Ecobiz.asia – PT Pertamina International Shipping (PIS) mengerahkan armada kapal dan meningkatkan kesiagaan pelaut untuk menjaga distribusi energi di tengah cuaca ekstrem yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra. Perusahaan juga menyalurkan bantuan logistik ke area yang terdampak banjir sejak akhir November 2025.
Pjs Corporate Secretary PIS, Vega Pita, mengatakan cuaca ekstrem menjadi tantangan bagi kapal pengangkut BBM dan LPG. PIS menerapkan sejumlah langkah mitigasi seperti pengalihan rute dan penyiapan tambahan armada untuk menjaga ketersediaan pasokan. “Kapal-kapal kami juga siap dioptimalkan untuk penyaluran bantuan ke wilayah terdampak banjir di Sumatra,” kata Vega, Kamis (4/12/2025).
Di Fuel Terminal Medan, tiga kapal pembawa 280 ribu barel Pertalite dan 30 ribu kiloliter solar yang sempat tertahan sejak 23 November 2025 akhirnya dapat bersandar pada 1 Desember 2025.
Selama penundaan, PIS berkoordinasi dengan Pertamina Patra Niaga melakukan alih distribusi dari IT Lhokseumawe, FT Kisaran, dan FT Siantar melalui truk tangki. PIS juga mempercepat suplai dengan mengoperasikan dua kapal tambahan yang membawa 100 ribu barel Pertalite dan 6.000 kiloliter solar yang tiba pada 28–29 November 2025.
Untuk wilayah terdampak banjir, PIS menyalurkan bantuan kebutuhan pokok melalui kapal tanker MT Kamojang dan MT Kasim dari Teluk Kabung menuju Sibolga.
Bantuan tersebut kemudian dipindahkan ke Kapal Mooring Boat Transko Tawes milik Pertamina Trans Kontinental sebelum diteruskan ke Pelabuhan Terminal BBM Sibolga.
Kapal Transko Tawes sempat kandas, sehingga bantuan dipindahkan kembali menggunakan perahu. PTK sebelumnya juga mengoperasikan kapal Transko Sikatan untuk mendistribusikan logistik ke Lhokseumawe.
Vega menyatakan PIS terus mempercepat penanganan hambatan distribusi energi di tengah kondisi cuaca buruk. “Kami berharap cuaca segera membaik agar distribusi energi dapat berjalan maksimal dan bantuan dapat diterima masyarakat terdampak,” ujarnya.
Sementara itu, tantangan pelayaran di tengah cuaca ekstrem juga disampaikan Captain Dona Kurnia, nakhoda kapal tanker PIS yang berlayar dari Cilacap menuju Wayame. Ia mengatakan angin kencang dan gelombang tinggi di Laut Bali dan Laut Banda menyebabkan kapal mengalami rolling serta mengharuskan kru memperketat prosedur keselamatan.
PIS menyiapkan 332 kapal tanker pengangkut minyak mentah, BBM, dan LPG untuk memastikan pasokan energi pada periode Natal dan Tahun Baru 2025/2026, serta 338 kapal pendukung dari PT Pertamina Trans Kontinental untuk kelancaran sandar dan bongkar muat di pelabuhan.
Selain menjaga pasokan energi, PIS juga menyalurkan bantuan bagi warga terdampak banjir di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat melalui koordinasi dengan BNPB dan lembaga kemanusiaan Filantra.
Bantuan diberikan melalui program Pertamina Peduli, mencakup selimut, perlengkapan sanitasi, dan kebutuhan harian lainnya. Bantuan akan disalurkan secara bertahap. ***




