Bersertifikasi Gold Standard, BKN Tawarkan Kredit Karbon Berbasis Pemberdayaan Petani ke Pasar Global

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia — PT Biru Karbon Nusantara (BKN) menawarkan kredit karbon bersertifikasi Gold Standard dari program Indonesia Domestic Biogas Program (IDBP), yang memberikan dampak langsung bagi peningkatan kesejahteraan dan ketahanan iklim masyarakat, khususnya petani dan rumah tangga pedesaan.

Direktur BKN Chabi Batur Romzini pada sesi Seller Meet Buyer di Paviliun Indonesia, COP30 UNFCCC Belém, Brasil, mengungkapkan bahwa IDBP telah tersertifikasi Gold Standard sejak 2013 dan dikembangkan untuk memastikan manfaat sosial yang terukur.

Ia menegaskan bahwa kredit karbon dari program ini tidak hanya berfokus pada penurunan emisi, tetapi juga memberdayakan masyarakat secara langsung.

“Visi kami sederhana: mengubah limbah menjadi manfaat nyata bagi masyarakat, komunitas, dan lingkungan,” ujar Chabi Batur, yang akrab dipanggil Bibah secara online, Senin (17/11/2025).

Read also:  KKP Jajaki Sinergi Industri untuk Pemetaan Ruang Karbon Biru

Ia menjelaskan bahwa teknologi biogas rumah tangga memungkinkan pengelolaan limbah ternak, penyediaan energi bersih, dan penguatan ekonomi sirkular di tingkat desa.

Saat ini, Indonesia menghadapi tantangan besar dari sektor peternakan. Populasi sapi diproyeksikan mencapai 26 juta ekor pada 2035, sementara 90 persen limbahnya belum dikelola.

Metana dari kotoran ternak yang kandungannya mencapai 65 persen, menjadikan Indonesia salah satu produsen metana terbesar di dunia. Emisi GRK dari sektor ini diperkirakan mencapai 21 juta ton CO₂e pada 2035.

“Program biogas hadir sebagai solusi langsung, terutama bagi jutaan rumah tangga yang masih menggunakan kayu bakar untuk memasak,” kata Bibah.

Read also:  ABB Motion Dorong Kolaborasi Industri–Kampus untuk Siapkan Talenta Teknik Masa Depan

IDBP mulai dikembangkan pada 2009. Hingga Oktober 2025, program ini telah memasang hampir 30.000 unit biodigester di lebih dari 3.000 desa di 21 provinsi.

Teknologi tersebut memberi manfaat langsung bagi 163.000 orang dan membuka lebih dari 1.400 lapangan kerja lokal.

Secara kumulatif, program ini telah mengurangi lebih dari 584.000 ton CO₂e hingga Agustus 2025. Rata-rata satu biodigester menurunkan emisi sekitar 2,5 ton CO₂e per tahun.

Selain menurunkan emisi, biogas membantu meningkatkan produktivitas pertanian melalui pemanfaatan bioslurry, pupuk organik hasil samping biogas.

Survei dampak tahunan IDBP menunjukkan petani dapat menghemat hingga ratusan ribu rupiah per bulan dari pengurangan pembelian LPG dan pupuk kimia, sekaligus meningkatkan hasil panen.

Read also:  PLN Kembangkan Inovasi GCA, Optimalkan Pemanfaatan FABA untuk Pemulihan Kualitas Air

“Kredit karbon yang dibeli dari IDBP berarti memperluas akses biogas untuk lebih banyak petani. Ini bukan hanya aksi iklim, tetapi aksi bagi masyarakat,” ujar Bibah.

Bibah juga memaparkan model keuangan IDBP, di mana sebagian pendapatan dari penjualan kredit karbon dialokasikan kembali kepada masyarakat dalam bentuk subsidi pembangunan biodigester.

“Dengan membeli kredit karbon dari kami, pembeli berkontribusi langsung pada solusi energi bersih, ketahanan pangan, dan pengurangan kemiskinan di desa,” kata Bibah.

Ia menegaskan bahwa BKN siap memperluas program dan mencari pembeli global yang berkomitmen pada kredit karbon berintegritas tinggi dengan manfaat sosial nyata. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Terdaftar di IDX Carbon, NBE Tawarkan Kredit Karbon dari Proyek Biogas Limbah Sawit

Ecobiz.asia — PT Nagata Bio Energi (NBE), anak usaha PT ABM Investama Tbk, resmi bergabung dengan IDX Carbon, menawarkan kredit karbon yang dihasilkan dari...

KKP Jajaki Sinergi Industri untuk Pemetaan Ruang Karbon Biru

Ecobiz.asia — Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) membuka peluang sinergi dengan pelaku industri untuk memetakan dan menetapkan ruang karbon biru di kawasan industri pesisir,...

Data Emisi Jadi Kunci Aksi Iklim, KLH Dorong Penguatan Inventarisasi GRK di Bali

Ecobiz.asia — Pemerintah menegaskan bahwa keberhasilan agenda pengendalian perubahan iklim nasional sangat bergantung pada kualitas data emisi gas rumah kaca (GRK) di tingkat daerah....

Ceria Corp Dukung Percepatan Koperasi Merah Putih di Lingkar Tambang Kolaka

Ecobiz.asia — Ceria Corp menyatakan dukungan terhadap percepatan pengembangan Koperasi Merah Putih di wilayah lingkar tambang perusahaan di Kecamatan Wolo, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara....

Perdana untuk Karbon Biru, Gold Standard Terbitkan Design Certification untuk Proyek Yagasu

Ecobiz.asia — Gold Standard untuk pertama kalinya menerbitkan Design Certification bagi proyek karbon biru (blue carbon), menyusul lolosnya Global Mangrove Trust Blue Carbon Restoration...

TOP STORIES

Gakkum Kehutanan Ungkap Perdagangan Sisik Trenggiling di Sintang, Barang Bukti 1,38 Kg Diamankan

Ecobiz.asia – Balai Gakkum Kehutanan Wilayah Kalimantan berhasil mengungkap kasus perdagangan ilegal bagian satwa dilindungi berupa sisik Trenggiling di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat. Dalam operasi...

Jangan Terus Bebani TPA, Menteri LH: Pengelolaan Sampah Kota Harus Dimulai Dari Rumah

Ecobiz.asia — Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, menegaskan bahwa pengelolaan sampah tidak boleh lagi bertumpu pada Tempat Pemrosesan Akhir...

Terdaftar di IDX Carbon, NBE Tawarkan Kredit Karbon dari Proyek Biogas Limbah Sawit

Ecobiz.asia — PT Nagata Bio Energi (NBE), anak usaha PT ABM Investama Tbk, resmi bergabung dengan IDX Carbon, menawarkan kredit karbon yang dihasilkan dari...

Pertamina Targets Europe, Asia-Pacific with Globally Certified Sustainable Aviation Fuel

Ecobiz.asia — PT Pertamina is accelerating its entry into the international market by developing a globally certified sustainable aviation fuel (SAF) ecosystem, positioning Indonesia...

Bangun Ekosistem SAF Tersertifikasi Global, Pertamina Siap Tembus Pasar Internasional

Ecobiz.asia — PT Pertamina (Persero) mempercepat langkah masuk ke pasar internasional melalui pembangunan ekosistem Sustainable Aviation Fuel (SAF) yang terverifikasi secara global. Inisiatif ini diarahkan...