Hijaukan Sungai Maron, PLN NP Satukan Energi dan Alam

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia — PLN Nusantara Power (PLN NP) melalui Unit Pembangkitan (UP) Pacitan menunjukkan komitmennya terhadap pembangunan berkelanjutan dengan mendukung pengembangan destinasi wisata Sungai Maron di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur.

Tak sekadar mempercantik kawasan wisata, PLN NP mengusung konsep wisata berkelanjutan yang ramah lingkungan, salah satunya dengan memanfaatkan limbah Fly Ash dan Bottom Ash (FABA) dari PLTU Pacitan untuk membangun infrastruktur wisata.

Baca juga: PLN Nusantara Power Optimalkan 1,2 Juta Ton FABA untuk Keberlanjutan dan Kesejahteraan Masyarakat

Sepanjang tahun 2024, sekitar 10.000 ton FABA telah digunakan untuk membangun berbagai fasilitas pendukung wisata seperti jalan paving block, gapura, loket tiket, dan papan penunjuk arah. Langkah ini menjadi bagian dari pendekatan sirkular ekonomi yang diterapkan PLN NP, sekaligus solusi inovatif dalam pengelolaan limbah pembangkit listrik berbahan bakar batu bara.

Read also:  MedcoEnergi Catat Kinerja Produksi 1H26 Naik 19%, Pertahankan Panduan 2026

Direktur Utama PLN Nusantara Power, Ruly Firmansyah, menyampaikan bahwa inisiatif ini bukan hanya bentuk tanggung jawab lingkungan, tetapi juga investasi sosial jangka panjang.

“Melalui pemanfaatan FABA dan pengembangan wisata Sungai Maron secara berkelanjutan, kami ingin menunjukkan bahwa energi dan pariwisata dapat berjalan selaras untuk mendukung kesejahteraan masyarakat dan kelestarian lingkungan,” ujar Ruly.

Read also:  ESDM Siapkan Regulasi Karbon Terintegrasi, Pengembang Jadi Pemilik Kredit Karbon

Sungai Maron, yang dijuluki sebagai “Amazon-nya Indonesia”, menawarkan pengalaman susur sungai yang memesona. Namun, kawasan ini masih menghadapi sejumlah tantangan seperti infrastruktur yang belum memadai, pengelolaan sampah yang minim, dan rendahnya nilai tambah pada produk lokal.

Baca juga: PLN Optimalkan Pemanfaatan 3,4 Juta Ton Abu Sisa Pembakaran Batu Bara PLTU (FABA) untuk Infrastruktur  

Untuk itu, PLN NP UP Pacitan tak hanya membangun infrastruktur, tetapi juga menjalankan serangkaian program pemberdayaan masyarakat melalui Corporate Social Responsibility (CSR).

Program CSR tersebut mencakup pelatihan pengelolaan sampah organik dan anorganik, pelatihan digital marketing, rescue wisata air, peningkatan kualitas produk olahan lokal, hingga edukasi keuangan dan perizinan BPOM. PLN NP juga mendorong pelestarian budaya lokal serta keberlanjutan ekonomi masyarakat sekitar.

Read also:  Prabowo Instruksikan Persiapan BBM E50, Susul Penerapan B50

Konsep wisata berkelanjutan yang diusung PLN NP mempertimbangkan dampak ekonomi, sosial, dan lingkungan. Dari penggunaan energi terbarukan hingga konservasi keanekaragaman hayati, seluruh aspek dikelola secara terpadu agar wisata dapat tumbuh tanpa mengorbankan masa depan.

Dengan kolaborasi aktif antara PLN NP dan masyarakat sekitar, Sungai Maron diharapkan dapat menjadi contoh nyata bagaimana energi, lingkungan, dan pariwisata bisa saling menguatkan untuk menciptakan masa depan yang lebih baik.***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Wamen LH: Profit Besar Tambang Harus Diikuti Tanggung Jawab Lingkungan

Ecobiz.asia – Wakil Menteri Lingkungan Hidup/Wakil Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) Diaz Hendropriyono meminta industri pertambangan memperkuat dekarbonisasi seiring besarnya keuntungan yang diperoleh...

Pertamina Drilling Kelola 58 Rig, Bidik National Champion Well Construction

Ecobiz.asia -- PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) tak ingin hanya dikenal sebagai perusahaan yang mengelola armada pengeboran besar. Dengan 58 rig yang...

MedcoEnergi Catat Kinerja Solid pada Semester I 2026

Ecobiz.asia -- PT Medco Energi Internasional Tbk (”MedcoEnergi” atau ”Perseroan”) mengumumkan laporan keuangan untuk semester pertama tahun 2026 yang telah diaudit pada hari ini....

Menhut Raja Juli Kembali Cabut Izin Lima PBPH Terkait Karhutla, Sebut Perintah Prabowo

Ecobiz.asia — Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni kembali mencabut izin usaha lima perusahaan yang berada di Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Tengah sebagai...

Pemerintah Bangun 119.379 Sambungan Jargas, Gresik-Sidoarjo Dapat 14.000

Ecobiz.asia — Pemerintah tengah membangun sekitar 119.379 sambungan rumah (SR) jaringan gas bumi (jargas) yang tersebar di 15 kabupaten/kota pada 2025–2026. Dari jumlah tersebut,...

TOP STORIES

Dekarbonisasi Jadi Tuntutan Industri Tambang, Wamen LH Minta Emisi Dilaporkan ke SIGN-SMART

Ecobiz.asia – Wakil Menteri Lingkungan Hidup/Wakil Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) Diaz Hendropriyono mendorong industri pertambangan mempercepat dekarbonisasi dengan menghitung dan melaporkan emisi...

Wamen LH: Profit Besar Tambang Harus Diikuti Tanggung Jawab Lingkungan

Ecobiz.asia – Wakil Menteri Lingkungan Hidup/Wakil Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) Diaz Hendropriyono meminta industri pertambangan memperkuat dekarbonisasi seiring besarnya keuntungan yang diperoleh...

AFD-Backed Roadmap Seeks to Unlock Investment in Indonesia’s Blue Carbon Ecosystems

Ecobiz.asia – Indonesia has launched a 2026–2045 roadmap for protecting and managing its blue carbon ecosystems, with French development agency Agence Française de Développement...

PHI Raih Tujuh Penghargaan IABC Indonesia Awards 2026

Ecobiz.asia -- PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) meraih tujuh penghargaan dalam ajang International Association of Business Communicators (IABC) Indonesia Awards 2026, sebagai bentuk apresiasi...

Pertamina Drilling Kelola 58 Rig, Bidik National Champion Well Construction

Ecobiz.asia -- PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) tak ingin hanya dikenal sebagai perusahaan yang mengelola armada pengeboran besar. Dengan 58 rig yang...