Indonesia Terapkan Prinsip Kehati-hatian dalam Mendukung Tropical Forest Forever Facility (TFFF)

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia — Pemerintah Indonesia menerapkan prinsip kehati-hatian dalam mendukung skema pendanaan Tropical Forest Forever Facility (TFFF) untuk memastikannya selaras dengan kepentingan nasional dan target iklim Indonesia.

Hal tersebut disampaikan oleh Edo Mahendra dan Silverius Oscar, Penasehat Utama Menteri untuk Menteri Kehutanan, bersama Kepala Biro Humas dan Kerja Sama Luar Negeri, Krisdianto, dalam pertemuan dengan perwakilan Systemic selaku Project Management Office (PMO) TFFF, di São Paulo, Brasil.

Diskusi dilakukan di sela-sela persiapan delegasi Indonesia menghadiri Conference of the Parties (COP) 30 di Belém.

Read also:  Dari Hulu ke Hilir, Kementan dan Starbucks Kembangkan Ekosistem Kopi Berkelanjutan

“Indonesia menyatakan dukungannya terhadap TFFF sebagai skema pendanaan inovatif yang memiliki tujuan mulia untuk menyelamatkan hutan tropis dengan pendekatan ekonomi,” kata Edo Mahendra, Selasa (4/11/2025).

Ia menambahkan bahwa dukungan ini sejalan dengan upaya Indonesia mewujudkan target FOLU Net Sink 2030, yang menargetkan sektor kehutanan menjadi penyerap karbon bersih pada 2030.

TFFF merupakan inisiatif pendanaan global yang dirancang untuk memastikan keberlanjutan ekosistem hutan tropis yang merupakan penyerap karbon terbesar dunia demi menjaga stabilitas iklim global.

Read also:  HMPI 2025, Kementerian Kehutanan Canangkan Penanaman Serentak di 31 Provinsi

Skema ini memberikan insentif berbasis hasil (results-based incentives) kepada negara-negara tropis untuk mencegah deforestasi dan degradasi hutan.

Pendanaan TFFF menggunakan pendekatan blended finance, yaitu kombinasi dana publik dan swasta dengan potensi mencapai 125 miliar dolar AS, untuk mendukung konservasi hutan sekaligus pembangunan ekonomi berkelanjutan.

Dalam pertemuan tersebut, Felipe dari Systemic menjelaskan bahwa inisiatif TFFF telah dirintis sejak lebih dari dua dekade lalu dan kini memasuki versi terbaru, TFFF 3.1, yang menempatkan perhatian khusus pada pemberdayaan masyarakat adat dan komunitas lokal (Indigenous Peoples and Local Communities/IPLCs).

Read also:  APHI–IFCC Perluas Sertifikasi Hutan Lestari untuk Perkuat Daya Saing Global

Menurut Kementerian Kehutanan, Indonesia akan terus mempelajari detail mekanisme dan tata kelola TFFF untuk memastikan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan keadilan diterapkan secara konsisten sebelum memutuskan keterlibatan lebih lanjut. ***

TOP STORIES

MORE ARTICLES

Degradasi Hutan Menurun, Namun Tantangan Pengelolaan Dinilai Masih Berat

Ecobiz.asia — Degradasi hutan Indonesia tercatat mulai menurun berdasarkan statistik kehutanan terbaru. Pada 2022–2023, laju kerusakan hutan tropis mencapai 121 ribu hektare per tahun. Meski...

Dorong Ekosistem Industri Rempah, Indonesia Luncurkan Peta Jalan Hilirisasi Rempah 2025–2045

Ecobiz.asia – Kementerian PPN/Bappenas meluncurkan Peta Jalan Hilirisasi Rempah 2025–2045 yang mencakup komoditas pala, lada, cengkih, kayu manis, vanili, dan temulawak sebagai langkah strategis...

Terratai Tanam Investasi di Birufinery, Perluas Model Rumput Laut Berkelanjutan

Ecobiz.asia – Terratai mengumumkan investasi di Birufinery, perusahaan biotek berbasis rumput laut yang beroperasi di Nusa Tenggara Timur dan mengembangkan produk biostimulan untuk mengurangi...

EBC: Ekonomi Biru Dorong Peluang Investasi dan Inovasi Kelautan di Indonesia

Ecobiz.asia – EBC Financial Group menilai komitmen Indonesia untuk memperkuat pengembangan ekonomi biru berpotensi mengubah arah pertumbuhan ekonomi kawasan, terutama terkait arus investasi ESG,...

Pusat Diklat SDM Kemenhut Raih Terbaik III Nasional pada National Future Learning Forum 2025

Ecobiz.asia — Pusat Pendidikan dan Pelatihan SDM Kementerian Kehutanan meraih penghargaan Lembaga Penyelenggara Pelatihan Berprestasi Terbaik III Tingkat Nasional pada ajang National Future Learning...

TOP STORIES

INPEX Perkuat Kolaborasi dengan Pemprov Maluku dan Pemkab Kepulauan Tanimbar untuk Proyek Gas Abadi

Ecobiz.asia — INPEX Masela, Ltd. memperkuat koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Maluku dan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar untuk mendukung percepatan pengembangan Proyek Lapangan Gas Abadi...

PGN Dorong Hilirisasi Gas Bumi Jadi Barang Bernilai Tinggi, Dari Methanol hingga Bahan Baku Plastik

Ecobiz.asia — PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) mendorong hilirisasi gas bumi untuk meningkatkan nilai tambah pemanfaatan gas domestik, mulai dari produksi methanol hingga...

KLH Periksa Intensif Delapan Perusahaan Besar, Diduga Picu Banjir Bandang Sumatera Utara

Ecobiz.asia – Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) memeriksa secara intensif delapan perusahaan besar yang beroperasi di Sumatera Utara terkait dugaan pelanggaran pengelolaan...

PGE Perkuat Transformasi Energi Bersih, Targetkan Kapasitas Panas Bumi 1 GW

Ecobiz.asia — PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) menegaskan komitmennya memperkuat transformasi energi bersih nasional seiring peringatan 19 tahun perusahaan. PGE menargetkan peningkatan kapasitas...

Pertamina Pasang Tujuh PLTS untuk Terangi Posko Pengungsi Aceh Tamiang

Ecobiz.asia — PT Pertamina (Persero) memasang pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di sejumlah posko pengungsian di Kabupaten Aceh Tamiang guna membantu pemulihan kondisi darurat...