Kemenhut dan ICVCM Sepakat Bangun Pasar Karbon Berintegritas Tinggi di Indonesia

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia — Kementerian Kehutanan Republik Indonesia menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Integrity Council for the Voluntary Carbon Market (ICVCM) untuk memperkuat pengembangan pasar karbon sukarela berintegritas tinggi di Indonesia.

Penandatanganan kerja sama tersebut berlangsung dalam High-Level Breakfast Roundtable pada forum Sustainable Business COP30 (SBCOP) di São Paulo, Brasil, Sabtu (8/11/2025). Acara ini dihadiri oleh para pelaku perdagangan karbon internasional, lembaga keuangan global, dan delegasi pemerintah Indonesia yang membahas strategi Indonesia menuju pusat utama pasar karbon dunia.

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengatakan, kemitraan ini menjadi langkah penting bagi Indonesia dalam membangun ekosistem pasar karbon yang kredibel, transparan, dan berbasis sains.

Read also:  Hidupkan Perdagangan Karbon, Kemenhut Kerja Bak 'Roro Jongrang' Sosialisasikan Permenhut 6/2026

“Kolaborasi ini mencerminkan tekad Indonesia untuk memastikan pasar karbon nasional dibangun atas dasar kepercayaan, integritas, dan kedaulatan,” ujar Raja Antoni.

Ia menambahkan, hutan tropis Indonesia memiliki peran strategis sebagai pusat transisi menuju ekonomi karbon global yang berkeadilan dan berkelanjutan. “Dengan menyelaraskan diri pada standar integritas global, Indonesia tengah membangun fondasi bagi ekosistem pasar karbon yang memberikan manfaat nyata bagi komunitas lokal dan masyarakat adat,” katanya.

Melalui MoU ini, ICVCM akan memberikan dukungan teknis kepada Kementerian Kehutanan, termasuk dalam pengembangan sistem pengukuran, pelaporan, dan verifikasi (MRV), peningkatan kapasitas aparatur dan pelaku usaha, serta penguatan pemahaman publik tentang pasar karbon sukarela yang berintegritas tinggi.

Read also:  PGE Kolaborasi dengan UGM dan PT Agrotekno Estetika Laboratoris Kembangkan Katrili, Inovasi Pertanian Berbasis Geotermal

Kedua pihak juga sepakat memperkuat forum kolaboratif untuk mempercepat kesiapan Indonesia dalam membangun kerangka kerja pasar karbon yang kredibel dan relevan dengan konteks nasional.

CEO ICVCM Amy Merrill menilai Indonesia telah menunjukkan langkah positif menuju pembangunan pasar karbon yang kuat dan transparan. “Kami senang dapat mendukung Indonesia dalam menyelaraskan kredit karbon kehutanan dengan Core Carbon Principles berintegritas tinggi. Kolaborasi ini akan memastikan proyek-proyek karbon Indonesia memberikan dampak iklim yang nyata dan terverifikasi,” ujarnya.

Read also:  Indonesia Siapkan Implementasi Nesting Karbon Kehutanan, Riau Jadi Percontohan

Direktur Urusan Publik ICVCM Lorna Ritchie menambahkan, kerja sama dengan Kementerian Kehutanan akan memperkuat keterhubungan pasar karbon global yang tetap relevan dengan kondisi lokal. “Penting bagi kita memastikan pasar karbon memiliki standar integritas internasional yang konsisten, sekaligus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat di tingkat tapak,” katanya.

Kesepakatan ini mempertegas posisi Indonesia sebagai salah satu pemain utama dalam pengembangan pasar karbon global, dengan menempatkan integritas, transparansi, dan keberlanjutan sebagai pilar utama tata kelola iklim nasional. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

KLH Uji Coba Sistem Inventarisasi Gas Rumah Kaca SIGN SMART ROBUST, Banyak Keunggulannya

Ecobiz.asia — Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan (KLH/BPLH) Hidup melalui Direktorat Inventarisasi Gas Rumah Kaca dan Monitoring, Pelaporan, Verifikasi (IGRK MPV) menguji coba pengembangan...

Hidupkan Perdagangan Karbon, Kemenhut Kerja Bak ‘Roro Jongrang’ Sosialisasikan Permenhut 6/2026

Ecobiz.asia - Peraturan Menteri Kehutanan No 6 yang mengatur perdagangan karbon kehutanan yang baru saja terbit mendapat sambutan antusias. Pembahasan beleid tersebut pun digelar...

Kemenhut Tawarkan Investasi Karbon Kehutanan Indonesia di Forum Bisnis New York

Ecobiz.asia – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menegaskan komitmennya membangun tata kelola perdagangan karbon kehutanan yang kredibel, transparan, dan berstandar internasional dalam forum bisnis Indonesia–International Emissions...

PLN Indonesia Power Gandeng DevvStream Kelola Kredit Karbon Portofolio PLTS

Ecobiz.asia – PT PLN Indonesia Power menunjuk DevvStream Corp. sebagai mitra eksklusif pengelolaan kredit karbon dari portofolio pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) milik perusahaan. Melalui...

Pertamina dan LanzaTech Jajaki Pengolahan Sampah Jadi Bahan Bakar Rendah Karbon

Ecobiz.asia – PT Pertamina (Persero) menggandeng LanzaTech untuk mengembangkan solusi energi rendah karbon melalui pengolahan sampah perkotaan menjadi bahan bakar berbasis teknologi waste to...

TOP STORIES

Indonesia Bets on Certified Sustainable Timber to Expand U.S. Market Access

Ecobiz.asia — United States remains a strategic export market for Indonesia’s forestry products, with exports of Indonesian processed wood products to the U.S. reaching...

Pangkas Emisi Karbon, PLN Gandeng MRT Jakarta dan Transjakarta Kampanyekan Transportasi Publik Listrik

Ecobiz.asia – PT PLN (Persero) bersama PT MRT Jakarta dan PT Transportasi Jakarta meluncurkan kampanye “Green Future Powered Today” untuk mendorong penggunaan transportasi publik...

Ekspor Produk Kayu ke AS Tembus US$1,94 Miliar, RI Andalkan Sertifikasi dan Produk Berkelanjutan

Ecobiz.asia – Amerika Serikat masih menjadi pasar strategis bagi produk kehutanan Indonesia. Nilai ekspor produk kayu olahan Indonesia ke Negeri Paman Sam pada 2025...

Penuhi Kebutuhan Pasar, Menhut Jamin Produk Kayu Indonesia ke AS Legal dan Bersertifikat

Ecobiz.asia – Di tengah tuntutan global akan produk kayu berkelanjutan, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menjamin produk kayu Indonesia yang masuk ke pasar Amerika...

ASEAN Must Not Become Global Waste Dumping Ground, Circular Economy Must Advance

Ecobiz.asia — Indonesia has called for stronger regional cooperation in ASEAN to address increasingly complex challenges in chemical and waste management, including the growing...