PLN Adopsi Kerangka TNFD, Pastikan Laporan Kinerja Sesuai Standar Pengelolaan Alam Global

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia – PT PLN (Persero) menjadi perusahaan pertama di Indonesia yang mengadopsi Kerangka Kerja Pengungkapan Keuangan yang Berhubungan dengan Alam (Taskforce on Nature-related Financial Disclosures/TNFD). 

Langkah itu akan PLN memastikan bahwa laporan kinerjanya telah merujuk pada standar global pengelolaan Sumber Daya Alam (SDA) yang selaras dengan komitmen untuk mitigasi krisis iklim.

Sebelumnya, PLN telah melakukan penyelarasan Laporan Kinerja ESG (ESG Performance Report) Tahun 2022 dengan kerangka TNFD dan kali ini menerbitkan laporan TNFD secara terpisah. 

Baca juga: Pengembangan Unit 2 dan 3 PLTP Muara Laboh, Supreme Energy Teken Amandemen PPA dengan PLN 

PLN menggandeng WWF Indonesia sebagai mitra strategis untuk memastikan laporan yang dihasilkan tidak hanya memenuhi standar global TNFD, tetapi juga meningkatkan pengelolaan isu-isu terkait dengan alam secara lebih menyeluruh.

Read also:  PGE Bukukan Laba Bersih Tumbuh 15,48%, Bidik Kapasitas Panas Bumi 1 GW pada 2028

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan adopsi TNFD akan menjadi bekal penting untuk mengidentifikasi risiko, peluang, dampak, dan ketergantungan terhadap alam, sekaligus memberikan informasi transparan kepada segenap pemangku kepentingan.

“Kami bangga menjadi perusahaan pertama di Indonesia yang mengadopsi TNFD karena kami sangat menyadari pentingnya mengintegrasikan pengelolaan isu lingkungan ke dalam strategi bisnis perusahaan,” ucap Darmawan.

Darmawan melanjutkan, adopsi TNFD selaras dengan target Pemerintah Indonesia untuk mewujudkan dampak positif terhadap alam. 

Diketahui, target Pemerintah tersebut selaras dengan perjanjian Kunming-Montreal Global Biodiversity Framework (KM-GBF) dan juga strategi penyelamatan keanekaragaman hayati Indonesia yang ada di dalam dokumen Indonesian Biodiversity Strategy and Action Plan (IBSAP) 2025–2045.

Read also:  Grup Pertamina Hulu Indonesia Tanam 2.800 Mangrove, Perkuat Blue Carbon dan Ketahanan Pesisir

“Laporan TNFD ini menjadi bukti nyata komitmen Kami dalam mengintegrasikan aspek keberlanjutan secara menyeluruh. Melalui transparansi risiko dan dampak terhadap alam yang termuat dalam laporan ini, Kami berupaya membuktikan kepada masyarakat, lembaga jasa keuangan, komunitas dan investor tentang dedikasi kami dalam menjalankan bisnis ketenagalistrikan yang bertanggung jawab terhadap lingkungan,” lanjut Darmawan.

Darmawan menilai, dengan memetakan risiko yang berhubungan dengan alam, PLN lebih siap dalam merumuskan langkah-langkah mitigasi krisis iklim yang dibutuhkan. Terutama karena ketergantungan PLN pada sumber daya alam dalam pengembangan infrastruktur bisnis ketenagalistrikan.

Baca juga: Pertamina EP Pangkalan Susu Field-PLN Perluas Kerja Sama Dorong Transisi Energi Bersih

“Sehingga, laporan ini juga secara tidak langsung akan mendukung visi investor untuk menerapkan responsible investment dan menempatkan investasi pada perusahaan yang menerapkan aspek keberlanjutan,” imbuhnya.

Read also:  Dairi Prima Mineral Targetkan Konstruksi Tambang Bawah Tanah Dimulai Kuartal I-2027

Sementara itu, CEO Yayasan WWF Indonesia, Aditya Bayunanda mengungkapkan apresiasinya pada PLN atas peluncuran laporan TNFD ini.

“Kami mengapresiasi PLN atas peluncuran laporan TNFD ini, semoga PLN dapat terus meningkatkan aspek keberlanjutan operasionalnya,” tutur Aditya.

Dirinya berharap inisiatif PLN ini dapat diikuti oleh perusahaan dan lembaga lainnya untuk mewujudkan operasional bisnis yang memberikan dampak positif bagi alam.

“Kami berharap momentum baik ini dapat terus terjaga dengan menginspirasi perusahaan dan lembaga jasa keuangan lain, serta tentunya tercapainya target sesuai dengan target Pemerintah Indonesia untuk mewujudkan dampak positif bagi alam,” tutup Aditya. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Pertamina Lampaui Target Dekarbonisasi, Emisi Karbon Turun 118% di Atas RKAP

Ecobiz.asia – PT Pertamina (Persero) melampaui target program dekarbonisasi yang ditetapkan dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2026. Sepanjang semester I 2026, Pertamina...

Didukung APP Group, Persemaian Sriwijaya Kemampo Siap Dukung Gerakan ASRI Presiden Prabowo

Ecobiz.asia – Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni meresmikan Pusat Persemaian Sriwijaya Kemampo di Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Kemampo, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan,...

Pertama di Dunia, Terminal LPG Tanjung Sekong Pertamina Kantongi Sertifikat Green Terminal

Ecobiz.asia – Terminal LPG Tanjung Sekong milik PT Pertamina Energy Terminal (PET), anak usaha PT Pertamina International Shipping (PIS), menjadi terminal LPG pertama di...

Danantara Buka Lagi Pendaftaran Mitra Proyek PSEL, Bidik Investor Global

Ecobiz.asia – PT Danantara Investment Management (DIM) melalui anak usahanya PT Daya Energi Bersih Nusantara (Denera) kembali membuka pendaftaran Daftar Penyedia Terseleksi (DPT) untuk...

Perta Daya Gas Perkuat Infrastruktur Gas untuk Dukung Ketahanan Energi Nasional

Ecobiz.asia – PT Perta Daya Gas (PDG) menegaskan komitmennya memperkuat pengembangan infrastruktur dan layanan gas bumi guna mendukung ketahanan energi nasional di tengah meningkatnya...

TOP STORIES

VCarboN Eyes Compliance Carbon Markets, Seeks to Expand Indonesian Projects into South Korea

Ecobiz.asia – Indonesian carbon project developer VCarboN is looking beyond the voluntary carbon market (VCM) to tap compliance carbon markets, seeking to expand international...

Indonesia Expands GCF Results-Based Carbon Finance to 34 Provinces

Ecobiz.asia - Indonesia has expanded its Results-Based Payment (RBP) REDD+ Green Climate Fund (GCF) program to 34 provinces after adding 10 new provincial governments,...

RBP dan Voluntary Carbon Market Perkuat Ekosistem Perdagangan Karbon Kehutanan Indonesia

Ecobiz.asia – Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menegaskan mekanisme Results-Based Payment (RBP) dan pasar karbon sukarela (voluntary carbon market) menjadi instrumen yang saling melengkapi...

Sepuluh Provinsi Baru Terima Dana Karbon GCF, Total Komitmen Capai Rp761 Miliar

Ecobiz.asia – Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) menambah 10 provinsi penerima pendanaan Results-Based Payment (RBP) REDD+ Green Climate Fund (GCF). Dengan penambahan tersebut,...

Investasi Rp3 Triliun Masuk, PSEL Piyungan Ditargetkan Hasilkan Listrik 20 MW

Ecobiz.asia – Investasi sekitar Rp3 triliun akan digelontorkan untuk membangun fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di kawasan Piyungan, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY)....