Kemenperin Siapkan SDM Bersertifikat untuk Optimalkan Potensi Bambu Nasional

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia — Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memperkuat pengembangan ekosistem industri bambu nasional dari hulu hingga hilir untuk meningkatkan nilai tambah, daya saing industri, sekaligus mendukung ekonomi hijau dan sirkular.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan Indonesia memiliki potensi bambu yang sangat besar dengan lebih dari 125 jenis bambu yang tersebar di berbagai wilayah. Dengan sumber daya tersebut, Indonesia menempati peringkat ketiga dunia sebagai negara dengan bahan baku bambu terbesar.

“Potensi ini sangat besar, namun pemanfaatan bambu di dalam negeri masih didominasi metode konvensional sehingga nilai tambahnya belum optimal,” kata Agus dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (3/1/2026).

Menurutnya, Kemenperin mendorong penguatan industri hilir bambu, terutama untuk sektor konstruksi, furnitur, dan produk bernilai tambah lain, termasuk pangan fungsional. Bambu dinilai memiliki karakter mekanis yang kuat, lentur, mudah dibentuk, serta lebih tahan terhadap guncangan, sehingga cocok sebagai substitusi kayu dan material konstruksi di wilayah rawan gempa.

Read also:  Komunitas Iklim Asia Tenggara Desak Bank Dunia dan IMF Alihkan Pembiayaan ke Ekonomi Regeneratif

Pengembangan industri bambu telah menjadi program lintas kementerian sejak terbitnya Peraturan Presiden tentang Strategi Nasional Bambu Terintegrasi Hulu–Hilir pada 2022. Saat ini, Kemenperin tengah menyusun peta jalan pengembangan ekosistem industri bambu terintegrasi yang mencakup agroforestri, teknologi pascapanen, sentra bambu, hingga pembangunan pusat logistik bambu.

Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Industri Agro Kemenperin Putu Juli Ardika menyebut peluang industri bambu nasional sangat besar, seiring meningkatnya permintaan global terhadap produk bambu bernilai tambah.

Read also:  Indonesia-Norwegia Luncurkan Layanan Dana Masyarakat FOLU Net Sink Periode Kelima, Targetkan 300 Kelompok

“Permintaan ekspor lantai kontainer berbahan bambu mencapai sekitar 1.500 meter kubik per bulan, sementara kapasitas produksi nasional baru sekitar 30 meter kubik per bulan. Ini menunjukkan peluang ekspansi yang sangat besar,” ujarnya.

Di pasar domestik, permintaan juga meningkat, terutama untuk pembangunan kawasan pariwisata seperti Bali, Mandalika, Lombok, dan Labuan Bajo. Bangunan berbasis bambu bahkan memiliki nilai ekonomi tinggi, dengan harga mencapai Rp12 juta per meter persegi dan tingkat pengembalian investasi yang lebih cepat dibanding konstruksi beton.

Untuk mengatasi keterbatasan sumber daya manusia dan bahan baku berkualitas, Kemenperin menginisiasi pembentukan Akademi Komunitas Bambu (AKB). Program ini fokus pada pelatihan pengolahan bambu dari hulu hingga pascapanen dengan skema 70 persen praktik dan 30 persen teori, serta diarahkan menghasilkan tenaga kerja bersertifikat kompetensi.

Read also:  PBPH Antusias Terapkan Multiusaha Kehutanan, Padukan Kayu dengan Agroforestri dan Karbon

AKB telah mulai diimplementasikan di Bali pada 2025 dan akan menjadi dasar penyusunan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) Bambu. Selain itu, Kemenperin menilai Bangli berpotensi dikembangkan sebagai pusat logistik bambu nasional, didukung ketersediaan bahan baku, mesin pengolahan, serta sentra industri kecil dan menengah.

Dengan penguatan SDM, standardisasi, dan ekosistem industri, Kemenperin optimistis industri bambu nasional dapat tumbuh berdaya saing global sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Komunitas Iklim Asia Tenggara Desak Bank Dunia dan IMF Alihkan Pembiayaan ke Ekonomi Regeneratif

Ecobiz.asia – Komunitas iklim Asia Tenggara mendesak Bank Dunia (World Bank) dan Dana Moneter Internasional (IMF) mengubah arah kebijakan pembiayaan global dengan mengutamakan pemulihan...

PBPH Antusias Terapkan Multiusaha Kehutanan, Padukan Kayu dengan Agroforestri dan Karbon

Ecobiz.asia — Pemegang Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) mulai melihat model bisnis Multiusaha Kehutanan (MUK) sebagai peluang untuk mendiversifikasi usaha di tengah tekanan terhadap...

Kadin-Kemenhut Luncurkan Lima Proyek Multiusaha Kehutanan, Optimalkan Potensi Hutan dengan Agroforestri

Ecobiz.asia — KADIN Regenerative Forest Business Hub dan Kementerian Kehutanan meluncurkan proyek percontohan Multiusaha Kehutanan (MUK) di lima lokasi untuk mengoptimalkan potensi hutan melalui...

Indonesia-Norwegia Luncurkan Layanan Dana Masyarakat FOLU Net Sink Periode Kelima, Targetkan 300 Kelompok

Ecobiz.asia — Indonesia dan Norwegia kembali memperluas dukungan pendanaan berbasis masyarakat untuk agenda FOLU Net Sink 2030. Pada periode kelima, Layanan Dana Masyarakat FOLU Net...

Petani Sawit Kecil Siap Hadapi EUDR Tapi Pertanyakan Insentif

Ecobiz.asia – Petani sawit kecil menyatakan siap memenuhi standar European Union Deforestation Regulation (EUDR), namun masih mempertanyakan dukungan dan insentif ekonomi untuk menanggung biaya...

TOP STORIES

ADM Capital Buka Peluang Pembiayaan Karbon di Riau, Integritas Proyek Jadi Kunci

Ecobiz.asia – Pengelola investasi ADM Capital menjajaki peluang pembiayaan proyek karbon di Riau setelah mulai menilai sejumlah proyek di pasar karbon sukarela di Kalimantan. Investment...

Calon Pembeli Internasional Menunggu, Riau Minta Percepatan Registrasi Program Karbon ART-TREES

Ecobiz.asia – Pemerintah Provinsi Riau meminta pemerintah pusat mempercepat registrasi program karbon hutan GREEN for Riau melalui standar Architecture for REDD+ Transactions–The REDD+ Environmental...

Selandia Baru Lanjutkan Program Energi Terbarukan di Maluku, Target Kurangi Ketergantungan Bahan Bakar Fosil

Ecobiz.asia – Program pengembangan energi terbarukan di Provinsi Maluku memasuki fase kedua melalui kemitraan Pemerintah Selandia Baru dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral...

Kabar Melegakan! Hotspot Terus Turun Jadi 93 Titik, Kemenhut Pastikan Tetap Siaga Kendalikan Karhutla

Ecobiz.asia — Penurunan jumlah titik panas (hotspot) dengan tingkat kepercayaan tinggi di Indonesia menjadi 93 titik pada Senin (26/10/2026), dari 147 titik sehari sebelumnya,...

PLTS Terapung Karangkates Capai 70% Konstruksi, Bidik Produksi Listrik Perdana Desember

Ecobiz.asia -- PT PLN Nusantara Power (PLN NP) mencatat progres konstruksi infrastruktur Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung Karangkates di Kabupaten Malang, Jawa Timur,...