Data IDXCarbon: Transaksi dan Peminatan Karbon Indonesia di COP30 Capai 2,75 Ton CO2

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia — Antusiasme perdagangan karbon Indonesia mencuat di COP30 Belém, Brasil. Bursa Karbon Indonesia (IDXCarbon) mencatat transaksi dan minat pembelian kredit karbon Indonesia mencapai 2,75 juta ton CO₂ sepanjang penyelenggaraan Paviliun Indonesia COP30 pada 10–21 November 2025.

Lonjakan minat ini memperlihatkan besarnya perhatian pelaku pasar global terhadap proyek-proyek karbon Indonesia, baik yang telah tercatat maupun yang tengah disiapkan untuk penerbitan di masa mendatang.

Read also:  Pakar IPB: Perdagangan Karbon Sah dalam Perspektif Ekonomi Syariah

Di Paviliun Indonesia, IDXCarbon menampilkan beragam proyek berbasis teknologi dan lingkungan yang mewakili potensi kredit karbon nasional. Proyek-proyek tersebut menarik minat perusahaan energi, lembaga keuangan, konsultan, hingga entitas internasional yang melihat peluang kontribusi aksi iklim melalui kredit karbon Indonesia.

Sejumlah nama besar tercatat melakukan transaksi maupun menyampaikan minat, termasuk TBS Energi Utama Tbk, Value Network Ventures, South Pole, Bank Mandiri, CIMB Niaga, Maybank Indonesia, Pertamina, Pertamina Patra Niaga, Sucofindo, dan berbagai pihak lainnya yang memilih tidak dipublikasikan.

Read also:  Indonesia Luncurkan RENAKSI Karbon Biru 2025–2030, Targetkan Perlindungan 17% Cadangan Global

Total ada lebih dari 20 institusi dari dalam dan luar negeri yang menunjukkan ketertarikan terhadap proyek karbon Indonesia.

Direktur Pengembangan BEI sekaligus penyelenggara IDXCarbon, Jeffrey Hendrik, mengatakan tingginya minat ini menunjukkan bahwa pasar karbon Indonesia terus berkembang dan semakin mendapat kepercayaan investor. Ia menegaskan bahwa IDXCarbon berkomitmen menyediakan platform perdagangan yang transparan, mudah diakses, dan mampu mendorong pertumbuhan pasar secara berkelanjutan.

Read also:  Top! PGN Masuk Daftar 500 Perusahaan Terbaik Asia-Pasifik Versi TIME

“IDXCarbon senantiasa berupaya memfasilitasi perdagangan karbon Indonesia secara transparan dan mudah untuk mendorong pertumbuhan perdagangan karbon Indonesia,” ujarnya, Senin (1/12/2025).

Minat terhadap unit karbon Indonesia juga didorong oleh keberagaman proyek yang ditawarkan, mulai dari energi terbarukan, efisiensi energi, pengelolaan limbah, hingga proyek berbasis kehutanan dan konservasi. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Gold Standard Rilis Metodologi Kredit Karbon untuk Proyek Pensiun Dini PLTU

Ecobiz.asia — Lembaga sertifikasi iklim Gold Standard meluncurkan metodologi baru untuk mendukung percepatan pensiun dini pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) batubara sekaligus memastikan transisi...

Pakar IPB: Perdagangan Karbon Sah dalam Perspektif Ekonomi Syariah

Ecobiz.asia — Perdagangan karbon dinilai dapat diterima dalam perspektif ekonomi syariah sepanjang memenuhi prinsip transparansi, verifikasi ilmiah, serta bebas dari unsur spekulasi dan riba. Ketua...

KKP Susun Baseline Emisi Ekosistem Lamun, Pondasi Penting Pengelolaan Karbon Biru

Ecobiz.asia — Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyusun baseline emisi gas rumah kaca (GRK) dari ekosistem lamun sebagai langkah memperkuat tata kelola karbon biru...

PGE Gandeng South Pole, Percepat Transisi Portofolio Karbon ke Mekanisme Paris Agreement

Ecobiz.asia — PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) mempercepat transisi portofolio proyek karbon panas buminya ke mekanisme pasar karbon global berdasarkan Pasal 6.4 Paris...

Rekor! PLN EPI Kirim 6.700 Ton Biomassa Sekali Angkut ke PLTU Balikpapan

Ecobiz.asia — PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) mencatat pengiriman biomassa terbesar sepanjang program cofiring setelah mengangkut sekitar 6.700 ton cangkang sawit ke...

TOP STORIES

Gold Standard Rilis Metodologi Kredit Karbon untuk Proyek Pensiun Dini PLTU

Ecobiz.asia — Lembaga sertifikasi iklim Gold Standard meluncurkan metodologi baru untuk mendukung percepatan pensiun dini pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) batubara sekaligus memastikan transisi...

Pakar IPB: Perdagangan Karbon Sah dalam Perspektif Ekonomi Syariah

Ecobiz.asia — Perdagangan karbon dinilai dapat diterima dalam perspektif ekonomi syariah sepanjang memenuhi prinsip transparansi, verifikasi ilmiah, serta bebas dari unsur spekulasi dan riba. Ketua...

Dua Perusahaan Besi dan Baja Segera Disidangkan Atas Pidana Lingkungan, KLH Tak Toleransi Pencemar

Ecobiz.asia — Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup menyerahkan tersangka dan barang bukti (Tahap II) dalam perkara dugaan tindak...

Indonesia Removes Sea Sand Export Provision in New Marine Sedimentation Rule

Ecobiz.asia — Indonesia’s Ministry of Marine Affairs and Fisheries has issued a new regulation revising the implementation rules for managing marine sedimentation, including the...

KKP Terbitkan Permen KP 6/2026, Ketentuan Ekspor Pasir Laut Dihapus

Ecobiz.asia — Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menerbitkan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan (Permen KP) Nomor 6 Tahun 2026 yang mengubah ketentuan pelaksanaan pengelolaan...