Gakkum Kehutanan Ungkap Jaringan Perusak Hutan, Puluhan Tersangka dan Ratusan Kayu Ilegal Disita

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia – Direktorat Jenderal Penegakan Hukum (Gakkum) Kehutanan Kementerian Kehutanan membongkar serangkaian kasus kejahatan kehutanan dalam tiga bulan terakhir. Dari perburuan liar di taman nasional hingga tambang emas ilegal di kawasan konservasi, total 19 perkara pidana dituntaskan, puluhan pelaku ditangkap, dan ratusan batang kayu ilegal diamankan.

“Penegakan hukum bukan sekadar penindakan, tapi juga pemulihan dan pencegahan. Kami tidak akan kompromi,” kata Sekretaris Ditjen Gakkum Kehutanan, Lukita Awang Nistyantara, dalam media briefing di Jakarta, Rabu (23/7/2025).

Lukita menjelaskan, berbagai operasi digelar di lapangan, mulai dari pengamanan kawasan, pemberantasan pembalakan liar, hingga perlindungan satwa. Sebanyak 46 operasi berhasil dilakukan, termasuk 24 operasi pengamanan hutan, 7 pembalakan liar, dan 15 operasi perlindungan tumbuhan dan satwa liar.

Salah satu operasi besar terjadi pada 13 Mei 2025 di Bojonegoro, Jawa Timur. Bersama Brimob Polda Jatim, Gakkum Kehutanan menertibkan dua lokasi tambang galian C ilegal di kawasan hutan, mengamankan empat ekskavator, dan menetapkan dua tersangka, termasuk satu korporasi.

Read also:  Kemenko Pangan–WWF Dorong Reformasi Tata Kelola Sawit, Fokus pada Petani Swadaya

Di Taman Nasional Tesso Nilo, Provinsi Riau, Ditjen Gakkum bersama Satgas Penertiban Kawasan Hutan yang melibatkan unsur TNI, Kejaksaan, BPKP, BIG, dan Polda Riau berhasil memusnahkan 730,5 hektare kebun sawit ilegal. Kegiatan pengamanan kawasan juga diiringi dengan sosialisasi dan patroli di 13 pos jaga taman nasional.

Upaya melindungi satwa dilindungi juga membuahkan hasil. Pada 26 Mei, petugas menggagalkan perdagangan 12,27 kilogram sisik trenggiling di Kalimantan Selatan.

Di bulan Juni, sejumlah operasi serupa dilakukan di berbagai daerah, mulai dari perburuan liar di Taman Nasional Meru Betiri, perdagangan burung dilindungi di Klaten, hingga pengiriman puluhan satwa endemik di Makassar dan Papua Barat.

Read also:  Kemenko Pangan–WWF Dorong Reformasi Tata Kelola Sawit, Fokus pada Petani Swadaya

Salah satu pengungkapan terbesar terjadi pada 4 Juli di Pelabuhan Sorong. Tim Gakkum mengamankan 938 batang kayu Merbau yang hendak dikirim secara ilegal. Direktur sebuah perusahaan kayu ditetapkan sebagai tersangka. Pada hari yang sama, tambang emas ilegal di Taman Nasional Meru Betiri berhasil dibongkar, dengan enam pelaku diamankan.

Lukita juga menyoroti maraknya peredaran kayu dan satwa menggunakan dokumen palsu. Di Kalimantan Tengah, 6 Juli lalu, dua pelaku ditangkap karena menggunakan Surat Keterangan Sah Hasil Hutan (SKSHH) palsu. Mereka terancam pidana hingga lima tahun dan denda maksimal Rp2,5 miliar.

Tim patroli siber Ditjen Gakkum pun aktif memburu pelaku perdagangan satwa secara daring. Di Manokwari, Papua Barat, pelaku berinisial TMB ditangkap dengan barang bukti 170 spesimen kupu-kupu dan kumbang, termasuk jenis langka seperti Ornithoptera priamus aureus dari Pegunungan Arfak.

Read also:  Kemenko Pangan–WWF Dorong Reformasi Tata Kelola Sawit, Fokus pada Petani Swadaya

Rangkaian penindakan lain juga mencakup penebangan liar di TN Bukit Tiga Puluh, penampungan kayu Sonokeling ilegal di NTT, dan penambangan liar di kawasan DAS Bekasi. Pada 15 Juli, Gakkum Kehutanan merespons laporan Bupati Purwakarta dengan menertibkan kios ilegal di kawasan hutan yang dikelola KTH Bungur Raya.

Meski banyak keberhasilan, Ditjen Gakkum Kehutanan menekankan bahwa tantangan pengawasan terus meningkat. “Kami tidak bisa bekerja sendiri. Keterlibatan masyarakat, penegak hukum, dan pemerintah daerah sangat penting untuk menjaga hutan tetap lestari,” tutup Lukita. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Kemenko Pangan–WWF Dorong Reformasi Tata Kelola Sawit, Fokus pada Petani Swadaya

Ecobiz.asia – Kementerian Koordinator Bidang Pangan bersama WWF-Indonesia mendorong transformasi tata kelola kelapa sawit nasional dengan menitikberatkan pada peningkatan produktivitas dan penguatan peran petani...

Perluas Akses Masyarakat Kelola Hutan, Menhut Serahkan SK Perhutanan Sosial di NTB

Ecobiz.asia — Kementerian Kehutanan menyerahkan enam Surat Keputusan (SK) Perhutanan Sosial kepada kelompok masyarakat di Nusa Tenggara Barat, memberikan akses kelola kawasan hutan seluas...

Kemenhut–ICRAF Perbarui Kerja Sama, Dorong Implementasi Agroforestri

Ecobiz.asia — Kementerian Kehutanan Republik Indonesia memperbarui kerja sama strategis dengan International Centre for Research in Agroforestry untuk mendorong implementasi agroforestri dalam pengelolaan hutan...

Gakkum Kehutanan Ungkap Perdagangan Sisik Trenggiling di Sintang, Barang Bukti 1,38 Kg Diamankan

Ecobiz.asia – Balai Gakkum Kehutanan Wilayah Kalimantan berhasil mengungkap kasus perdagangan ilegal bagian satwa dilindungi berupa sisik Trenggiling di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat. Dalam operasi...

Peringatan Hari Lahan Basah Sedunia 2026, Rehabilitasi Mangrove Jadi Investasi Jangka Panjang

Ecobiz.asia — Rehabilitasi mangrove menjadi investasi jangka panjang untuk perlindungan wilayah pesisir sekaligus penguatan ekonomi masyarakat. Demikian ditegaskan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menegaskan pentingnya...

TOP STORIES

Asia Pacific Ports Advance Cross-Sector Hydrogen and E-Fuel Development

Ecobiz.asia — Ports across the Asia Pacific are accelerating efforts to develop hydrogen and e-fuel ecosystems through cross-sector collaboration, positioning the region as a...

Two Sumatran Elephants Found Dead in Bengkulu, Investigation Underway

Ecobiz.asia — Two Sumatran elephants have been found dead in Mukomuko Regency, Bengkulu Province, prompting an investigation by Indonesia’s Ministry of Forestry to determine...

Induk dan Anak Gajah Sumatra Ditemukan Mati di Bengkulu, Kemenhut Lakukan Investigasi

Ecobiz.asia — Dua individu Gajah Sumatra ditemukan mati di Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu. Kementerian Kehutanan (Kemenhut) memastikan kasus tersebut tengah dalam proses investigasi untuk...

Vale Perkuat Kinerja ESG 2025, Investasi Lingkungan Naik 54,3%

Ecobiz.asia — PT Vale Indonesia Tbk memperkuat kinerja lingkungan, sosial, dan tata kelola (environmental, social, and governance/ESG) sepanjang 2025 dengan peningkatan signifikan investasi lingkungan...

PT Muliaglass dan PT Muliakeramik Indahraya Gandeng Xurya Resmikan PLTS Atap Terbesar di Indonesia Berkapasitas 22,5 MW

Ecobiz.asia -- Kebutuhan energi yang besar dan berkelanjutan di sektor industri mendorong semakin banyak pelaku manufaktur mengintegrasikan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) ke dalam...