Prabowo Resmikan Kilang RDMP Balikpapan Senilai Rp123 T, Perkuat Swasembada Energi Hulu-Hilir

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto meresmikan Proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan di Kalimantan Timur, Senin (12/1), sebagai bagian dari upaya memperkuat kemandirian dan ketahanan energi nasional. Peresmian proyek kilang strategis ini didampingi Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.

RDMP Balikpapan menjadi salah satu proyek kunci dalam agenda Asta Cita pemerintahan Presiden Prabowo, yang ditujukan untuk menekan ketergantungan Indonesia terhadap impor bahan bakar minyak (BBM) dan liquefied petroleum gas (LPG), sekaligus meningkatkan kapasitas dan kualitas pengolahan energi domestik.

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa kemandirian energi merupakan prasyarat utama bagi negara yang berdaulat. Menurutnya, ketergantungan pada pasokan energi dari luar negeri tidak sejalan dengan cita-cita kemerdekaan.

Read also:  Hotspot Kalbar Turun Tajam hingga 71%, Kemenhut Terus Perkuat Pengendalian Karhutla

“Tidak masuk akal suatu negara ingin merdeka kalau tergantung pangan dan energi dari luar negara tersebut. Kebutuhan pangan dan energi harus bisa kita hasilkan sendiri,” ujar Prabowo.

Ia juga menekankan besarnya potensi sumber daya energi nasional, mulai dari minyak dan gas, batubara, hingga panas bumi, yang harus dimanfaatkan secara optimal untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri dalam beberapa tahun ke depan.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyatakan bahwa beroperasinya RDMP Balikpapan merupakan tonggak penting dalam mewujudkan kedaulatan energi nasional. Selain menurunkan impor BBM dan LPG, proyek ini juga menghasilkan produk bahan bakar dengan standar emisi Euro V yang lebih ramah lingkungan.

Read also:  Tak Lagi Fokus Kayu, Kemenhut Buka 5,67 Juta Hektare Hutan untuk Pangan, Energi dan Karbon

“RDMP Kilang Balikpapan adalah bagian dari Asta Cita Presiden dalam mewujudkan kemandirian energi. Proyek ini meningkatkan kualitas produk dan mendukung transisi menuju energi yang lebih bersih,” kata Bahlil.

Proyek RDMP Balikpapan memiliki nilai investasi sekitar US$7,4 miliar atau setara Rp123 triliun. Pengembangan kilang ini meningkatkan kapasitas pengolahan dari 260 ribu barel per hari menjadi 360 ribu barel per hari, serta menaikkan Indeks Kompleksitas Kilang dari 3,7 menjadi 8. Persentase nilai produk juga meningkat menjadi 91,8 persen dari sebelumnya 75,3 persen.

Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri menjelaskan bahwa RDMP Balikpapan merupakan proyek terintegrasi dari hulu hingga hilir. Proyek ini didukung pembangunan pipa Senipah sepanjang 78 kilometer sebagai pasokan bahan baku, serta unit utama Residual Fluid Catalytic Cracking (RFCC) yang mengolah residu menjadi produk bernilai tambah tinggi.

Read also:  Sustainability Report Berbasis PSPK 1 dan 2 Mulai 2027, Perusahaan Perlu Segera Bersiap

“Kilang ini terintegrasi dengan terminal BBM Tanjung Batu berkapasitas 125 ribu kiloliter untuk melayani distribusi ke Indonesia bagian timur, serta fasilitas tangki di Lawe-Lawe dengan kapasitas penyimpanan hingga 2 juta barel,” ujar Simon.

Menurutnya, peresmian RDMP Balikpapan menandai hasil kerja panjang industri energi nasional dalam memperkuat kemandirian energi, meningkatkan efisiensi, serta mendukung ketahanan energi Indonesia secara berkelanjutan. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Kemenhut Ungkap Dua Badak Sumatera di SRS Way Kambas Bunting, Harapan Populasi Bertambah

Ecobiz.asia — Kabar baik datang dari Suaka Rhino Sumatera (SRS) Taman Nasional Way Kambas (TNWK). Dua induk badak sumatera betina, Ratu dan Delilah, kini...

Tak Hanya Proteksi dan Restorasi, BP-GMN Akan Sentuh Aspek Ekonomi Gambut dan Mangrove

Ecobiz.asia — Kementerian Kehutanan bersama Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi mematangkan pembentukan Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional (BP-GMN) dengan tiga mandat utama,...

Kolaborasi Pemerintah dan Pelaku Usaha Diperlukan untuk Cegah Karhutla

Ecobiz.asia — Pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) membutuhkan kolaborasi pemerintah dan pelaku usaha, mulai dari kesiapan sarana pemadaman, pemantauan hotspot, hingga pembenahan tata...

Indonesia Luncurkan SOIFO 2026 di Markas FAO Roma: 95,5 Juta Hektare Hutan Jadi Modal Ketahanan Pangan dan Iklim

Ecobiz.asia — Kementerian Kehutanan meluncurkan The State of Indonesia’s Forests 2026 (SOIFO 2026) di Sheikh Zayed Centre, Markas Besar Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan...

Pemerintah Matangkan Pembentukan BP-GMN, Rancang Mandat hingga Perpres

Ecobiz.asia — Pemerintah mulai mematangkan pembentukan Badan Pengelolaan Gambut dan Mangrove Nasional (BP-GMN) melalui perumusan mandat, struktur organisasi, hingga rancangan Peraturan Presiden (Perpres). Pembahasan dilakukan...

TOP STORIES

PLN EPI Uji Co-firing Amonia di PLTU Labuan Mulai 2027

Ecobiz.asia — PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) menargetkan uji coba co-firing amonia hingga 3% di PLTU Labuan pada 2027 sebagai tahap awal...

Potensi Kredit Karbon Riau Capai 11,7 Juta Ton CO₂e per Tahun, Nilainya Bisa US$235 Juta

Ecobiz.asia — Provinsi Riau memiliki potensi menghasilkan hingga 11,7 juta ton kredit karbon setara karbon dioksida (CO₂e) per tahun dari perlindungan hutan, pemulihan gambut,...

Kemenhut Ungkap Dua Badak Sumatera di SRS Way Kambas Bunting, Harapan Populasi Bertambah

Ecobiz.asia — Kabar baik datang dari Suaka Rhino Sumatera (SRS) Taman Nasional Way Kambas (TNWK). Dua induk badak sumatera betina, Ratu dan Delilah, kini...

Agrinas Palma dan IPB Bidik 1 Juta Hektare untuk Bioetanol E20, Targetkan 5 Juta Kiloliter/Tahun

Ecobiz.asia — PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) bersama IPB University menargetkan pengembangan 1 juta hektare lahan singkong, sorgum, dan jagung pada 2029 untuk mendukung...

Grup PHI Raih Tiga Penghargaan CSR & PDB 2026, BUMDes Bukit Raya Cetak Kontribusi PADes

Ecobiz.asia – Grup PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) meraih tiga penghargaan dalam ajang CSR & PDB (Pengembangan Desa Berkelanjutan) Award 2026, dengan salah satu...