JICA Kucurkan Pinjaman Rp3 Triliun untuk Proyek Panas Bumi Hululais

MORE ARTICLES

ecobiz.asia — Japan International Cooperation Agency (JICA) menandatangani perjanjian pinjaman Official Development Assistance (ODA) dengan Pemerintah Indonesia senilai ¥29,16 miliar (sekitar Rp3 Triliun) untuk mendukung pengembangan Proyek Panas Bumi Hululais.

Perjanjian tersebut diteken di Jakarta pada 30 Maret 2026 oleh Suminto selaku Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan dan Chief Representative JICA Indonesia Takeda Sachiko.

Dalam skema pembiayaan ini, JICA menetapkan suku bunga sebesar 0,3% untuk proyek utama dan 0,01% untuk jasa konsultasi, dengan tenor pinjaman 30 tahun termasuk masa tenggang 10 tahun. Proyek yang ditargetkan rampung pada 2030 ini akan dilaksanakan oleh PT Perusahaan Listrik Negara (PLN).

Read also:  Menhut Tegaskan Tidak Ada Pelepasan Kawasan Hutan Sejengkal Pun di Kuantan Singingi (Kuansing)

Proyek panas bumi Hululais yang berlokasi di Provinsi Bengkulu ditujukan untuk memperkuat pasokan listrik di sistem Sumatra sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi regional dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Selain itu, proyek ini juga berkontribusi pada penurunan emisi gas rumah kaca melalui peningkatan pemanfaatan energi terbarukan.

Pengembangan proyek mencakup pembangunan dua unit pembangkit listrik tenaga panas bumi, jaringan transmisi, gardu induk, serta fasilitas distribusi. Selain itu, proyek ini juga dilengkapi layanan konsultasi yang mencakup desain, pengadaan, supervisi konstruksi, hingga pengelolaan aspek lingkungan dan sosial.

Read also:  PLN Nusantara Power Perkuat Konservasi Penyu di Pantai Serang

Inisiatif ini sejalan dengan target iklim Indonesia serta mendukung agenda global seperti Asia Zero Emission Community (AZEC) dan Just Energy Transition Partnership (JETP), serta berkontribusi pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya energi bersih dan aksi iklim.

Selain proyek Hululais, JICA juga menyalurkan pinjaman ODA berbasis kebijakan hingga ¥50 miliar untuk mendukung reformasi peningkatan iklim investasi, fasilitasi perdagangan, dan daya saing industri nasional.

Read also:  PHE Raih Dua Penghargaan Tertinggi pada ESG Governance KADIN–GAPPS International Awards 2026

Program tersebut berfokus pada perbaikan iklim usaha, pengurangan hambatan perdagangan, serta penguatan pertumbuhan korporasi. Pinjaman ini memiliki bunga 2,2% dengan tenor 15 tahun dan masa tenggang lima tahun.

Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian ditunjuk sebagai pelaksana program, dengan target penyelesaian pada Mei 2026 setelah pencairan dana secara penuh.

Dalam implementasinya, JICA turut melakukan pembiayaan bersama dengan Asian Development Bank (ADB) yang mengucurkan US$500 juta serta KfW dengan kontribusi €400 juta. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Indonesia Luncurkan Empat Dokumen Status Keanekaragaman Hayati, Basis Data Pembangunan Berkelanjutan Makin Kuat

Ecobiz.asia – Pemerintah meluncurkan empat Dokumen Status Keanekaragaman Hayati Indonesia untuk wilayah Bali–Nusa Tenggara, Jawa, Maluku, dan Papua sebagai landasan penyusunan kebijakan pembangunan dan...

Indonesia Siapkan 93 Proyek Hidrogen Senilai Rp32 Triliun untuk Dekarbonisasi Industri dan Transportasi

Ecobiz.asia – Pemerintah mempercepat pengembangan ekosistem hidrogen nasional melalui 93 proyek dengan nilai investasi sekitar Rp32 triliun untuk mendukung dekarbonisasi sektor industri, transportasi, dan...

Survei Terbaru Kemenhut Ungkap Populasi Orangutan Sumatera dan Orangutan Tapanuli, Kondisi Rentan

Ecobiz.asia – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) mengungkap hasil survei populasi terbaru yang menunjukkan populasi Orangutan Sumatera (Pongo abelii) diperkirakan mencapai 11.694 individu, sedangkan Orangutan Tapanuli...

Indonesia Undang China Investasi Proyek PLTS 100 GW

Ecobiz.asia – Pemerintah Indonesia mengundang perusahaan-perusahaan asal China untuk berinvestasi dalam pengembangan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt (GW) sebagai bagian...

Panas Bumi, SAF hingga CCS Masuk Agenda Percepatan Kerja Sama Energi Indonesia-Jepang

Ecobiz.asia – Pemerintah Indonesia dan Jepang mempercepat kerja sama pengembangan proyek energi bersih, mulai dari panas bumi, pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa), Sustainable Aviation...

TOP STORIES

PLN EPI, Singapore’s eFUELS SEA Explore Cross-Border Green Hydrogen Supply Chain

Ecobiz.asia – Indonesia's PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) and Singapore-based eFUELS SEA Pte. Ltd. have agreed to explore the development of a...

Pertamina Bidik Tandan Kosong Sawit Jadi Bioetanol Pengganti BBM Impor

Ecobiz.asia – PT Pertamina (Persero) memperkuat strategi pengurangan impor bahan bakar minyak (BBM) dengan mengoptimalkan pemanfaatan minyak sawit beserta limbahnya sebagai sumber bioenergi untuk...

Indonesia Launches Four Regional Biodiversity Status Reports: Papua, Java, Maluku, Bali-Nusa Tenggara

Ecobiz.asia – Indonesia has launched four new regional biodiversity status reports covering Bali–Nusa Tenggara, Java, Maluku, and Papua, providing updated scientific data to support...

Indonesia Luncurkan Empat Dokumen Status Keanekaragaman Hayati, Basis Data Pembangunan Berkelanjutan Makin Kuat

Ecobiz.asia – Pemerintah meluncurkan empat Dokumen Status Keanekaragaman Hayati Indonesia untuk wilayah Bali–Nusa Tenggara, Jawa, Maluku, dan Papua sebagai landasan penyusunan kebijakan pembangunan dan...

Pilot Bus Hidrogen Diesel (H2 DDF) Mulai Mengaspal, Spek-nya Bertenaga

Ecobiz.asia – Kementerian ESDM meluncurkan Pilot Bus Hydrogen Diesel Dual Fuel (H2 DDF) sebagai proyek percontohan pemanfaatan hidrogen di sektor transportasi. Bus tersebut menjadi...