Ada Perpres 109/2025, Wamen LH Sebut Sampah Kini Jadi Sumber Daya Energi Baru

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia — Wakil Menteri Lingkungan Hidup Diaz Hendropriyono menyatakan bahwa penerbitan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 109 Tahun 2025 menandai babak baru pengelolaan sampah nasional menuju sistem yang modern, efisien, dan berkelanjutan. Aturan ini mengatur penanganan sampah perkotaan melalui pengolahan menjadi energi terbarukan berbasis teknologi ramah lingkungan.

“Perpres ini menjadi tonggak penting dalam menjawab kedaruratan sampah nasional yang telah menimbulkan pencemaran dan ancaman kesehatan. Pemerintah ingin memastikan sampah tidak lagi menjadi beban, tetapi sumber daya energi baru,” ujar Diaz dalam kegiatan Sosialisasi Perpres 109/2025 di Jakarta, Selasa (21/10/2025).

Read also:  RSPO Perketat Pantauan Karhutla di Perkebunan Bersertifikat, Telusuri Penyebab Kebakaran

Diaz menjelaskan, kebijakan ini sekaligus mendukung target ambisius pemerintah yang tercantum dalam RPJMN 2025–2029, yakni 100 persen sampah terkelola pada 2029. Saat ini, baru sekitar 39 persen sampah nasional yang terkelola dengan baik, bahkan menurut Wamen LH, angka riilnya bisa lebih rendah.

“Target ini sangat agresif. Namun Presiden menegaskan bahwa persoalan sampah tidak bisa ditunda. Sampah yang tidak dikelola berdampak langsung terhadap kualitas udara, kesehatan masyarakat, hingga ketersediaan air bersih yang berpengaruh pada ketahanan pangan,” ujarnya.

Read also:  Prabowo Resmikan 11 Proyek Hilirisasi Nikel Senilai US$10,2 Miliar di IWIP

Diaz menegaskan bahwa pengelolaan sampah menjadi energi terutama melalui skema Waste to Energy (WtE), merupakan salah satu solusi yang dapat diterapkan secara cepat. Meski bukan satu-satunya cara, teknologi ini dinilai efektif menyerap volume sampah dalam jumlah besar dan menjadi ciri negara maju dalam tata kelola limbah.

“Negara-negara yang memiliki sistem waste to energy yang baik umumnya adalah negara maju. Indonesia harus membuktikan diri mampu mengelola sampah secara modern dan bertanggung jawab,” tegasnya.

Read also:  Kronologi Gugurnya Empat Petugas Pemadam Karhutla di Bromo, Terjebak Api hingga Luka Bakar Berat

Ia juga mengingatkan bahwa pemerintah daerah tetap memegang peran penting, terutama dalam penyediaan lahan, ketersediaan air, serta memastikan pengangkutan sampah minimal 1.000 ton per hari untuk menjaga efisiensi operasional fasilitas WtE. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Kronologi Gugurnya Empat Petugas Pemadam Karhutla di Bromo, Terjebak Api hingga Luka Bakar Berat

Ecobiz.asia — Empat petugas dan mitra pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) meninggal dunia saat berupaya memadamkan kebakaran di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger...

Bali Butuh Rp623,28 Triliun untuk Capai Emisi Nol Bersih 2045, Kesiapan Proyek Jadi Tantangan

Ecobiz.asia – Provinsi Bali membutuhkan investasi hijau sebesar Rp623,28 triliun hingga 2045 untuk mencapai target emisi nol bersih. Namun, keterbatasan fiskal daerah dan kesiapan...

Negosiasi INC on Plastic Pollution Alot, Indonesia Tak Tinggal Diam Tangani Sampah Plastik

Ecobiz.asia – Negosiasi perjanjian internasional untuk mengatasi polusi plastik, Intergovernmental Negotiating Committee (INC) on Plastic Pollution* masih menemui jalan buntu meski telah berlangsung sejak...

BPGMN Perkuat Pengelolaan Gambut dan Pemantauan Permukaan Air untuk Tekan Karhutla, 40 Cm Jadi Warning

Ecobiz.asia — Badan Pengelolaan Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN) akan memperkuat pengelolaan gambut melalui pemetaan risiko kebakaran, pemodelan kondisi kekeringan, dan pemantauan tinggi muka...

RUU Migas 2026, FSPPB dan Muhammadiyah Desak Pertamina Jadi BUK Migas

Ecobiz.asia — Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB) bersama Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah mendorong agar Pertamina ditetapkan sebagai Badan Usaha Khusus (BUK) Migas dalam...

TOP STORIES

Sukses Ubah Emisi Karbon Jadi Soda Ash Bernilai Ekonomi, Kemenperin Dorong Teknologi CCU

Ecobiz.asia – Kementerian Perindustrian mendorong perluasan penerapan teknologi Carbon Capture and Utilization (CCU) untuk menekan emisi sekaligus menghasilkan produk bernilai ekonomi dari pemanfaatan kembali...

Sang Hyang Seri dan Legasi Alam Kembangkan Biochar, Bidik Peluang Perdagangan Karbon

Ecobiz.asia – PT Sang Hyang Seri (Persero) menjajaki pengembangan teknologi biochar untuk meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus membuka peluang perdagangan karbon melalui penyimpanan karbon jangka...

NHM-Perhapi Maluku Utara Perkuat Link and Match Pendidikan dan Industri Tambang

Ecobiz.asia – PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) menggandeng Student Chapter Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (PERHAPI) Provinsi Maluku Utara untuk memperkuat keterkaitan antara pendidikan tinggi...

Kronologi Gugurnya Empat Petugas Pemadam Karhutla di Bromo, Terjebak Api hingga Luka Bakar Berat

Ecobiz.asia — Empat petugas dan mitra pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) meninggal dunia saat berupaya memadamkan kebakaran di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger...

Pertamina Uji Teknologi PertaPURE, Bidik Pemanfaatan Kembali Air Terproduksi pada Operasi Migas

Ecobiz.asia — PT Pertamina (Persero) bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menguji teknologi PertaPURE untuk mengolah air terproduksi (produced water) dari kegiatan produksi...