Ecobiz.asia — ABB Motion memperkuat kolaborasi antara industri dan perguruan tinggi melalui program ABB Motion Goes to Campus, sebuah inisiatif yang menyasar pengembangan talenta teknik siap industri di tengah meningkatnya kebutuhan kompetensi teknologi dan efisiensi energi.
Program ini telah dijalankan bersama sejumlah perguruan tinggi teknik di Indonesia, antara lain Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Teknologi Sepuluh November (ITS), Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta, Universitas Trisakti, dan Politeknik Negeri Bandung (Polban).
ABB Motion juga membuka peluang perluasan kerja sama dengan institusi pendidikan lainnya.
Vice President and Head of Local Business Area Motion ABB Indonesia, Chen-Kang Tan, mengatakan kolaborasi industri–akademia menjadi kunci dalam menjembatani kesenjangan antara pendidikan formal dan kebutuhan dunia kerja.
“Melalui ABB Motion Goes to Campus, kami ingin berkontribusi langsung dalam membangun kesiapan talenta teknik Indonesia sejak di bangku kuliah, tidak hanya dari sisi teori, tetapi juga pemahaman aplikatif terhadap teknologi yang digunakan di industri,” ujar Tan dalam pernyataannya, Rabu (11/2/2026).
Sebagai bagian dari implementasi program, ABB Motion menggelar rangkaian workshop dan sesi berbagi pengetahuan di ITB pada 3–6 Februari 2026.
Kegiatan tersebut melibatkan mahasiswa lintas disiplin teknik dan mencakup pemaparan teknologi motion, otomasi industri, serta solusi efisiensi energi yang menjadi fondasi industri modern.
Program ini dirancang sebagai platform kolaborasi jangka panjang yang mengombinasikan hibah produk, workshop teknis, dan forum diskusi strategis.
Pendekatan ini ditujukan untuk menyelaraskan kurikulum akademik dengan kebutuhan riil industri, sekaligus membekali mahasiswa dengan wawasan praktis sejak dini.
Dari sisi akademik, Wakil Dekan Sumberdaya Sekolah Teknik Elektro dan Informatika ITB, Arwindra Rizqiawan menilai kolaborasi ini relevan dalam meningkatkan kesiapan lulusan menghadapi dunia kerja.
Dia menyebut interaksi langsung dengan praktisi industri memberikan nilai tambah bagi mahasiswa.
“Mahasiswa memperoleh perspektif yang lebih komprehensif mengenai kompetensi dan kesiapan teknologi yang dibutuhkan di masa depan melalui paparan langsung dari industri,” ujarnya. ***




