Indonesia Dukung Peluncuran Platform Akses TFFF untuk Percepat Pendanaan Hutan Tropis

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia — Pemerintah Brasil meluncurkan platform digital baru untuk membantu negara-negara pemilik hutan tropis mengakses pendanaan Tropical Forest Forever Facility (TFFF), di sela-sela Konferensi Perubahan Iklim PBB COP30 yang berlangsung di Belém, Sabtu (15/11/2025).

Platform bernama TFFF Country Access Platform itu akan menjadi pusat informasi dan pendampingan teknis bagi negara-negara hutan tropis dalam memenuhi kriteria kelayakan TFFF, serta memfasilitasi kolaborasi Selatan–Selatan.

Platform ini bersifat sukarela, terbuka bagi semua negara, dan beroperasi secara independen dari struktur kelembagaan TFFF.

Peluncuran platform tersebut menyusul deklarasi bersejarah TFFF pada 6 November dalam COP30 Leaders’ Summit, yang telah mendapatkan dukungan dari 53 negara, termasuk 34 negara hutan tropis.

Read also:  Indonesia-Norwegia Luncurkan Layanan Dana Masyarakat FOLU Net Sink Periode Kelima, Targetkan 300 Kelompok

TFFF merupakan mekanisme pembiayaan campuran inovatif yang memberikan insentif bagi negara untuk menjaga hutan tetap berdiri. Hingga kini, fasilitas tersebut telah menghimpun komitmen awal lebih dari 5,5 miliar dolar AS dari Brasil, Norwegia, Indonesia, serta sejumlah negara lain seperti Prancis, Portugal, dan Belanda.

Indonesia menjadi salah satu negara pertama yang memberikan dukungan penuh terhadap inisiatif ini.

Dalam sesi peluncuran TFFF Country Access Platform, Staf Ahli Menteri Kehutanan Bidang Perubahan Iklim, Haruni Krisnawati, hadir sebagai panelis dan mewakili Indonesia yang juga tergabung dalam Interim Steering Committee TFFF.

Read also:  Komunitas Iklim Asia Tenggara Desak Bank Dunia dan IMF Alihkan Pembiayaan ke Ekonomi Regeneratif

Haruni menegaskan bahwa platform baru ini dapat mempercepat akses negara-negara hutan tropis terhadap pembiayaan iklim jangka panjang, termasuk mendukung target nasional FOLU Net Sink 2030, di mana sektor kehutanan ditargetkan menjadi penyerap karbon bersih.

“Indonesia menyambut baik hadirnya TFFF Country Access Platform sebagai mekanisme yang efisien, transparan, dan responsif terhadap kebutuhan negara hutan tropis,” katanya.

“Platform ini penting untuk memperkuat kapasitas negara dalam mengakses pembiayaan jangka panjang, meningkatkan sistem pemantauan hutan, dan memastikan tata kelola keuangan publik yang akuntabel serta memberi manfaat nyata bagi masyarakat adat dan lokal,” ujar Haruni.

Read also:  Kadin-Kemenhut Luncurkan Lima Proyek Multiusaha Kehutanan, Optimalkan Potensi Hutan dengan Agroforestri

Indonesia menyatakan siap berkolaborasi baik sebagai penerima manfaat maupun penyedia keahlian bagi negara-negara lain. Indonesia juga menegaskan komitmennya mendukung proses menuju akses resmi TFFF dan memperkuat kemitraan global untuk melindungi hutan tropis sebagai bagian dari solusi perubahan iklim.

Sesi peluncuran turut menghadirkan perwakilan dari UNDP, Republik Demokratik Kongo, Kolombia, serta organisasi masyarakat sipil seperti WWF, TNC, CI, WCS, FAO, dan WRI.

Para pemangku kepentingan menilai platform ini berpotensi menjadi penghubung antara negara-negara hutan tropis dan komunitas teknis global, dengan menekankan pentingnya transparansi, integritas data, akuntabilitas, serta tata kelola inklusif. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Komunitas Iklim Asia Tenggara Desak Bank Dunia dan IMF Alihkan Pembiayaan ke Ekonomi Regeneratif

Ecobiz.asia – Komunitas iklim Asia Tenggara mendesak Bank Dunia (World Bank) dan Dana Moneter Internasional (IMF) mengubah arah kebijakan pembiayaan global dengan mengutamakan pemulihan...

PBPH Antusias Terapkan Multiusaha Kehutanan, Padukan Kayu dengan Agroforestri dan Karbon

Ecobiz.asia — Pemegang Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) mulai melihat model bisnis Multiusaha Kehutanan (MUK) sebagai peluang untuk mendiversifikasi usaha di tengah tekanan terhadap...

Kadin-Kemenhut Luncurkan Lima Proyek Multiusaha Kehutanan, Optimalkan Potensi Hutan dengan Agroforestri

Ecobiz.asia — KADIN Regenerative Forest Business Hub dan Kementerian Kehutanan meluncurkan proyek percontohan Multiusaha Kehutanan (MUK) di lima lokasi untuk mengoptimalkan potensi hutan melalui...

Indonesia-Norwegia Luncurkan Layanan Dana Masyarakat FOLU Net Sink Periode Kelima, Targetkan 300 Kelompok

Ecobiz.asia — Indonesia dan Norwegia kembali memperluas dukungan pendanaan berbasis masyarakat untuk agenda FOLU Net Sink 2030. Pada periode kelima, Layanan Dana Masyarakat FOLU Net...

Petani Sawit Kecil Siap Hadapi EUDR Tapi Pertanyakan Insentif

Ecobiz.asia – Petani sawit kecil menyatakan siap memenuhi standar European Union Deforestation Regulation (EUDR), namun masih mempertanyakan dukungan dan insentif ekonomi untuk menanggung biaya...

TOP STORIES

Pertagas Kerahkan Tim Tanggap Darurat untuk Bantu Penanganan Karhutla di Sumsel

Ecobiz.asia -- PT Pertamina Gas (Pertagas), bagian dari Subholding Gas Pertamina, mengerahkan tim tanggap darurat dan mobil pemadam kebakaran untuk membantu penanganan kebakaran hutan...

Uni Eropa Sepakati Kenaikan Ambang Penghapusan Kuota Karbon, Jaga Stabilitas Pasar

Ecobiz.asia – Dewan Uni Eropa dan Parlemen Eropa mencapai kesepakatan sementara untuk menaikkan ambang penghapusan kuota emisi dalam Market Stability Reserve (MSR) dari 400...

IWC-11 Dorong Pembiayaan Inovatif untuk Perluas Solusi Pengelolaan Perairan Berkelanjutan

Ecobiz.asia – Pembiayaan inovatif dan keterlibatan masyarakat menjadi kunci untuk memperluas penerapan solusi pengelolaan perairan, mulai dari konservasi pesisir hingga penanganan sampah plastik. Isu...

PEP Tanjung Salurkan 1,16 Juta Liter Air Bersih untuk Atasi Kekeringan dan Karhutla di Tabalong

Ecobiz.asia – PT Pertamina EP (PEP) Tanjung Field menyalurkan 1,156 juta liter air bersih untuk membantu masyarakat menghadapi kekeringan sekaligus mendukung penanganan kebakaran hutan...

Tak Tebang Pilih, Menhut Bekukan Izin Enam Perusahaan di Kalteng terkait Karhutla

Ecobiz.asia — Kementerian Kehutanan (Kemenhut) membekukan izin enam perusahaan yang terkait dengan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah. Dengan penambahan tersebut,...