HCML Beberkan Potensi Gas Madura dan Kontribusi ke Ekonomi Jawa Timur di Energy Asia Forum

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia — PT Husky-CNOOC Madura Limited (HCML) menegaskan kontribusinya dalam memenuhi kebutuhan energi nasional, khususnya di Jawa Timur, melalui pengembangan proyek gas bumi di wilayah Madura. 

Pernyataan ini disampaikan dalam ajang Energy Asia Forum yang digelar oleh SKK Migas, di mana HCML menjadi salah satu peserta aktif di Paviliun Indonesia.

Manager Regional Office & Relations HCML, Hamim Tohari, menyampaikan bahwa permintaan gas di Jawa Timur terus meningkat seiring dengan pertumbuhan sektor industri yang tinggi. 

Baca juga: Percepat Transisi Energi, Pemerintah Fokus Realokasi Anggaran dan Reduksi Subsidi 

“Permintaan gas di Jawa Timur sangat besar karena industrinya berkembang pesat dan sangat tergantung pada pasokan energi,” ujar Hamim saat memberikan presentasi di booth Indonesia Pavillion.

Read also:  Ceria Raih PROPER Hijau Perdana 2024–2025, Bukti Kinerja Lingkungan Beyond Compliance

Hamim juga menekankan bahwa dukungan penuh dari pemerintah melalui SKK Migas sangat penting dalam seluruh tahapan kegiatan hulu migas HCML, mulai dari eksplorasi hingga produksi. 

“Dalam setiap tahapan, pemerintah selalu hadir dan mendukung. Ini menjadi faktor kunci kelancaran operasi kami di lapangan,” ungkapnya.

Ia menambahkan, bahwa pelaksanaan proyek migas tidak hanya membutuhkan kesiapan teknis, tetapi juga pemahaman terhadap aspek non-teknis, termasuk kepatuhan terhadap regulasi dan pelaksanaan program sosial. 

“Kami dan SKK Migas selalu berjalan beriringan dalam menyusun dan menjalankan program sosial, serta memastikan seluruh kegiatan patuh terhadap ketentuan yang berlaku,” tambah Hamim.

Read also:  Telkom–PGN Kerja Sama Pengembangan Green Data Center, Ada Lima Wilayah Potensial

Baca juga: Transisi Energi, Pemerintah Siapkan Insentif Jumbo untuk Kendaraan Listrik

Capaian signifikan juga dicatat HCML pada 30 November 2024 dengan dilakukannya pengangkatan kondensat ke-100 dari Lapangan BD, dengan total pengangkutan mencapai 300.779 barel. 

Secara kumulatif, volume kondensat yang dihasilkan dari BD Field telah mencapai 15,26 juta barel sejak beroperasi lebih dari tujuh tahun lalu.

Sepanjang 2024, HCML mencatat tahun bersejarah dengan rata-rata penjualan gas tahunan mencapai 215 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD). 

Peningkatan kinerja ini turut berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Jawa Timur yang tercatat mencapai 5% (yoy) pada kuartal I 2025, melampaui rata-rata nasional. Sektor penyediaan listrik dan gas menjadi penyumbang terbesar terhadap PDRB Jawa Timur dengan kontribusi 10,40%.

Read also:  Pertamina Drilling Raih Tiga Penghargaan IADC Asia Tenggara, Bukti Komitmen Keselamatan Kerja

Sebagai bagian dari upaya mendukung peningkatan target lifting nasional, HCML juga mencetak sejumlah capaian penting. Pada Oktober 2024, perusahaan memperoleh lima alokasi gas, diikuti dengan lima perjanjian jual beli gas yang ditandatangani pada Desember 2024. 

Selain itu, dua nota kesepahaman ditandatangani pada Juni 2024 sebagai langkah ekspansi ke pasar baru di wilayah Jawa Barat.

Dengan proyek yang terus berkembang dan dukungan kuat dari pemerintah, HCML memproyeksikan akan terus memainkan peran strategis dalam ketahanan energi nasional dan pembangunan ekonomi regional. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Terobosan Green CCS: PLN Nusantara Power Uji Teknologi Alga di Muara Karang

Ecobiz.asia -- PLN Nusantara Power Unit Pembangkitan (UP) Muara Karang resmi mengukuhkan posisinya sebagai pusat inovasi energi hijau di Indonesia. Unit pembangkitan yang berlokasi...

Dapat Pendanaan Rendah Karbon, Venambak Eksekusi Proyek Tambak Udang Ramah Lingkungan di Sumbawa

Ecobiz.asia – PT Venambak Kail Dipantara mulai mengeksekusi proyek budidaya udang ramah lingkungan di Kabupaten Sumbawa setelah memperoleh pendanaan dari skema Low Carbon Development...

PIS–PGN Siapkan Ekosistem Maritim Energi Rendah Karbon, Dari LNG hingga Hidrogen

Ecobiz.asia — PT Pertamina International Shipping (PIS) dan PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) menjalin kerja sama untuk memperkuat sinergi dalam pengembangan ekosistem...

Telkom–PGN Kerja Sama Pengembangan Green Data Center, Ada Lima Wilayah Potensial

Ecobiz.asia — PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk dan PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) menjalin kerja sama strategis untuk mengintegrasikan infrastruktur digital dengan...

PLN Nusantara Power Andalkan Energi Domestik dan Digitalisasi Jaga Keandalan Listrik

Ecobiz.asia — PT PLN Nusantara Power menegaskan komitmennya menjaga keandalan pasokan listrik nasional di tengah tekanan geopolitik global dengan mengoptimalkan energi domestik dan mempercepat...

TOP STORIES

BEL Valves Secures Multi-Million-Pound Contract for Indonesia’s First CCUS Project

Ecobiz.asia — UK-based valve manufacturer BEL Valves has secured a multi-million-pound contract to supply equipment for Indonesia’s first carbon capture, utilisation and storage (CCUS)...

Penghentian Open Dumping Tak Bisa Ditawar, KLH Dorong Percepatan Pemilahan Sampah

Ecobiz.asia — Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) bersama Pemerintah Provinsi Bali memperkuat komitmen penghentian praktik open dumping. Langkah ini menjadi bagian dari transformasi...

Indonesia Hosts International Peat Fire Suppression Training with Global Partners

Ecobiz.asia — Indonesia’s Ministry of Forestry has organized an international training program on forest and land fire suppression in peatland ecosystems, involving global partners...

Kemenhut Gelar Pelatihan Internasional Pemadaman Gambut, Libatkan Korea hingga Prancis

Ecobiz.asia — Kementerian Kehutanan menggelar pelatihan internasional pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di ekosistem gambut dengan melibatkan sejumlah mitra global, termasuk Asian Forest...

PHM Evakuasi Nelayan di Kutai Kartanegara, Bukti Implementasi ESG di Lapangan

Ecobiz.asia -- PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) berhasil mengevakuasi tujuh nelayan yang terombang-ambing di tengah perairan Selat Makassar selama dua hari karena kapal mereka...