Lakukan Inovasi Lingkungan dan Sosial, Hengjaya Mineralindo Sabet Tujuh Penghargaan Bergengsi

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia – PT Hengjaya Mineralindo berhasil meraih tujuh penghargaan bergengsi di Indonesia terkait dengan inovasi lingkungan dan sosial dalam ajang ENSIA Awards.

Penyerahan penghargaan ENSIA Award dihadiri oleh Wakil Menteri Lingkungan Hidup Alue Dohong, di Nusa Dua, Bali, Rabu 31 Juli 2024.

Chief Operating Officer, PT Hengjaya Mineralindo  Tony Green, dalam kesempatan terpisah menyampaikan bahwa penghargaan tersebut membuktikan bahwa Hengjaya Mineralindo mampu secara konsisten menciptakan inovasi-inovasi lingkungan maupun sosial. 

Baca juga: Jadi Inisiatif Dekarbonisasi, Menko Luhut Sebut Indonesia Serius Implementasi Teknologi CCS

Read also:  Agincourt Resources Buka OlympiAR 2026, Dorong Talenta Geosains dan Praktik Tambang Berkelanjutan

“Kami selaku pimpinan selalu mendukung dan mangajak karyawan untuk semangat dan konsisten dalam mewujudkan perubahan positif sehingga tercipta praktik penambangan yang ramah terhadap lingkungan maupun sosial,” katanya.

Dia melanjutkan, komitmen perusahaan dalam isu lingkungan dan sosial, khususnya pada aspek Environmental, Social & Governance (ESG) merupakan main core perusahaan global yang bergerak dalam pertambangan nikel seperti halnya Hengjaya Mineralindo untuk menghasilkan nikel yang bertanggung jawab. 

Tony menambahkan, implementasi program yang dilakukan oleh teman-teman di lapangan adalah hasil dari proses konsultasi yang sangat baik bersama para pimpinan departemen dan seluruh karyawan dalam memecahkan persoalan lingkungan dan sosial yang terjadi di tiap lingkup pekerjaan yang berbeda-beda. 

Read also:  PHI Raih Tujuh Penghargaan IABC Indonesia Awards 2026

Proses kolaborasi mulai dari perencanaan hingga evaluasi program telah dijalankan oleh menajamen dan seluruh karyawan Hengjaya Mineralindo. 

Sebagi contoh, manajemen perusahaan bersama Departemen Sustainability bertanggung jawab untuk mengadakan pertemuan rutin evaluasi monitoring program ESG mingguan bertajuk “Weekly ESG Monitoring” dan pertemuan bulanan untuk seluruh departemen melalui agenda “Chit-Chat ESG Ideas”

Baca juga: Harita Nickel Dukung Inisiasi Kemenkomarves Rehabilitasi Mangrove, Target Nasional 600.000 Hektare

Read also:  PERHAPI: Industri Tambang Tak Cukup Hanya Kejar Produksi, Harus Beri Manfaat Berkelanjutan

“Kami tidak ingin melihat ESG sebagai tugas tambahan baru bagi manajemen, melainkan melihat itu sebagai budaya yang sudah seharusnya melekat dalam tiap lini pekerjaan secara holistik.  Oleh karena itu, perusahaan selalu mengajak karyawan untuk memulai inovasi dari hal-hal kecil namun memiliki arti yang hebat bagi keberlangsungan lingkungan dan manusia. Dan tentu saja mendorong terciptanya proses bisnis nikel yang berkelanjutan di masa kini dan masa mendatang” kata Tony. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

TruCarbon dan AEI Gelar Webinar PSPK 1 & 2, Siapkan Emiten Hadapi Sustainability Disclosure 2027

Ecobiz.asia – Penerapan standar pengungkapan keberlanjutan PSPK 1 dan PSPK 2 mulai periode pelaporan tahunan 1 Januari 2027 mendorong emiten memperkuat kesiapan data, sistem...

Pertamina Perluas Akses Pasar Global 7 UMK di CAEXPO 2026

Ecobiz.asia -- PT Pertamina (Persero) memperluas peluang produk lokal tujuh Usaha Mikro dan Kecil (UMK) mitra binaan untuk menjangkau pasar internasional dalam The 23rd...

PHI Raih Tujuh Penghargaan IABC Indonesia Awards 2026

Ecobiz.asia -- PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) meraih tujuh penghargaan dalam ajang International Association of Business Communicators (IABC) Indonesia Awards 2026, sebagai bentuk apresiasi...

PERHAPI: Industri Tambang Tak Cukup Hanya Kejar Produksi, Harus Beri Manfaat Berkelanjutan

Ecobiz.asia -- Industri pertambangan Indonesia menghadapi tantangan yang semakin kompleks, mulai dari tekanan geopolitik dan fluktuasi harga komoditas hingga perubahan regulasi, pertambangan ilegal, serta...

Agincourt Resources Buka OlympiAR 2026, Dorong Talenta Geosains dan Praktik Tambang Berkelanjutan

Ecobiz.asia -- PT Agincourt Resources, pengelola Tambang Emas Martabe, bersama Masyarakat Geologi Ekonomi Indonesia (MGEI) kembali menggelar Olympiad Agincourt Resources (OlympiAR) 2026, kompetisi geosains...

TOP STORIES

Aceh Tamiang, Fairatmos, Manka Explore Blue Carbon Potential Across 24,000 Hectares of Mangroves

Ecobiz.asia – The Aceh Tamiang administration, climate technology company Fairatmos and Mandala Katalika (Manka) have signed a cooperation agreement to explore a mangrove-based blue...

Isometric Perluas Pasar ke Kredit Karbon Pencegahan Deforestasi, Siapkan Protokol Baru

Ecobiz.asia – Lembaga sertifikasi kredit karbon Isometric memperluas cakupan ke proyek pencegahan deforestasi dengan menyiapkan protokol baru yang ditujukan untuk memperkuat kredibilitas kredit karbon...

JDS dan ITB Bahas Tantangan dan Peluang CCS/CCUS di Indonesia

Ecobiz.asia — Pengembangan Carbon Capture and Storage (CCS) dan Carbon Capture, Utilization and Storage (CCUS) di Indonesia membutuhkan pemahaman lintas disiplin, mulai dari teknologi...

Indonesia Tawarkan Energi Hijau untuk Tarik Investasi Data Center

Ecobiz.asia — Pemerintah menawarkan potensi energi baru terbarukan (EBT) Indonesia untuk menarik investasi pusat data (data center), seiring meningkatnya kebutuhan listrik industri digital. Potensi...

Wärtsilä: Fleksibilitas Sistem Listrik Penting untuk Percepatan EBT dan Ekonomi Digital

Ecobiz.asia -- Percepatan energi terbarukan dan pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia membutuhkan sistem kelistrikan yang lebih fleksibel agar peningkatan pasokan listrik bersih tetap berjalan...