Beberkan Hasil Nekropsi, Kemenhut: Kematian Badak Jawa yang Ditranslokasi Akibat Penyakit Bawaan

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia – Kementerian Kehutanan menyampaikan penjelasan resmi terkait kematian Musofa, individu Badak Jawa hasil translokasi dalam Program Operasi Merah Putih di Taman Nasional Ujung Kulon. Pemeriksaan tim ahli memastikan satwa tersebut mati akibat penyakit kronis bawaan yang telah diderita jauh sebelum proses pemindahan dilakukan.

Wakil Menteri Kehutanan Rohmat Marzuki dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (28/11/2025), menyampaikan duka cita sekaligus menegaskan bahwa seluruh proses translokasi telah mengikuti standar ilmiah dan etika konservasi satwa liar.

“Pertama-tama kami menyampaikan rasa duka mendalam atas wafatnya Musofa. Proses translokasi telah dilakukan sesuai prosedur dan melibatkan tenaga ahli dari dalam dan luar negeri,” katanya.

Read also:  Pertamina Siap Jalankan Mandatori B50, Masa Transisi Berlangsung hingga September

Rohmat menjelaskan hasil nekropsi yang dilakukan tim patologi dari SKHB IPB University menunjukkan adanya kerusakan kronis pada hati, paru-paru, dan otak, serta infeksi parasit signifikan pada saluran pencernaan.

“Kami memastikan bahwa seluruh tindakan penanganan telah mengikuti standar internasional. Seluruh proses juga diaudit oleh tenaga ahli independen,” ujarnya.

Kemenhut menegaskan translokasi Musofa merupakan langkah strategis untuk memperkuat populasi Badak Jawa yang berstatus Kritis (Critically Endangered) dengan jumlah sangat terbatas dan hanya tersisa di Taman Nasional Ujung Kulon.

Read also:  PIS Restorasi Terumbu Karang di Bali Barat, Tanam 100 Fragmen dan Edukasi Anak Pesisir

Seluruh tahapan Operasi Merah Putih dilakukan secara ketat, termasuk simulasi taktis, analisis etik, dan pengamanan oleh Mabes TNI serta tenaga medis profesional.

Proses pemindahan dimulai pada 3 November 2025 saat Musofa masuk ke pit trap dan dipindahkan ke kandang angkut. Setelah menunggu kondisi cuaca membaik, Musofa dibawa ke Javan Rhino Study and Conservation Area pada 5 November menggunakan KAPA Marinir TNI AL.

Musofa tiba di Paddock dalam kondisi stabil dan dapat makan serta buang air secara normal. Namun pada 7 November satwa tersebut mendadak lemah dan meski telah mendapat tindakan darurat, Musofa dinyatakan tidak dapat diselamatkan pada pukul 16.16 WIB.

Read also:  ESGIN Bidik Investasi Proyek Ekonomi Hijau Pertanian dan Industri Tapioka di Lampung

Rohmat menilai peristiwa ini menjadi pembelajaran penting bagi peningkatan standar kesehatan dan deteksi dini penyakit satwa liar, serta penguatan protokol keselamatan translokasi.

“Translokasi tetap merupakan tonggak penting bagi konservasi Badak Jawa. Kami akan memastikan evaluasi menyeluruh dilakukan agar upaya konservasi ke depan semakin kuat,” ujarnya.

Konferensi pers turut dihadiri perwakilan TNI, Balai Taman Nasional Ujung Kulon, Yayasan Badak Indonesia, serta tim dokter hewan Operasi Merah Putih. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Rancang Peta Arahan, Kemenhut Siapkan 5,67 Juta Hektare Kawasan Hutan untuk Perizinan Berusaha

Ecobiz.asia – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menyiapkan alokasi sekitar 5,67 juta hektare kawasan hutan dalam Peta Arahan Pemanfaatan Hutan (PAPH) Tahun 2026 sebagai acuan penerbitan...

ClientEarth-CPI Indonesia Teken MoU, Percepat Transisi Energi Berkeadilan

Ecobiz.asia – ClientEarth dan Climate Policy Initiative (CPI) Indonesia menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk mempercepat implementasi energi terbarukan dan transisi energi berkeadilan di Indonesia. Kerja...

Menteri Jumhur Ajak Akademisi Wujudkan Kedaulatan Ekologis Jelang 81 Tahun Indonesia Merdeka

Ecobiz.asia – Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) Moh Jumhur Hidayat mengajak kalangan akademisi menjadikan kedaulatan ekologis sebagai fondasi baru pembangunan Indonesia...

Kemenhut Perkuat Diplomasi Publik, Siapkan SDM Hadapi Negosiasi Kehutanan Global

Ecobiz.asia – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) memperkuat kapasitas sumber daya manusia di bidang diplomasi publik dan negosiasi internasional guna mendukung kepemimpinan Indonesia dalam tata kelola...

Menteri LH Ungkap Minat Investasi Hijau di Indonesia Meningkat: Harus Dorong Kesejahteraan Masyarakat

Ecobiz.asia – Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Moh Jumhur Hidayat, menegaskan bahwa investasi hijau dan berbagai instrumen aksi iklim harus memberikan...

TOP STORIES

Türkiye, Ghana and Luxembourg Join The Coalition to Grow Carbon Markets

Ecobiz.asia – Türkiye, Ghana and Luxembourg have joined the Coalition to Grow Carbon Markets, bringing the number of participating governments to 14 and signaling...

Pertamina Exceeds First-Half 2026 Decarbonization Target by 118%

Ecobiz.asia - Indonesia's state-owned energy company PT Pertamina (Persero) exceeded its first-half 2026 decarbonization target by 118%, driven by emissions reduction initiatives across its...

OJK Develops Carbon Insurance to Unlock Financing for Indonesia’s Carbon Projects

Ecobiz.asia – Indonesia's Financial Services Authority (OJK) is developing carbon insurance and other sustainable finance instruments to strengthen the country's carbon market ecosystem and...

Pertamina Lampaui Target Dekarbonisasi, Emisi Karbon Turun 118% di Atas RKAP

Ecobiz.asia – PT Pertamina (Persero) melampaui target program dekarbonisasi yang ditetapkan dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2026. Sepanjang semester I 2026, Pertamina...

Didukung APP Group, Persemaian Sriwijaya Kemampo Siap Dukung Gerakan ASRI Presiden Prabowo

Ecobiz.asia – Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni meresmikan Pusat Persemaian Sriwijaya Kemampo di Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Kemampo, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan,...