Kolaborasi Pertamina EP-UBT Raih Penghargaan Kemdiktisaintek, Sukses Bangun Sinergi Industri dan Perguruan Tinggi

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia – PT Pertamina EP (PEP) Tarakan Field Regional Kalimantan menerima penghargaan tertinggi Anugerah Distiksaintek Republik Indonesia dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) atas kesuksesan kolaborasi dengan Universitas Borneo Tarakan (UBT) di bawah payung Program Kedaireka. 

PEP Tarakan Field dan UBT ditahbiskan sebagai Mitra Kolaborasi Terbaik dan Inovatif atas keberhasilan program sinergi antara mitra industri dan perguruan tinggi yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat, pengembangan potensi lokal, dan peningkatan kualitas pendidikan.

Field Manager Tarakan, Cahyo Tri Mulyanto, mengungkapkan rasa bangga dan apresiasinya atas penghargaan yang diterima. 

Baca juga: ESSA Rambah Bisnis Sustainable Aviation Fuel (SAF), Siapkan Pabrik Berkapasitas 150.000 MT

Read also:  Perkuat Budaya Keselamatan Kerja Hulu Migas, PHI Luncurkan Kartu Stop Work Authority

“Kami mengucapkan terima kasih atas kesempatan dan juga apresiasi yang diberikan sehingga memacu kami untuk terus berinovasi dan berkontribusi, salah satunya melalui pemanfaatan platform Kedaireka yang mencakup berbagai macam kegiatan,” katanya dalam keterangan yang diterima, Selasa (24/12/2024). 

Penyerahan Anugerah Distiksaintek berlangsung di Graha Diktisaintek, Gedung D Lantai 2, Jakarta, pada 13 Desember 2024. 

Penghargaan yang diberikan tersebut sejalan dengan semangat Program Kedaireka yang mengedepankan pendekatan berbasis kemitraan untuk menciptakan dampak sosial dan ekonomi yang berkelanjutan.

Program Kedaireka adalah inisiatif strategis yang diluncurkan oleh Kemdiktisaintek yang menjadi platform kolaborasi antara perguruan tinggi dan mitra industri. 

Read also:  PLN Operasikan SUTT Blangpidie–Tapak Tuan, Kurangi Ketergantungan PLTD di Aceh Selatan

Baca juga: Dukung SDGs, Elnusa Edukasi Kesehatan Reproduksi Remaja Lewat CSR Adiwiyata

Program itu bertujuan mengintegrasikan ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi ke dalam solusi nyata yang mendukung pembangunan berkelanjutan di berbagai sektor. 

Platform Kedaireka menjadi wadah kolaborasi strategis dan inovatif antara PEP Tarakan Field dan UBT dalam menerapkan berbagai inisiatif yang sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan.

Salah satu program unggulan hasil kolaborasi PEP Tarakan Field dan UBT adalah Program Disabilitas Batik, berupa pelatihan membatik kepada penyandang disabilitas. 

“Program ini tidak hanya mendukung penciptaan peluang ekonomi baru, tetapi juga mempromosikan kesetaraan gender serta memberdayakan kelompok rentan yang seringkali terpinggirkan. Manfaat dari program ini sangat nyata bagi masyarakat,” ujar Cahyo.

Read also:  Dairi Prima Mineral Beri Beasiswa ke Siswa Dairi untuk Studi di China

Baca juga: Pastikan Pasokan Listrik Aman Selama Nataru, Menteri Bahlil Sidak ke PLTU Suralaya

Contoh program lainnya adalah Edukasi Dunia Migas, yang dirancang untuk memberikan akses lebih luas bagi mahasiswa UBT untuk meningkatkan pemahaman mengenai sektor hulu migas. 

Program ini memberikan kesempatan untuk melakukan kunjungan industri, program magang, dan sesi berbagi ilmu. Para peserta dipersiapkan untuk menghadapi tantangan di industri energi sekaligus meningkatkan wawasan dan keterampilan mereka di bidang tersebut. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

PGN Perkuat Integrasi Infrastruktur Gas untuk Perluas Akses Energi Bersih

Ecobiz.asia -- PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN), Subholding Gas PT Pertamina (Persero), terus memperkuat pengembangan infrastruktur gas bumi nasional guna memperluas akses energi...

Chandra Asri Pasok Aspal Plastik Daur Ulang di Proyek Jalan PLTU Jawa 9 dan 10

Ecobiz.asia — Produsen petrokimia PT Chandra Asri Pacific Tbk memasok material plastik daur ulang untuk campuran aspal plastik yang digunakan pada pembangunan jalan di...

Kemenhut Luncurkan Program Ramah Hewan, Sediakan 10 Titik “Tempat Traktir Kucing”

Ecobiz.asia — Kementerian Kehutanan (Kemenhut) meluncurkan program “Kemenhut Ramah Hewan” dengan menyediakan 10 titik “Tempat Traktir Kucing” di lingkungan kompleks Kemenhut Manggala Wanabakti Jakarta,...

PGE Bidik Rekor Produksi Listrik 5.255 GWh pada 2026, Begini Caranya

Ecobiz.asia — PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) menargetkan produksi listrik mencapai sekitar 5.255 gigawatt hour (GWh) pada 2026 atau tumbuh sekitar 3,14% secara...

PHM Gelar Safari Ramadan di Balikpapan, Salurkan Bantuan untuk Anak Disabilitas

Ecobiz.asia -- PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) bersama Badan Dakwah Islam (BDI) PHM menggelar kegiatan Safari Ramadan di Balikpapan pada akhir pekan lalu sebagai...

TOP STORIES

Indonesia Removes Sea Sand Export Provision in New Marine Sedimentation Rule

Ecobiz.asia — Indonesia’s Ministry of Marine Affairs and Fisheries has issued a new regulation revising the implementation rules for managing marine sedimentation, including the...

KKP Terbitkan Permen KP 6/2026, Ketentuan Ekspor Pasir Laut Dihapus

Ecobiz.asia — Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menerbitkan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan (Permen KP) Nomor 6 Tahun 2026 yang mengubah ketentuan pelaksanaan pengelolaan...

Indonesia Prepares Seagrass Emissions Baseline to Strengthen Blue Carbon Management

Ecobiz.asia — Indonesia’s Ministry of Marine Affairs and Fisheries is preparing a greenhouse gas emissions baseline for seagrass ecosystems as part of efforts to...

KKP Susun Baseline Emisi Ekosistem Lamun, Pondasi Penting Pengelolaan Karbon Biru

Ecobiz.asia — Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyusun baseline emisi gas rumah kaca (GRK) dari ekosistem lamun sebagai langkah memperkuat tata kelola karbon biru...

PGN Perkuat Integrasi Infrastruktur Gas untuk Perluas Akses Energi Bersih

Ecobiz.asia -- PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN), Subholding Gas PT Pertamina (Persero), terus memperkuat pengembangan infrastruktur gas bumi nasional guna memperluas akses energi...