INPEX Dorong Optimalisasi TKDN Proyek LNG Abadi Lewat Workshop Industri Nasional

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia — INPEX Masela Ltd. bersama SKK Migas menggelar workshop optimalisasi kandungan lokal untuk meningkatkan keterlibatan industri dalam negeri dalam pengembangan Proyek LNG Abadi Masela.

Kegiatan yang berlangsung di Jakarta pada Senin (16/2/2026) itu dihadiri perwakilan pemerintah, asosiasi industri, serta konsorsium kontraktor yang terlibat dalam tahap Front-End Engineering Design (FEED) proyek tersebut.

Workshop bertujuan meningkatkan pemahaman dan kesiapan industri nasional dalam memenuhi kebutuhan barang dan jasa proyek, seiring masuknya pengembangan Lapangan Abadi ke tahap FEED sebelum menuju Final Investment Decision (FID) dan tahap Engineering, Procurement, Construction and Installation (EPCI).

Presiden Direktur INPEX Masela Ltd. Kenji Hasegawa mengatakan fase FEED merupakan tahap krusial dalam pengembangan proyek karena pada fase ini lingkup pekerjaan, spesifikasi teknis, serta strategi pelaksanaan proyek ditetapkan secara lebih rinci.

Read also:  PLN EPI Gandeng ITERA dan PLN Puslitbang Kembangkan Kaliandra dan Sorgum untuk Biomassa dan Hidrogen Hijau

“Kolaborasi yang berkelanjutan antara proyek ini dan industri nasional merupakan kunci untuk menciptakan nilai tambah dan dampak berganda,” ujar Hasegawa.

Menurut dia, kebutuhan barang dan jasa untuk proyek diperkirakan meningkat signifikan seiring kemajuan menuju tahap FID dan EPCI, terutama untuk pengembangan fasilitas Onshore LNG (OLNG) dan Floating Production Storage and Offloading (FPSO).

INPEX juga menegaskan komitmennya untuk mengoptimalkan penerapan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sesuai ketentuan regulasi, sekaligus membangun kemitraan jangka panjang dengan industri nasional.

Read also:  TuK Indonesia Soroti Minimnya Partisipasi Publik dalam Revisi POJK Keuangan Berkelanjutan, Desak Pencegahan Greenwashing

Sementara itu, Kepala Divisi Pengelolaan Rantai Suplai SKK Migas Dino Andrian menegaskan pengembangan proyek LNG Abadi diharapkan memberi manfaat nyata bagi industri dalam negeri.

“Sebagai salah satu proyek hulu migas berskala besar dan berjangka panjang, Proyek LNG Abadi memiliki peran penting dalam mendorong partisipasi industri nasional,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, INPEX juga memperkenalkan platform INPEX CONNECT, yang dirancang untuk menghubungkan kontraktor EPCI dengan vendor dan subkontraktor Indonesia guna memperkuat transparansi serta kolaborasi dalam rantai pasok proyek.

Koordinator Pemberdayaan Potensi Dalam Negeri Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi Heru Windiarto menyatakan pemerintah mendukung penguatan partisipasi industri nasional dalam proyek strategis hulu migas.

Read also:  Dukung Pengembangan Amonia Rendah Karbon, PGN Garap Studi CCS dan Transportasi CO2

“Pengembangan Proyek LNG Abadi harus memberikan nilai tambah yang nyata bagi industri dalam negeri,” ujarnya.

Proyek LNG Abadi di Blok Masela memiliki kapasitas produksi sekitar 10,5 juta ton per tahun setara LNG, termasuk sekitar 9,5 juta ton LNG per tahun, pasokan gas pipa domestik, serta produksi kondensat hingga 35.000 barel per hari.

Proyek yang berlokasi sekitar 170–180 kilometer barat daya Kepulauan Tanimbar tersebut merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN) dengan operator INPEX Masela Ltd. yang memegang 65% partisipasi, bersama PT Pertamina Hulu Energi sebesar 20% dan PETRONAS melalui PETRONAS Masela Sdn. Bhd. sebesar 15%. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

CBG Jadi Solusi Transisi dari LNG, Manfaatkan 130 Juta M3 Limbah Sawit

Ecobiz.asia - PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) mendorong pengembangan Compressed Biomethane Gas (CBG) berbasis limbah cair kelapa sawit atau Palm Oil Mill...

Perluas Pemanfaatan Energi Bersih, Pertamina Pasang PLTS di Kapal Oil Barge

Ecobiz.asia — PT Pertamina (Persero) mulai memperluas pemanfaatan energi bersih ke sektor maritim melalui pemasangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Kapal Oil Barge...

AgResults Berikan Rp23 Miliar Kepada Pemenang Kompetisi Budidaya Perikanan Berkelanjutan

Ecobiz.asia - Sebanyak 17 pelaku usaha dan koperasi sektor perikanan menerima total insentif senilai Rp23 miliar melalui proyek AgResults Indonesia Aquaculture Challenge yang mendorong...

PLN Nusantara Power Perkuat Kompetensi SDM Ketenagalistrikan, Learning Center Boiler USC Jawa 7 Resmi Beroperasi

Ecobiz.asia -- PLN Nusantara Power (PLN NP) terus memperkuat perannya sebagai penggerak transformasi sektor ketenagalistrikan nasional melalui pengembangan sumber daya manusia yang unggul dan...

Andalkan Elektrifikasi, KAI Targetkan Emisi Karbon Turun Hingga 100%

Ecobiz.asia – PT Kereta Api Indonesia (Persero) menargetkan penurunan emisi karbon hingga 100 persen pada 2060 melalui strategi dekarbonisasi berbasis elektrifikasi jalur kereta dan...

TOP STORIES

Pertamina dan BRIN Luncurkan Alat Pengubah Sampah Plastik Jadi Solar di Bantul

Ecobiz.asia – Pertamina melalui Pertamina Foundation bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan Pemerintah Kabupaten Bantul meluncurkan alat pirolisis multikondensor Gen 5.0 (Faspol...

CBG Jadi Solusi Transisi dari LNG, Manfaatkan 130 Juta M3 Limbah Sawit

Ecobiz.asia - PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) mendorong pengembangan Compressed Biomethane Gas (CBG) berbasis limbah cair kelapa sawit atau Palm Oil Mill...

Tobat Ekologis, Suatu Pendekatan Ekoteologi

Oleh: Saiful Latief, M.Si (Pranata Humas Ahli Muda, Direktorat Inventarisasi GRK dan MPV, Deputi Bidang Pengendalian Perubahan Iklim dan TKNEK, Kementerian Lingkungan Hidup) Ecobiz.asia -...

Indonesia Launches SIGN SMART Robust to Strengthen Transparency of National Carbon Emissions Data

Ecobiz.asia — Indonesia’s Ministry of Environment/Environmental Control Agency (KLH/BPLH) has launched a new national greenhouse gas inventory platform called SIGN SMART Robust to improve...

KLH Luncurkan SIGN SMART Robust, Perkuat Transparansi Data Emisi Karbon Nasional

Ecobiz.asia – Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) meluncurkan Sistem Inventarisasi Gas Rumah Kaca Nasional (SIGN SMART Robust) untuk memperkuat kualitas, transparansi, dan...