PHR Promosikan Agroforestri, Gajah dan Petani di Bengkalis Kini Hidup Harmonis

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia – Warga di Desa Pinggir, Kecamatan Pinggir, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau kini hidup berdampingan dengan gajah sumatera berkat penerapan pola budidaya agroforestri pada areal perkebunan yang dikelola petani.

Warga mendapat edukasi dan sosialisasi agroforestri melalui Rimba Satwa Foundation (RSF) yang merupakan mitra program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) PT Pertamina Hulu Rokan (PHR).

Suparto, seorang petani sekaligus Sekretaris Kelompok Tani Hutan (KTH) Alam Pusaka Jaya menceritakan, konflik antara petani dan gajah kerap terjadi di desa Pinggir pada masa lalu.

Kawanan gajah kerap masuk ke areal perkebunan untuk mencari makan. “Warga yang kesal, selalu mengusir gajah dengan petasan,” katanya dikutip, Rabu 14 Agustus 2024.

Baca juga: Lakukan Konservasi Mangrove di Bandar Bakau, PHR Kurangi Emisi Karbon Setara Emisi 845 Mobil

Read also:  MNK Rokan Jadi Pijakan Awal Pertamina Kembangkan Ekosistem Migas Non-Konvensional

Namun kini, Suparto dan para warga setempat kini telah berdamai. Sejak mengenal Rimba Satwa Foundation (RSF) Suparto dan rekan-rekannya pun akhirnya mendapatkan edukasi dan sosialisasi.

Masyarakat mendapatkan solusi jangka panjang dengan menjalankan program agroforestri. Mereka pun mulai menanam tanaman yang tidak disukai gajah namun memiliki nilai ekonomi tinggi di lahan-lahan mereka.

“Kami diberikan edukasi oleh PHR dan RSF, hingga terbentuklah KTH Alam Pusaka Jaya ini,” kenangnya.

Jenis tanaman yang dipilih adalah tanaman yang rendah gangguan dari gajah, tetapi bernilai ekonomi tinggi, meliputi durian, matoa, kopi, alpukat, dan aren. 

Mereka juga melakukan rehabilitasi habitat dengan menambah volume tumbuhan yang menjadi pakan gajah. Mereka menggarap budidaya rumput odot (Pennisetum purpureum) yang disukai gajah. Rumput itu dipelihara di sebuah pekarangan kecil di belakang rumah-rumah warga.

Read also:  PHE Raih Impact Masters Awards 2026, Perkuat Komitmen Pemberdayaan Masyarakat

Baca juga: Kaya Keanekaragaman Hayati, Lahan Reklamasi KPC Jadi Rumah Baru Bagi Orangutan

Saat ukurannya cukup besar, rumput-rumput itu kemudian ditanam kembali di koridor jalur gajah, tepi sungai, atau batas-batas kebun masyarakat. Tujuannya agar gajah tetap berada di jalurnya dan mendapatkan sumber makanan. Dengan cara ini, permukiman dan kebun warga tetap aman dari gajah, dan mereka dapat hidup berdampingan.

“Program ini sangat membantu dalam mengatasi interaksi negatif dengan gajah, sehingga konflik antara gajah dan manusia mengecil,” kata Suparto.

asSuparto

Terpisah, Corporate Secretary PHR WK Rokan, Rudi Ariffianto menjelaskan, bahwa upaya-upaya konkret tersebut merupakan implementasi dari program TJSL. 

PHR bekerja sama dengan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau dan Rimba Satwa Foundation (RSF) terus berupaya melindungi dan melestarikan gajah dan habitatnya. 

Read also:  PAG Kembangkan Bisnis Gassing Up-Cooling Down di Terminal LNG Arun

Baca juga: Peluncuran IBSAP 2025-2045, Wapres: Keanekaragaman hayati Sumber Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan

“Gajah adalah hewan yang penting bagi ekosistem, dan mereka memainkan peran penting dalam menjaga keseimbangan alam,” kata Rudi.

Dijelaskannya, strategi untuk mewujudkan konservasi gajah yang telah dilakukan seperti pemanfaatan teknologi dengan pemasangan GPS Collar, penguatan sinergi pengembangan masyarakat untuk edukasi, pengembangan habitat dan koridor untuk gajah, serta pertanian agroforestri.

Inisiatif program agroforestri ini memiliki manfaat yang multi dimensi. Selain mendukung pengurangan jejak karbon melalui penanaman pohon, menjaga keanekaragaman hayati, memberdayakan ekonomi masyarakat, juga memperbesar ruang di mana gajah dapat diterima oleh masyarakat. Dengan demikian ruang-ruang yang berpotensi konflik akan mengecil. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Agrinas Palma dan IPB Bidik 1 Juta Hektare untuk Bioetanol E20, Targetkan 5 Juta Kiloliter/Tahun

Ecobiz.asia — PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) bersama IPB University menargetkan pengembangan 1 juta hektare lahan singkong, sorgum, dan jagung pada 2029 untuk mendukung...

Grup PHI Raih Tiga Penghargaan CSR & PDB 2026, BUMDes Bukit Raya Cetak Kontribusi PADes

Ecobiz.asia – Grup PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) meraih tiga penghargaan dalam ajang CSR & PDB (Pengembangan Desa Berkelanjutan) Award 2026, dengan salah satu...

PLN Nusantara Power Dorong Ekonomi Warga melalui Pengelolaan Sungai Maron Berkelanjutan

Ecobiz.asia -- PT PLN Nusantara Power (PLN NP) mendorong pengembangan Sungai Maron, Pacitan, Jawa Timur, tidak hanya sebagai kawasan wisata berbasis alam, tetapi juga...

Bali World of Care Dorong Mangrove Jadi Aset Blue Carbon Bernilai Ekonomi

Ecobiz.asia – Konservasi mangrove mulai didorong tidak hanya sebagai upaya pemulihan ekosistem pesisir, tetapi juga sebagai bagian dari pengembangan blue carbon yang dapat membuka...

PGE Dorong Pengembangan Panas Bumi Berbasis Konservasi Satwa Endemik, Kembangkan Agroforestri Aren

Ecobiz.asia – PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) Area Lahendong, Sulawesi Utara, mengembangkan konservasi keanekaragaman hayati dengan melindungi satwa endemik Yaki (Macaca nigra) sekaligus...

TOP STORIES

Kemenhut Ungkap Dua Badak Sumatera di SRS Way Kambas Bunting, Harapan Populasi Bertambah

Ecobiz.asia — Kabar baik datang dari Suaka Rhino Sumatera (SRS) Taman Nasional Way Kambas (TNWK). Dua induk badak sumatera betina, Ratu dan Delilah, kini...

Agrinas Palma dan IPB Bidik 1 Juta Hektare untuk Bioetanol E20, Targetkan 5 Juta Kiloliter/Tahun

Ecobiz.asia — PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) bersama IPB University menargetkan pengembangan 1 juta hektare lahan singkong, sorgum, dan jagung pada 2029 untuk mendukung...

Grup PHI Raih Tiga Penghargaan CSR & PDB 2026, BUMDes Bukit Raya Cetak Kontribusi PADes

Ecobiz.asia – Grup PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) meraih tiga penghargaan dalam ajang CSR & PDB (Pengembangan Desa Berkelanjutan) Award 2026, dengan salah satu...

Tak Hanya Proteksi dan Restorasi, BP-GMN Akan Sentuh Aspek Ekonomi Gambut dan Mangrove

Ecobiz.asia — Kementerian Kehutanan bersama Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi mematangkan pembentukan Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional (BP-GMN) dengan tiga mandat utama,...

Kolaborasi Pemerintah dan Pelaku Usaha Diperlukan untuk Cegah Karhutla

Ecobiz.asia — Pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) membutuhkan kolaborasi pemerintah dan pelaku usaha, mulai dari kesiapan sarana pemadaman, pemantauan hotspot, hingga pembenahan tata...