KLH Tingkatkan Status Kasus KEK Lido ke Penyidikan, Tetapkan Tersangka Korporasi

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia – Kementerian Lingkungan Hidup telah meningkatkan status penanganan kasus dugaan perusakan lingkungan di Kawasan Ekonomi Khusus Lido, Sukabumi ke Penyidikan.

KLH juga mengungkapkan telah ada tersangka pada kasus ini yaitu tersangka korporasi.

“Sekarang prosesnya sudah keluar Surat Perintah Dimulainya Penyidikan (SPDP)-nya. Jadi statusnya sudah penyidikan saat ini,” kata Deputi Bidang Penegakan Hukum (Gakkum) Kementerian Lingkungan Hidup Rizal Irawan dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (12/3/2025).

Baca juga: Beri Waktu 90 Hari, KLH Perintahkan MNC Land Lakukan Perbaikan Pengelolaan KEK Lido

Read also:  Kemenhut Ungkap Dua Badak Sumatera di SRS Way Kambas Bunting, Harapan Populasi Bertambah

Rizal juga mengungkapkan, naiknya status penanganan kasus ini tidak lepas dari telah ditemukannya dua alat bukti. “Yang penting dua alat bukti sudah terpenuhi,” katanya.
 
Rizal mengungkapkan, Pejabat Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) KLH segera memanggil saksi-saksi kunci untuk menyelesaikan kasus dugaan perusakan lingkungan hidup di kawasan tersebut.

“Mulai besok, kita akan memanggil beberapa saksi. Kurang lebih 36 saksi untuk membuat terang tindak pidana yang ada di kawasan ekonomi khusus Lido ini,” kata Rizal.

Read also:  Beralih dari Energi Fosil, Hashim Ungkap Strategi Indonesia Kembangkan PLTS, Nuklir hingga Biofuel

Baca juga: KLH Segel KEK Lido Besutan Hary Tanoe, Temukan Banyak Pelanggaran Lingkungan

Rizal membeberkan, kerusakan lingkungan terjadi di KEK Lido diantaranya adalah penimbunan danau seluas 1,04 hektare, terjadinta erosi dan solum tanah, dan kerusakan untuk parameter keanekaragaman hayati/flora.

Selain itu, hasil uji Laboratorium Bioteknologi Lingkungan (ICBB) juga mengungkapkan telah terjadi kerusakan tanah dan lingkungan akibat pematangan lahan (penimbunan danau) karena telah masuk kriteria baku kerusakan untuk parameter fraksi liat (klei).

Baca juga: Menteri LH Sidak Situ Lido Respons Keluhan Warga Soal Penyusutan Lahan Resapan

Read also:  Transisi Energi Global Jadi Magnet Investasi, Indonesia Bidik 28 Komoditas untuk Hilirisasi Hijau

Sebelumnya KLH telah memasang memasang sejumlah papan pengawasan di KEK Lido yang dikelola oleh PT MNC Land Lido. Hal itu dilakukan setelah adanya laporan dari masyarakat tentang kerusakan lingkungan di kawasan tersebut, salah satunya adalah tentang pendangkalan danau Lido.

Rizal mengungkapkan, selain menaikkan status penanganan kasus ke tahap penyidikan, pihaknya juga telah menetapkan tersangka korporasi. “Nanti akan didalami siapa penanggung jawabnya,” kata dia. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

IWC-11 Dorong Pembiayaan Inovatif untuk Perluas Solusi Pengelolaan Perairan Berkelanjutan

Ecobiz.asia – Pembiayaan inovatif dan keterlibatan masyarakat menjadi kunci untuk memperluas penerapan solusi pengelolaan perairan, mulai dari konservasi pesisir hingga penanganan sampah plastik. Isu...

Tak Tebang Pilih, Menhut Bekukan Izin Enam Perusahaan di Kalteng terkait Karhutla

Ecobiz.asia — Kementerian Kehutanan (Kemenhut) membekukan izin enam perusahaan yang terkait dengan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah. Dengan penambahan tersebut,...

Kemenhut Tanggapi Kritik Greenpeace Soal Karhutla, Beberkan Operasi Pemadaman hingga Sanksi ke Perusahaan

Ecobiz.asia - Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menanggapi kritik Greenpeace Indonesia dengan menegaskan bahwa anggapan pemerintah tidak bertindak dalam menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak...

Pusat Data Butuh Tambahan 20 GW, Bahlil Siapkan Energi Bersih untuk Batam–Karimun–Bintan

Ecobiz.asia — Indonesia membutuhkan tambahan pasokan listrik sekitar 20 gigawatt (GW) untuk memenuhi kebutuhan pengembangan pusat data. Pemerintah menyiapkan Batam, Karimun, dan Bintan sebagai...

Transmisi Jadi Tantangan, PLN Sebut Butuh Investasi Rp3.400 Triliun Untuk Transisi Energi

Ecobiz.asia — Pembangunan jaringan transmisi menjadi salah satu tantangan utama transisi energi Indonesia karena sumber energi dan pusat permintaan listrik tersebar di wilayah berbeda....

TOP STORIES

PHE Andalkan Teknologi Geosains untuk Optimalkan Potensi Migas Nasional

Ecobiz.asia — PT Pertamina Hulu Energi (PHE), Subholding Upstream Pertamina, mendorong pemanfaatan teknologi geosains untuk meningkatkan keberhasilan eksplorasi dan mengoptimalkan produksi lapangan minyak dan...

Pertagas Kerahkan Tim Tanggap Darurat untuk Bantu Penanganan Karhutla di Sumsel

Ecobiz.asia -- PT Pertamina Gas (Pertagas), bagian dari Subholding Gas Pertamina, mengerahkan tim tanggap darurat dan mobil pemadam kebakaran untuk membantu penanganan kebakaran hutan...

Uni Eropa Sepakati Kenaikan Ambang Penghapusan Kuota Karbon, Jaga Stabilitas Pasar

Ecobiz.asia – Dewan Uni Eropa dan Parlemen Eropa mencapai kesepakatan sementara untuk menaikkan ambang penghapusan kuota emisi dalam Market Stability Reserve (MSR) dari 400...

IWC-11 Dorong Pembiayaan Inovatif untuk Perluas Solusi Pengelolaan Perairan Berkelanjutan

Ecobiz.asia – Pembiayaan inovatif dan keterlibatan masyarakat menjadi kunci untuk memperluas penerapan solusi pengelolaan perairan, mulai dari konservasi pesisir hingga penanganan sampah plastik. Isu...

PEP Tanjung Salurkan 1,16 Juta Liter Air Bersih untuk Atasi Kekeringan dan Karhutla di Tabalong

Ecobiz.asia – PT Pertamina EP (PEP) Tanjung Field menyalurkan 1,156 juta liter air bersih untuk membantu masyarakat menghadapi kekeringan sekaligus mendukung penanganan kebakaran hutan...