Terobosan Green CCS: PLN Nusantara Power Uji Teknologi Alga di Muara Karang

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia — PLN Nusantara Power Unit Pembangkitan (UP) Muara Karang resmi mengukuhkan posisinya sebagai pusat inovasi energi hijau di Indonesia. Unit pembangkitan yang berlokasi di Jakarta ini menelurkan teknologi Carbon Capture and Storage (CCS) menggunakan Fotobioreaktor (FBR) Mikro Alga pertama di sektor ketenagalistrikan nasional. Inovasi ini menyusul keberhasilan sebelumnya sebagai inisiator produksi Green Hydrogen.

Teknologi FBR Mikro Alga yang mulai beroperasi sejak akhir Maret 2026 ini dirancang untuk menangkap emisi karbon secara efektif. Berkapasitas 3.000 liter, reaktor ini mampu menyerap gas buang CO2 dari PLTGU Blok 3 Muara Karang dengan tingkat efisiensi yang impresif berkisar antara 70% hingga 90% dengan rata-rata efisiensi penangkapan CO2 secara keseluruhan berada di angka 75%.

Direktur Perencanaan Korporat dan Pengembangan Bisnis PT PLN (Persero) Hartanto Wibowo menyampaikan sekilas tentang inovasi Carbon Capture ini. “Emisi yang dihasilkan harus ditangkap melalui model Carbon Capture Utilization dan Storage.

Melalui terobosan PLN Nusantara Power yang mengujicobakan penangkapan karbon dari alga dan jika sukses akan membuka peluang besar bagi Indonesia dalam menurunkan emisi karbon. PLTGU Muara Karang juga inisiator pertama di Indonesia dalam menghasilkan Green Hydrogen”, terang Hartanto.

Read also:  NHM Kembangkan Pertanian Modern 10 Hektare di Kao Barat untuk Dukung Ketahanan Pangan

Inovasi ini mampu mengolah emisi CO2 yang mencapai 4-6% dari total flue gas dan memiliki konsep Green CCS yaitu memanfaatkan organisme alami (alga) untuk menyerap karbon, selaras dengan prinsip keberlanjutan. Inovasi ini tidak hanya berfokus pada pengurangan emisi, tetapi juga menciptakan nilai tambah ekonomi melalui konsep circular economy.

Sripeni Inten Cahyani, anggota Dewan Energi Nasional turut mengapresiasi lahirnya inovasi ini. “UP Muara Karang menjadi Center of Leading Innovation Energy karena telah melahirkan Green Hydrogen serta CCS berbasis alga. Konsep yang diusung PLN NP dalam Carbon Capture and Storage (CCS) ini adalah Green CCS yang artinya memanfaatkan sesuatu yang sudah ada,” terang Sripeni.

Menariknya, hasil dari penangkapan karbon ini tidak menjadi limbah. Biomassa alga yang dihasilkan memiliki nilai ekonomi karena dapat dimanfaatkan sebagai pupuk alami. Hal ini menciptakan ekosistem circular economy di mana pengurangan emisi berjalan selaras dengan manfaat ekonomi lingkungan.

Read also:  Verra Setujui Polis Asuransi Artio untuk Kelola Risiko Reversal Kredit Karbon

Direktur Utama PLN Nusantara Power Ruly Firmansyah menekankan bahwa keberhasilan di PLTGU Muara Karang menjadi fondasi penting bagi pengembangan teknologi dekarbonisasi di masa depan. PLN NP berencana untuk mereplikasi inovasi ini di unit-unit pembangkit lainnya guna memperluas dampak positif bagi lingkungan.

Ia menyampaikan bahwa inisiatif ini merupakan langkah nyata perusahaan dalam mendukung komitmen nasional menuju Net Zero Emission melalui teknologi yang aplikatif dan memberikan nilai tambah.

“PLTGU Blok 3 Muara Karang menghasilkan emisi CO2 sebesar 4-6% dari total flue gas. Melalui teknologi fotobioreaktor ini, kami mendapatkan hasil yang menggembirakan, dimana laju penangkapan emisi CO2 berkisar 70 hingga 90% dari gas buang. Setiap bulan kita juga mendapatkan side product Biomassa Alga padatan dan cair yang bisa diolah menjadi sumber pakan perikanan maupun pupuk alami,” ujar Ruly dalam sambutannya pada kegiatan Site Visit di Jakarta, Jumat (17/4).

Read also:  ESGIN, KPCI dan KKDC Bangun Ekosistem Green Economy

Melalui kegiatan site visit yang dihadiri oleh jajaran Dewan Energi Nasional (DEN) dan manajemen PT PLN (Persero) ini, PLN NP berharap dapat memperoleh masukan konstruktif untuk penyempurnaan aspek teknis maupun komersial, termasuk potensi penguatan offtaker biomassa serta pemanfaatan karbon kredit.

Langkah ini diharapkan mampu mentransformasi PLN Nusantara Power menjadi perusahaan energi yang lebih hijau, berkelanjutan, dan berdaya saing global demi masa depan energi Indonesia.

“Pembangkit listrik kini tidak hanya sekadar penyedia energi, tetapi juga menjadi bagian dari solusi lingkungan. Kami akan terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah, akademisi, dan sektor swasta untuk menginisiasi teknologi rendah karbon yang berkelanjutan,” tambah Ruly.

PLTGU Muara Karang memiliki total kapasitas terpasang saat ini sebesar 2.105 MW. PLTGU Muara Karang juga menopang kebutuhan listrik di area VVIP terutama Istana Presiden, Gedung DPR, MPR, Kementerian, serta bandara internasional dan MRT. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

PTK Masuk Era Baru, Perkuat Green Vessel dan Terapkan AI

Ecobiz.asia — PT Pertamina Trans Kontinental (PTK) menyiapkan modernisasi armada, digitalisasi hingga penggunaan teknologi rendah emisi untuk meningkatkan kinerja operasional perusahaan. Langkah tersebut mencakup...

PGE Borong 13 Penghargaan ENSIA 2026, Inovasi Panas Bumi Menyebar di 5 Wilayah

Ecobiz.asia — PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) memborong 13 penghargaan dalam Environmental and Social Innovation Awards (ENSIA) 2026 yang digelar PT Sucofindo (Persero)...

INALUM Raih Rating BBB- dari S&P, Perkuat Akses Pendanaan Hilirisasi

Ecobiz.asia — PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau INALUM memperoleh peringkat kredit internasional BBB- dengan outlook stabil dari S&P Global Ratings. Peringkat investment grade tersebut...

Karhutla Dekati Sumur ML-12, Pertamina EP Lirik Kerahkan Fire Brigade

Ecobiz.asia — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Pasir Sialang Jaya, Kecamatan Lirik, Kabupaten Indragiri Hulu, Riau, mendekati fasilitas operasi Sumur ML-12 milik...

BRI Kucurkan Pembiayaan Sosial dan Lingkungan Rp842,1 Triliun, 58% dari Total Kredit

Ecobiz.asia – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) mencatat portofolio pembiayaan yang terkait aspek sosial dan lingkungan mencapai Rp842,1 triliun hingga akhir triwulan...

TOP STORIES

PTK Masuk Era Baru, Perkuat Green Vessel dan Terapkan AI

Ecobiz.asia — PT Pertamina Trans Kontinental (PTK) menyiapkan modernisasi armada, digitalisasi hingga penggunaan teknologi rendah emisi untuk meningkatkan kinerja operasional perusahaan. Langkah tersebut mencakup...

Hotspot Karhutla Turun 121 Titik, Chinook Jepang Siap Bantu Pemadaman

Ecobiz.asia – Jumlah hotspot kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan tingkat kepercayaan tinggi atau high confidence secara nasional turun 121 titik dalam sehari menjadi...

Bentuk Tim Khusus dan Libatkan Dua Profesor, Kemenhut Dalami Dugaan Pidana Kebakaran Bromo

Ecobiz.asia – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) mendalami penyebab kebakaran di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Jawa Timur, termasuk kemungkinan adanya unsur pidana. Penelusuran diperkuat...

PGE Borong 13 Penghargaan ENSIA 2026, Inovasi Panas Bumi Menyebar di 5 Wilayah

Ecobiz.asia — PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) memborong 13 penghargaan dalam Environmental and Social Innovation Awards (ENSIA) 2026 yang digelar PT Sucofindo (Persero)...

INALUM Raih Rating BBB- dari S&P, Perkuat Akses Pendanaan Hilirisasi

Ecobiz.asia — PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau INALUM memperoleh peringkat kredit internasional BBB- dengan outlook stabil dari S&P Global Ratings. Peringkat investment grade tersebut...