolaan sampah berbasis kawasan.

Saat ini, Waste4Change menangani pengangkutan dan pengolahan sampah di tujuh area dan 29 klaster di BSD Timur serta 20 area dan 81 klaster di BSD Barat, dengan total volume sekitar 40 ton sampah per hari.

Wakil Menteri Lingkungan Hidup Diaz Hendropriyono mengapresiasi kolaborasi tersebut dan menilai model pengelolaan sampah berbasis kawasan seperti Rumah Pemulihan Material Jatiwaringin perlu direplikasi di berbagai kota di Indonesia.

Read also:  PLN Akan Luncurkan T-REC, Mudahkan Pelanggan Pantau Konsumsi Listrik Hijau Secara Rinci

“Penguatan tempat pengolahan sampah terpadu di tingkat kawasan menjadi fondasi penting untuk mendukung percepatan pengolahan sampah menjadi energi, termasuk pembangkit listrik tenaga sampah,” kata Diaz.

Saat ini, Rumah Pemulihan Material Jatiwaringin memiliki kapasitas pengelolaan hingga 50 ton sampah per hari.

Sampah yang masuk ditimbang dan dipilah melalui sistem conveyor, kemudian dikelompokkan menjadi material bernilai ekonomis untuk offtaker, sampah organik yang diolah untuk budidaya maggot Black Soldier Fly, serta residu yang diolah menjadi Refuse-Derived Fuel (RDF) sebagai bahan bakar alternatif industri semen. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

NHM-Perhapi Maluku Utara Perkuat Link and Match Pendidikan dan Industri Tambang

Ecobiz.asia – PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) menggandeng Student Chapter Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (PERHAPI) Provinsi Maluku Utara untuk memperkuat keterkaitan antara pendidikan tinggi...

PGN Pangkas Emisi 29.575 Ton CO₂eq, Andalkan Dekarbonisasi untuk Efisiensi Biaya

Ecobiz.asia -- PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN), Subholding Gas Pertamina, mencatat penurunan emisi sebesar 29.574,87 ton karbon dioksida ekuivalen (tCO₂eq) hingga Agustus...

Xurya Soroti Kesiapan Teknologi dan SDM untuk Kejar Target PLTS 100 GWp

Ecobiz.asia — Target pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt peak (GWp) dalam tiga tahun ke depan tidak hanya membutuhkan percepatan konstruksi,...

Agrinas Palma, Fauji Foundation Jajaki Investasi Sawit Terintegrasi 200.000 Hektare

Ecobiz.asia -- PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) menjajaki kerja sama dengan Fauji Foundation dari Pakistan untuk mengembangkan perkebunan kelapa sawit terintegrasi seluas 200.000 hektare...

PDC Raih Dua Penghargaan Anugerah Humas Indonesia 2026 lewat Website Karir dan Buletin Binar

Ecobiz.asia – PT Patra Drilling Contractor (PDC) meraih dua penghargaan dalam Anugerah Humas Indonesia 2026 melalui Website Karir PDC dan buletin internal Binar, masing-masing...

TOP STORIES

Sang Hyang Seri dan Legasi Alam Kembangkan Biochar, Bidik Peluang Perdagangan Karbon

Ecobiz.asia – PT Sang Hyang Seri (Persero) menjajaki pengembangan teknologi biochar untuk meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus membuka peluang perdagangan karbon melalui penyimpanan karbon jangka...

NHM-Perhapi Maluku Utara Perkuat Link and Match Pendidikan dan Industri Tambang

Ecobiz.asia – PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) menggandeng Student Chapter Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (PERHAPI) Provinsi Maluku Utara untuk memperkuat keterkaitan antara pendidikan tinggi...

Kronologi Gugurnya Empat Petugas Pemadam Karhutla di Bromo, Terjebak Api hingga Luka Bakar Berat

Ecobiz.asia — Empat petugas dan mitra pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) meninggal dunia saat berupaya memadamkan kebakaran di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger...

Pertamina Uji Teknologi PertaPURE, Bidik Pemanfaatan Kembali Air Terproduksi pada Operasi Migas

Ecobiz.asia — PT Pertamina (Persero) bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menguji teknologi PertaPURE untuk mengolah air terproduksi (produced water) dari kegiatan produksi...

Menjelang Pemberlakuan EUDR: Seberapa Siap Indonesia?

Oleh: Diah Suradiredja (Pemerhati perdagangan komoditas berkelanjutan dan berkeadilan) Ecobiz.asia - European Union Deforestation Regulation atau EUDR segera memasuki tahap penerapan. Regulasi ini berlaku bagi operator...