PT Vale Dukung Pembangunan Jalan Matano Belt Road untuk Perkuat Konektivitas Sulawesi Selatan

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia — PT Vale Indonesia Tbk mendukung pembangunan Matano Belt Road, jalan provinsi strategis yang menghubungkan Malili, Nuha, hingga perbatasan Sulawesi Tengah, sebagai upaya memperkuat konektivitas wilayah dan mendorong pertumbuhan ekonomi di Sulawesi Selatan.

Matano Belt Road dirancang menjadi koridor penting untuk memperlancar mobilitas masyarakat serta arus barang dan jasa di wilayah Luwu Timur dan sekitarnya, yang selama ini menghadapi keterbatasan akses transportasi.

Pembangunan jalan ini diharapkan membuka peluang ekonomi baru sekaligus mendukung pemerataan pembangunan antarwilayah.

Read also:  PGN Targetkan Tambahan 10.000 Sambungan Jargas di Batam pada 2026

Wakil Presiden Direktur dan Chief Operation and Infrastructure Officer PT Vale Indonesia, Abu Ashar, mengatakan pembangunan Matano Belt Road merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pembangunan berkelanjutan daerah.

“Ketika akses terbuka, ekonomi bergerak dan layanan publik semakin dekat dengan masyarakat. Pembangunan Matano Belt Road bukan hanya soal infrastruktur, tetapi tentang membuka peluang dan masa depan yang lebih adil,” kata Abu Ashar usai menghadiri peletakan batu pertama proyek tersebut di Ussu, Senin (22/12/2025).

Read also:  Perkuat Kompetensi SDM, Pertamina Gandeng ITB Siapkan Insinyur Masa Depan

Matano Belt Road dibangun dengan standar teknis dan keselamatan yang ketat untuk memastikan keamanan dan efisiensi lalu lintas. Infrastruktur ini juga diproyeksikan mendukung pengembangan pusat-pusat ekonomi baru, termasuk sektor pariwisata di kawasan Danau Matano, salah satu danau purba terdalam di dunia.

Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman menyatakan Matano Belt Road merupakan hasil kolaborasi strategis antara pemerintah daerah dan sektor industri. Ia menilai kehadiran jalan tersebut akan memperkuat konektivitas Luwu Timur serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif.

Read also:  Pertamina NRE Tuntaskan Akuisisi 20 Persen Saham Perusahaan EBT Unggulan Filipina

Senada dengan itu, Wakil Bupati Luwu Timur Puspawati Husler mengatakan pembangunan jalan Ussu–Danau Matano telah lama dinantikan masyarakat. Akses baru tersebut diyakini mampu membuka sentra-sentra ekonomi, khususnya di sektor pariwisata berkelanjutan.

Selain pembangunan Matano Belt Road, PT Vale juga terlibat dalam penguatan ketahanan wilayah melalui normalisasi Sungai Baliase di Kabupaten Luwu Utara untuk mengurangi risiko banjir. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Pertamina Hadirkan Green Terminal di Cilegon, Perkuat Ketahanan Energi Rendah Karbon

Ecobiz.asia — PT Pertamina (Persero) memulai transformasi infrastruktur hilir energi nasional dengan menginisiasi Green Terminal di Terminal LPG Tanjung Sekong, Cilegon, Banten. Fasilitas strategis yang...

ABB Motion Dorong Kolaborasi Industri–Kampus untuk Siapkan Talenta Teknik Masa Depan

Ecobiz.asia — ABB Motion memperkuat kolaborasi antara industri dan perguruan tinggi melalui program ABB Motion Goes to Campus, sebuah inisiatif yang menyasar pengembangan talenta...

PGN Jadi Offtaker BioCNG Produksi KIS Group dan AEP Group

Ecobiz.asia - PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) melalui anak usahanya, PT Gagas Energi Indonesia (PGN Gagas) siap menjadi offtaker utama BioCNG dari...

Biorefinery Cilacap Optimalkan Pemanfaatan Minyak Jelantah Jadi Bahan Bakar Pesawat Ramah Lingkungan

Ecobiz.asia — Pertamina mempercepat pengembangan bahan bakar penerbangan berkelanjutan melalui Proyek Bioavtur/Biorefinery Cilacap yang mengolah minyak jelantah (used cooking oil/UCO) menjadi Sustainable Aviation Fuel...

SPKLU PLN Melonjak 44 Persen Sepanjang 2025, Layanan Home Charging Naik Dua Kali Lipat

Ecobiz.asia — PT PLN (Persero) mempercepat penguatan infrastruktur kendaraan listrik nasional dengan menghadirkan 4.655 unit Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) sepanjang 2025, meningkat...

TOP STORIES

Indonesia Belajar dari India, Tekan Biaya Pembangkitan PLTS hingga 3 Sen Dolar per kWH

Ecobiz.asia — Pemerintah Indonesia mempelajari pengalaman India dalam menekan biaya pembangkitan listrik tenaga surya sebagai bagian dari upaya mempercepat transisi energi dan meningkatkan pemanfaatan...

Dorong Hilirisasi, Menteri Bahlil Mau Setop Ekspor Timah

Ecobiz.asia — Pemerintah membuka peluang penghentian ekspor timah mentah sebagai bagian dari penguatan agenda hilirisasi nasional guna mendorong transformasi ekonomi dan memperkuat basis industri...

Bekasi Darurat Sampah, Menteri LH Minta Warga Kelola Sampah Mulai dari Rumah

Ecobiz.asia — Kementerian Lingkungan Hidup menyatakan Kota Bekasi berada dalam kondisi darurat sampah seiring timbulan limbah harian yang mencapai 1.801 ton. Perubahan perilaku masyarakat menjadi...

Internalisasi Dampak Iklim dan Nilai Ekonomi Karbon Jadi Kunci Pertumbuhan Bisnis Berkelanjutan

Ecobiz.asia — Internalisasi dampak perubahan iklim dan pemanfaatan nilai ekonomi karbon dinilai semakin mendesak bagi perusahaan, seiring perubahan struktural ekonomi dan meningkatnya tuntutan regulasi...

Dorong Pengembangan Ekonomi Karbon, Atkarbonist Gandeng Sucofindo dan DMB Global

Ecobiz.asia — Asosiasi Penggiat Karbon dan Bisnis Berkelanjutan atau Atkarbonist menjalin kerja sama dengan PT Sucofindo dan PT Daya Mitra Bersama (DMB) Global untuk...