Kemenko Marves Dorong Perdagangan Karbon Lintas Sektor, Tiga Area Pengembangan Jadi Sorotan

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia – Bursa Karbon Indonesia (IDXCarbon) telah beroperasi secara resmi selama satu tahun.Selama periode tersebut jumlah Sertifikat Pengurangan Emisi Gas Rumah Kaca (SPE-GRK) yang diperdagangkan mencapai 613.894 ton CO2e dengan nilai transaksi Rp37,06 miliar. 

Menanggapi perkembangan bursa karbon, Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan Lingkungan dan Kehutanan, Nani Hendiarti menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor 

“Kita perlu mempersiapkan implementasi perdagangan emisi lintas sektor agar perdagangan emisi dapat berkembang. Meskipun kami memulai dengan satu sektor, kami berharap dapat menambah lebih banyak sektor di masa depan,” tuturnya saat peringatan satu tahun IDXCarbon, Rabu, 3 Oktober 2024.

Read also:  Mentan Terbitkan Permentan 18/2026, Atur Perdagangan Karbon Sektor Pertanian

Baca juga: Regulasi Saat Ini Masih Parsial, DPR Periode 2024-2029 Siapkan Undang-undang Perkuat Perdagangan Karbon

Deputi Nani juga menyoroti tiga area area fokus utama untuk pengembangan di masa depan. Pertama memperkuat sistem registri menggunakan teknologi blockchain. Kedua, mempercepat perdagangan emisi domestik (ETS) lintas sektor. Dan ketiga, memperkuat kerangka kerja kelembagaan.
 
Direktur Utama BEI, Iman Rachman mengungkapkan pencapaian bursa yang luar biasa sejak diluncurkan oleh Presiden Joko Widodo pada 26 September 2023. 

Read also:  Sang Hyang Seri dan Legasi Alam Kembangkan Biochar, Bidik Peluang Perdagangan Karbon

“Kami telah melihat pertumbuhan yang luar biasa partisipasi masyarakat. Jumlah pengguna jasa bursa karbon telah meningkat secara signifikan, dan kami telah memfasilitasi perdagangan 613.738 ton CO2e, dengan lebih dari 420.150 ton yang telah dimanfaatkan,” katanya.
 
Iman juga menekankan posisi kompetitif IDXCarbon bahwa akumulasi volume transaksi kami melampaui volume transaksi Bursa Karbon lainnya di kawasan ini, seperti Bursa Karbon Malaysia dan Bursa Karbon Jepang.

Read also:  KLH Dorong Pemda Beralih ke Ekonomi Restoratif, Karbon Bisa Jadi Sumber Pembiayaan

Baca juga: Setahun Beroperasi, Bursa Karbon Indonesia Catat Nilai Transaksi Rp37,06 Miliar, BEI: Pengguna Jasa Terus Bertumbuh

Direktur Mobilisasi Sumber Daya Sektoral dan Daerah di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Wahyu Marjaka menekankan komitmen Indonesia terhadap aksi iklim. 

“Indonesia telah meningkatkan target pengurangan emisi dari 29% menjadi 31,89% melalui pendanaan nasional dari 41% menjadi 43,20% melalui dukungan internasional yang disampaikan melalui UNFCCC,” jelasnya.  ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Uni Eropa Sepakati Kenaikan Ambang Penghapusan Kuota Karbon, Jaga Stabilitas Pasar

Ecobiz.asia – Dewan Uni Eropa dan Parlemen Eropa mencapai kesepakatan sementara untuk menaikkan ambang penghapusan kuota emisi dalam Market Stability Reserve (MSR) dari 400...

KLH Dorong Pemda Beralih ke Ekonomi Restoratif, Karbon Bisa Jadi Sumber Pembiayaan

Ecobiz.asia – Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) mendorong pemerintah daerah menggeser pendekatan pembangunan dari model ekstraktif menuju ekonomi restoratif yang tidak hanya...

Sang Hyang Seri dan Legasi Alam Kembangkan Biochar, Bidik Peluang Perdagangan Karbon

Ecobiz.asia – PT Sang Hyang Seri (Persero) menjajaki pengembangan teknologi biochar untuk meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus membuka peluang perdagangan karbon melalui penyimpanan karbon jangka...

Mentan Terbitkan Permentan 18/2026, Atur Perdagangan Karbon Sektor Pertanian

Ecobiz.asia – Kementerian Pertanian mengatur tata cara perdagangan karbon melalui mekanisme offset emisi gas rumah kaca (GRK) di sektor pertanian, mencakup subsektor persawahan, peternakan,...

Kemenhut: GANISPH Dibutuhkan untuk Perkuat Ekosistem Perdagangan Karbon Kehutanan

Ecobiz.asia – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menilai tenaga teknis pengelolaan hutan (GANISPH) akan memegang peran penting dalam ekosistem perdagangan karbon, seiring berkembangnya pemanfaatan hutan yang...

TOP STORIES

PHE Andalkan Teknologi Geosains untuk Optimalkan Potensi Migas Nasional

Ecobiz.asia — PT Pertamina Hulu Energi (PHE), Subholding Upstream Pertamina, mendorong pemanfaatan teknologi geosains untuk meningkatkan keberhasilan eksplorasi dan mengoptimalkan produksi lapangan minyak dan...

Pertagas Kerahkan Tim Tanggap Darurat untuk Bantu Penanganan Karhutla di Sumsel

Ecobiz.asia -- PT Pertamina Gas (Pertagas), bagian dari Subholding Gas Pertamina, mengerahkan tim tanggap darurat dan mobil pemadam kebakaran untuk membantu penanganan kebakaran hutan...

Uni Eropa Sepakati Kenaikan Ambang Penghapusan Kuota Karbon, Jaga Stabilitas Pasar

Ecobiz.asia – Dewan Uni Eropa dan Parlemen Eropa mencapai kesepakatan sementara untuk menaikkan ambang penghapusan kuota emisi dalam Market Stability Reserve (MSR) dari 400...

IWC-11 Dorong Pembiayaan Inovatif untuk Perluas Solusi Pengelolaan Perairan Berkelanjutan

Ecobiz.asia – Pembiayaan inovatif dan keterlibatan masyarakat menjadi kunci untuk memperluas penerapan solusi pengelolaan perairan, mulai dari konservasi pesisir hingga penanganan sampah plastik. Isu...

PEP Tanjung Salurkan 1,16 Juta Liter Air Bersih untuk Atasi Kekeringan dan Karhutla di Tabalong

Ecobiz.asia – PT Pertamina EP (PEP) Tanjung Field menyalurkan 1,156 juta liter air bersih untuk membantu masyarakat menghadapi kekeringan sekaligus mendukung penanganan kebakaran hutan...