Pangkas Penggunaan BBM, PLN EPI Siapkan Gasifikasi Pembangkit 477 MW di Nusa Tenggara

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia — PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) menyiapkan jaringan logistik Liquefied Natural Gas (LNG) untuk memasok gas ke pembangkit berkapasitas total 477 megawatt (MW) di lima lokasi di Nusa Tenggara.

Proyek yang ditargetkan mulai beroperasi pada awal 2029 itu diarahkan untuk menggantikan penggunaan bahan bakar minyak (BBM) pada pembangkit yang dapat menggunakan gas.

Pengembangan LNG Logistics Network Cluster Nusa Tenggara tersebut mencakup Lombok, Sumbawa hingga Flores. Infrastruktur midstream ini disiapkan sekaligus untuk memperkuat keandalan pasokan energi primer dan sistem kelistrikan di kawasan kepulauan tersebut.

Direktur Gas dan BBM PLN EPI Erma Melina Sarahwati mengatakan pembangunan infrastruktur LNG diperlukan karena Nusa Tenggara belum terhubung dengan jaringan pipa gas seperti wilayah lain.

“Untuk kasus Lombok, karena tidak ada pasokan gas yang langsung dari upstream, kita harus mengembangkan midstream-nya supaya kita bisa menyediakan sumber gas untuk pembangkit di Lombok,” kata Erma dalam audiensi dengan Pemerintah Kota Mataram, Senin (14/9/2026).

Read also:  Pertagas Catat Kepuasan Pelanggan 4,46, Naik 2,53% pada 2026

Pada tahap awal, jaringan tersebut akan memasok lima lokasi pembangkit, yakni PLTMG Lombok Peaker, PLTMG Lombok-2 Sambelia, Sumbawa, Flores, dan Maumere. Total kebutuhan gas untuk jaringan tersebut diperkirakan mencapai rata-rata 39,8 BBTUD.

Gasifikasi diarahkan terutama untuk pembangkit yang telah memiliki kemampuan menggunakan gas tetapi masih mengandalkan BBM. Peralihan bahan bakar tersebut diharapkan menekan biaya energi primer sekaligus emisi.

“Pembangkit-pembangkit yang sebenarnya bisa menggunakan gas dan selama ini masih menggunakan BBM, ini bisa kita ganti sumbernya dengan gas. Selain lebih efisien, gas juga lebih bersih dibandingkan BBM,” ujar Erma.

Read also:  Perkuat Pasokan Gas Bumi, PGN Dapat Tambahan 5,45 BBTUD dari WK Tungkal

Untuk mendistribusikan LNG, PLN EPI menyiapkan satu LNG carrier berkapasitas 22.000 CBM dengan waktu tempuh satu siklus perjalanan sekitar 10 hari. Kapal tersebut akan mendistribusikan LNG secara bergilir ke lima lokasi dalam jaringan Nusa Tenggara.

Di sisi penerima, PLTMG Lombok Peaker direncanakan memiliki tangki LNG berkapasitas 8.000 m³ dengan kemampuan regasifikasi 32,07 MMSCFD. PLTMG Lombok-2 Sambelia disiapkan dengan tangki 5.000 m³ dan kapasitas regasifikasi 23,75 MMSCFD.

Fasilitas LNG di Sumbawa direncanakan memiliki tangki 7.500 m³ dengan kapasitas regasifikasi 29,29 MMSCFD. Sementara fasilitas Flores memiliki tangki 2.500 m³ dengan kapasitas regasifikasi 19,08 MMSCFD dan Maumere 4.500 m³ dengan kapasitas regasifikasi 9,50 MMSCFD.

Secara keseluruhan, Cluster Nusa Tenggara direncanakan mencakup sembilan unit gasifikasi di darat dan dua kapal LNG. LNG akan dikirim dari sumber pasokan menggunakan kapal, kemudian disimpan dan diregasifikasi di masing-masing lokasi sebelum digunakan pembangkit.

Read also:  Grup PHI Perkuat Penanganan Karhutla di Wilayah Operasi Kalimantan

Erma mengatakan infrastruktur midstream menjadi kunci untuk memasok gas ke pembangkit di wilayah yang secara geografis tidak dapat dijangkau jaringan pipa.

“Kalau gas menggunakan gas pipa, itu harus dekat antara sumber pasokan gas dengan sumber pembangkit. Karena itu, untuk wilayah seperti Lombok kita perlu membangun infrastrukturnya agar gas bisa sampai ke pembangkit,” katanya.

Menurut Erma, tersedianya infrastruktur tersebut tidak hanya membuka peluang penghematan BBM, tetapi juga mendukung keandalan sistem kelistrikan di Nusa Tenggara.

“Kalau midstream gasnya sudah tersedia, selain bisa menghemat BBM, tentu juga bisa menjaga keandalan dari sistem kelistrikan di Lombok,” ujarnya. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

MNK Rokan Jadi Pijakan Awal Pertamina Kembangkan Ekosistem Migas Non-Konvensional

Ecobiz.asia -- PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) menjadikan pengembangan Migas Non Konvensional (MNK) di Wilayah Kerja Rokan sebagai pijakan awal untuk membangun kapabilitas dan...

Pertamina NRE Bangun Pusat Pengembangan Bioetanol di Lampung, Bidik Produksi 1 Juta KL

Ecobiz.asia — PT Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) meluncurkan Bioethanol Development Center di Tegineneng, Kabupaten Pesawaran, Lampung, sebagai fasilitas percontohan untuk mengembangkan...

ANTAM Lepas 50 Tukik dan Restorasi 55 Terumbu Karang di Lombok, Perkuat Aksi Konservasi Laut

Ecobiz.asia – PT ANTAM (Persero) Tbk (ANTM) bersama peserta Women On The Move 2026 melakukan aksi konservasi laut di Medana Bay, Lombok, dengan melepasliarkan...

PGN Perluas Pasar Gas Bumi, Andalkan CNG hingga Pasokan Baru

Ecobiz.asia — PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) memperluas pasar gas bumi dengan mengandalkan pengembangan infrastruktur, konektivitas pasokan, serta skema beyond pipeline seperti...

Magnifina Bawa PHR Berjaya di ENSIA 2026, Pemberdayaan Pembudidaya Ikan Hasilkan Dampak Ekonomi dan Lingkungan

Ecobiz.asia – PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) meraih penghargaan Platinum pada ajang Environment and Social Innovation Award (ENSIA) 2026 kategori Inovasi Sosial melalui program...

TOP STORIES

Kemenhut Siapkan Biodiversity Credits untuk Pembiayaan Konservasi, Seperti Apa?

Ecobiz.asia – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menyiapkan biodiversity credits sebagai salah satu instrumen pembiayaan inovatif untuk mendukung konservasi dan pengelolaan taman nasional. Instrumen tersebut akan dibangun...

MNK Rokan Jadi Pijakan Awal Pertamina Kembangkan Ekosistem Migas Non-Konvensional

Ecobiz.asia -- PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) menjadikan pengembangan Migas Non Konvensional (MNK) di Wilayah Kerja Rokan sebagai pijakan awal untuk membangun kapabilitas dan...

Pertamina NRE Launches Multi-Feedstock Bioethanol Centre in Lampung, Puts Sorghum to the Test

Ecobiz.asia — PT Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) has launched a Bioethanol Development Centre in Tegineneng, Pesawaran, Lampung, as a pilot facility...

PERHAPI: Industri Tambang Tak Cukup Hanya Kejar Produksi, Harus Beri Manfaat Berkelanjutan

Ecobiz.asia -- Industri pertambangan Indonesia menghadapi tantangan yang semakin kompleks, mulai dari tekanan geopolitik dan fluktuasi harga komoditas hingga perubahan regulasi, pertambangan ilegal, serta...

Indonesia Starts New Climate Transparency Reports, Updates Emissions Data

Ecobiz.asia – Indonesia has begun preparing its second and third Biennial Transparency Reports (BTR2 and BTR3) to report progress on climate action, including greenhouse...