Terjadi 167 Kasus Kebakaran Lahan Hingga Mei 2025, Menteri LH Minta Semua Pihak Siaga

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia – Kementerian Lingkungan Hidup mencatat 167 kasus kebakaran lahan terjadi di Indonesia sepanjang Januari hingga Mei 2025. Kalimantan Barat menjadi salah satu provinsi dengan tingkat kerawanan tertinggi. 

Menanggapi hal ini, Menteri Lingkungan Hidup dan Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Hanif Faisol Nurofiq, menyerukan kesiapsiagaan semua pihak dalam menghadapi musim kemarau mendatang.

“Jangan menunggu api datang baru kita bergerak cepat,” ujar Menteri Hanif dalam agenda konsolidasi kesiapsiagaan di Pontianak yang dihadiri oleh perwakilan pemerintah daerah dan pelaku usaha perkebunan, Sabtu (17/5/2025)

Read also:  Earth Hour 2026, WWF Ajak Masyarakat 'Beri Ruang untuk Bumi'

Data KLH/BPLH per 16 Mei 2025 menunjukkan adanya 198 titik panas, menurun 62 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Meski begitu, potensi kebakaran tetap tinggi, terutama saat musim kemarau yang diperkirakan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mulai terjadi pada Juni.

Baca juga: Hadapi 184 Hotspot, Menteri LH Minta Perusahaan Sawit Aktif Cegah Kebakaran Lahan

Menteri Hanif menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat sangat penting untuk mencegah dan menangani kebakaran lahan. 

Read also:  Pertemuan Bilateral Prabowo dan PM Jepang, Bahas Mineral Kritis Hingga Pengembangan Energi Nuklir

Ia mengingatkan bahwa program ketahanan pangan dan energi nasional bisa terancam jika kebakaran tidak dikendalikan.

“Penanganan kebakaran tidak boleh hanya reaktif dan sporadis. Diperlukan kolaborasi aktif mulai dari pencegahan hingga pemulihan pasca kebakaran,” tegasnya.

Data 2015–2024 menunjukkan 79 areal Hak Guna Usaha (HGU) perkebunan pernah terbakar dengan total luas 42.476 hektare. Beberapa lokasi mengalami kebakaran berulang, mengindikasikan lemahnya pencegahan dari pelaku usaha.

Baca juga: Menteri LH Beberkan Lima Penyebab Kebakaran Lahan, Soroti Land Clearing Perkebunan Sawit

Read also:  PSEL Banten Dipercepat, Target Olah 4.000 Ton Sampah per Hari

KLH/BPLH meminta perusahaan perkebunan memperkuat sistem tanggap darurat, termasuk membentuk regu pemadam, menyediakan alat, dan melakukan patroli serta simulasi berkala. Gapki (Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia) juga diminta mendukung upaya penyediaan sarana pemadaman dan edukasi internal karyawan.

Menteri Hanif menegaskan, pemerintah tidak akan kompromi terhadap pelanggaran pembakaran lahan. Penegakan hukum akan ditingkatkan terhadap pelaku yang terbukti lalai. “Kesiapsiagaan ini bukan sekadar kewajiban, tapi tanggung jawab moral,” pungkasnya. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Pemerintah Percepat PSEL Makassar Raya, Kapasitas Pengolahan 1.000 Ton Per Hari

Ecobiz.asia — Pemerintah pusat mempercepat pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Makassar Raya melalui penandatanganan perjanjian kerja sama antara Pemerintah Provinsi...

Kemenhut dan Satgas PKH Garuda Tertibkan Sawit Ilegal, Pulihkan Mangrove di SM Karang Gading

Ecobiz.asia — Kementerian Kehutanan (Kemenhut) bersama Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH) Garuda memulai penertiban kawasan hutan di Suaka Margasatwa Karang Gading dan Langkat Timur...

Titik Panas Meningkat, Kemenhut Aktifkan Posko Pengendalian Karhutla di Kalbar

Ecobiz.asia — Kementerian Kehutanan (Kemenhut) mengaktifkan Posko Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (karhutla) di Kalimantan Barat menyusul lonjakan titik panas dan meningkatnya kejadian kebakaran...

IEEFA: Konversi PLTD ke PLTS Bisa Hemat Hingga US$4 Miliar per Tahun

Ecobiz.asia — Institute for Energy Economics and Financial Analysis (IEEFA) menilai percepatan konversi pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) ke pembangkit listrik tenaga surya (PLTS)...

Sempat Buron, WNA Rusia Penyelundup 202 Reptil ke Dubai Kini Dilimpahkan ke Jaksa

Ecobiz.asia — Warga negara Rusia berinisial OS (46) yang sempat buron dalam kasus penyelundupan 202 reptil ke Dubai resmi dilimpahkan ke jaksa untuk proses...

TOP STORIES

Pemerintah Percepat PSEL Makassar Raya, Kapasitas Pengolahan 1.000 Ton Per Hari

Ecobiz.asia — Pemerintah pusat mempercepat pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Makassar Raya melalui penandatanganan perjanjian kerja sama antara Pemerintah Provinsi...

Kemenhut dan Satgas PKH Garuda Tertibkan Sawit Ilegal, Pulihkan Mangrove di SM Karang Gading

Ecobiz.asia — Kementerian Kehutanan (Kemenhut) bersama Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH) Garuda memulai penertiban kawasan hutan di Suaka Margasatwa Karang Gading dan Langkat Timur...

Pertamina NRE dan US Grains & BioProducts Council Perkuat Kolaborasi Knowledge Exchange Pengembangan Bioetanol

Ecobiz.asia -- Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) menandatangani Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dengan US Grains & BioProducts Council (USGBC) pada Jumat,...

Titik Panas Meningkat, Kemenhut Aktifkan Posko Pengendalian Karhutla di Kalbar

Ecobiz.asia — Kementerian Kehutanan (Kemenhut) mengaktifkan Posko Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (karhutla) di Kalimantan Barat menyusul lonjakan titik panas dan meningkatnya kejadian kebakaran...

Pertamina–POSCO Perkuat Akselerasi Teknologi Rendah Karbon, Jajaki CCS hingga Hidrogen Biru

Ecobiz.asia — PT Pertamina (Persero) menjajaki kerja sama pengembangan teknologi rendah karbon dengan POSCO International Corporation, mencakup carbon capture hingga hidrogen biru sebagai bagian...