Indocement Manfaatkan RDF dari Sampah Perkotaan Kabupaten Paser sebagai Bahan Bakar Alternatif

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia — PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. (Indocement) menjalin kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Paser untuk memanfaatkan refuse-derived fuel (RDF) yang dihasilkan dari pengolahan sampah perkotaan sebagai bahan bakar alternatif bagi industri semen.

Kolaborasi ini merupakan bagian dari upaya percepatan pengelolaan sampah di Kabupaten Paser, yang pada 2023 mencatat timbulan sampah lebih dari 121 ton per hari.

Dikutip dari akun resmi media sosial Indocement, Selasa (24/2/2026), penandatanganan disaksikan oleh Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq, Presiden Direktur Indocement Christian Kartawijaya, serta Direktur Indocement Oey Marcos. Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) yang berlangsung di Jakarta pada 12 Februari 2026.

Read also:  Pertamina NRE Bangun Pusat Pengembangan Bioetanol di Lampung, Bidik Produksi 1 Juta KL

Pemkab Paser saat ini mengoperasikan dua Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST), yakni TPST Janju dengan kapasitas 10 ton per jam dan TPST Songka berkapasitas 5 ton per jam. Kedua fasilitas tersebut akan memproduksi RDF untuk mendukung kebutuhan bahan bakar alternatif Indocement.

Christian Kartawijaya mengatakan pemanfaatan RDF dari Kabupaten Paser sejalan dengan komitmen perusahaan dalam meningkatkan penggunaan energi ramah lingkungan pada fasilitas produksi semen.

Read also:  Magnifina Bawa PHR Berjaya di ENSIA 2026, Pemberdayaan Pembudidaya Ikan Hasilkan Dampak Ekonomi dan Lingkungan

Ia menilai inisiatif tersebut berpotensi menjadi contoh kolaborasi pengelolaan sampah berkelanjutan antara pemerintah daerah dan sektor industri.

Kerja sama ini juga dinilai memperkuat upaya Indocement dalam mendukung ekonomi sirkular, mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil, serta mendorong penerapan sistem pengelolaan sampah yang modern, efektif, efisien, dan berwawasan lingkungan di daerah.

Read also:  IIF Kantongi Akreditasi GCF, Buka Akses Pendanaan Iklim Global untuk Infrastruktur Berkelanjutan

Sementara itu, Hanif Faisol Nurofiq mengapresiasi langkah cepat Pemerintah Kabupaten Paser dalam menerapkan pengolahan sampah berbasis teknologi. Menurutnya, RDF memiliki potensi menciptakan nilai ekonomi sekaligus mengurangi beban tempat pembuangan akhir melalui pendekatan pengelolaan sampah nol residu. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

PDC Perkuat Usaha Tempe Santri di Indramayu, Produksi Tembus 3 Ton per Bulan dan Pasok MBG

Ecobiz.asia – Usaha tempe yang dikelola Pondok Pesantren Tarbiyatul Athfal, Temiyangsari, Kecamatan Kroya, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, kini mampu memproduksi sekitar 3 ton tempe...

PDC Buka Dapur Rig ke Media, Kualitas dan Keamanan Pangan Jadi Pendukung Operasi Pengeboran

Ecobiz.asia – PT Patra Drilling Contractor (PDC) mengajak 16 awak media nasional melihat langsung kegiatan pemberdayaan masyarakat dan operasional layanan Food & Lodging Services...

Industri Mulai Lirik PLTS, Biaya dan dan Regulasi Jadi Batu Sandungan

Ecobiz.asia — Adopsi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) atau solar photovoltaic (PV) di sektor industri Indonesia diperkirakan terus tumbuh dalam tiga hingga lima tahun...

PHKT Kenalkan Praktik Keselamatan Hulu Migas kepada Mahasiswa ITK, Bahas Pengendalian Bahaya hingga Kesiapan Operasi

Ecobiz.asia – PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PHKT) memperkuat pengenalan praktik keselamatan industri hulu migas kepada mahasiswa melalui kunjungan industri mahasiswa Program Studi Rekayasa...

Sampah Mulai Dibidik Jadi Sumber Energi dan Bahan Baku Industri

Ecobiz.asia — Pengelolaan sampah mulai bergeser dari sekadar persoalan lingkungan menjadi bagian dari peluang transisi energi dan pengembangan sumber daya baru. Pertamina New &...

TOP STORIES

Indonesia Opens 5.67 Million Hectares of Forest for Food, Energy and Carbon Projects

Ecobiz.asia – Indonesia’s Ministry of Forestry has designated around 5.67 million hectares of forest areas for a broader range of uses, including food production,...

PDC Perkuat Usaha Tempe Santri di Indramayu, Produksi Tembus 3 Ton per Bulan dan Pasok MBG

Ecobiz.asia – Usaha tempe yang dikelola Pondok Pesantren Tarbiyatul Athfal, Temiyangsari, Kecamatan Kroya, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, kini mampu memproduksi sekitar 3 ton tempe...

PDC Buka Dapur Rig ke Media, Kualitas dan Keamanan Pangan Jadi Pendukung Operasi Pengeboran

Ecobiz.asia – PT Patra Drilling Contractor (PDC) mengajak 16 awak media nasional melihat langsung kegiatan pemberdayaan masyarakat dan operasional layanan Food & Lodging Services...

Tak Lagi Fokus Kayu, Kemenhut Buka 5,67 Juta Hektare Hutan untuk Pangan, Energi dan Karbon

Ecobiz.asia - Kementerian Kehutanan mengarahkan sekitar 5,67 juta hektare kawasan hutan untuk pemanfaatan yang lebih beragam, mulai dari pangan dan energi hingga hasil hutan...

KLH Siapkan Standar Pengelolaan E-Waste, Sektor Informal Jadi Tantangan

Ecobiz.asia — Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) menyiapkan standar baku pengelolaan limbah elektronik (e-waste) dari hulu hingga hilir, menyusul meningkatnya penggunaan perangkat...