ESGIN, KPCI dan KKDC Bangun Ekosistem Green Economy

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia – PT ESGIN Global Partners (ESGIN), Koperasi Pangan Cendekia Indonesia (KPCI), dan Koperasi Kencana Darma Cendekia (KKDC) menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk mengembangkan ekosistem ekonomi hijau yang mencakup pertanian berkelanjutan, rantai pasok pangan, ekonomi sirkular, teknologi lingkungan, hingga proyek karbon.

MoU tersebut ditandatangani oleh Vice President ESGIN Yayang Ruzaldy, Ketua KPCI Dr. Marwah Daud Ibrahim, dan Ketua KKDC Rhesa Yogaswara di sela Seminar Nasional Green Education yang digelar di Jakarta, Kamis (10/9).

Kolaborasi tersebut diarahkan untuk menghubungkan sektor pendidikan, pertanian, koperasi, komunitas, teknologi, pasar, serta pembiayaan dalam pengembangan berbagai proyek berkelanjutan.

Yayang Ruzaldy mengatakan pengembangan ekonomi hijau perlu dimulai dari peningkatan pemahaman generasi muda hingga menghasilkan aktivitas nyata yang dapat diukur dampaknya.

Read also:  Pertagas Catat Kepuasan Pelanggan 4,46, Naik 2,53% pada 2026

“Green Education harus bergerak dari knowledge menuju action. Teknologi kemudian dapat membantu mencatat dan mengukur aktivitas tersebut sehingga Green Action dapat berkembang menjadi Measurable Green Impact,” katanya.

Menurut dia, aktivitas seperti pertanian berkelanjutan, pengurangan sampah dan food waste, efisiensi energi dan air, serta ekonomi sirkular berpotensi dikembangkan lebih lanjut menjadi green project.

KPCI akan memperkuat sisi hulu melalui jaringan petani, kelompok tani, koperasi dan komoditas pertanian, termasuk pengembangan pola kemitraan dan contract farming. Sementara KKDC akan mendukung sisi hilir melalui rantai pasok, distribusi, pemasaran dan akses pasar.

Marwah Daud Ibrahim mengatakan green economy harus dibangun dari kekuatan ekonomi masyarakat, dan pertanian merupakan salah satu fondasi terpentingnya. “Melalui kolaborasi ini, kami ingin memperkuat posisi petani dan koperasi dalam ekosistem yang menghubungkan produksi pangan berkelanjutan dengan kepastian pasar, teknologi, ekonomi sirkular, serta peluang pengembangan green project,” ujar Marwah. Menurut dia, ketahanan pangan tidak hanya menjadi agenda produksi, tetapi juga bagian dari upaya membangun ekonomi yang lebih tangguh, inklusif dan selaras dengan kelestarian alam.

Read also:  WKS Jadi Contoh Penanganan Karhutla Gambut, Wamen LH Minta Perusahaan di Jambi Ikut Bangun Sekat Kanal

ESGIN akan mendukung pengembangan green project dan climate project melalui teknologi lingkungan, termasuk platform ESG-in, traceability serta sistem Digital Measurement, Reporting and Verification (Digital MRV).

Khusus kegiatan yang memiliki potensi mitigasi perubahan iklim, ESGIN akan membantu melakukan identifikasi dan kajian awal untuk menilai peluang pengembangannya menjadi climate project atau proyek karbon sesuai metodologi, ketentuan MRV dan regulasi yang berlaku.

Read also:  Pertamina dan IBC Jajaki Pengembangan Ekosistem Industri Baterai Terintegrasi

Kerja sama juga mencakup pengembangan ekonomi sirkular melalui jaringan Bank Sampah Unit (BSU), dengan melibatkan sekolah, keluarga, komunitas dan masyarakat dalam kegiatan pemilahan sampah, daur ulang, pemanfaatan kembali material dan pengurangan food waste.

Ketiga pihak selanjutnya akan melakukan pemetaan wilayah, petani, komoditas, koperasi, komunitas, BSU, rantai pasok dan potensi proyek hijau untuk menentukan sejumlah pilot project.

Proyek yang dinilai layak akan dikembangkan melalui perjanjian kerja sama tersendiri, termasuk pengaturan investasi, teknologi, model bisnis, pembagian peran dan aspek komersial.

Kolaborasi tersebut diharapkan membentuk pipeline proyek ekonomi hijau yang menghubungkan sektor pertanian dan komunitas dengan pasar, ekonomi sirkular, teknologi lingkungan dan peluang investasi hijau.***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Chandra Asri Raises S&P Global CSA Score to 66, Citing Stronger ESG Transparency

Ecobiz.asia - PT Chandra Asri Pacific Tbk (Chandra Asri Group) raised its score in the 2026 S&P Global Corporate Sustainability Assessment (CSA) to 66...

Ascenso Bidik Industri Tambang Indonesia dengan Ban Radial OTR hingga 49 Inci

Eciobiz.asia -- Produsen ban asal India, Ascenso Tyres, memperluas bisnisnya ke sektor pertambangan Indonesia melalui peluncuran portofolio All-Steel Radial Off-The-Road (R-OTR), termasuk ban berukuran...

PGN Solution, Nusantara Regas Perkuat Kesiapsiagaan Darurat Pipa Bawah Laut

Ecobiz.asia -- PT Nusantara Regas (NR) dan PT PGAS Solution (PGN Solution) memperkuat ketahanan infrastruktur gas melalui kerja sama kesiapsiagaan penanganan keadaan darurat pada...

MedcoEnergi Catat Kinerja Produksi 1H26 Naik 19%, Pertahankan Panduan 2026

Ecobiz.asia -- PT Medco Energi Internasional Tbk (MedcoEnergi) mencatat kinerja operasional yang kuat pada semester pertama 2026 dengan produksi minyak dan gas mencapai 170...

Elnusa Realisasikan 35% CAPEX Rp602 Miliar hingga Semester I 2026

Ecobiz.asia -- PT Elnusa Tbk (ELSA), perusahaan jasa energi dan migas yang tercatat di Bursa Efek Indonesia, telah merealisasikan sekitar 35% dari anggaran belanja...

TOP STORIES

Chandra Asri Raises S&P Global CSA Score to 66, Citing Stronger ESG Transparency

Ecobiz.asia - PT Chandra Asri Pacific Tbk (Chandra Asri Group) raised its score in the 2026 S&P Global Corporate Sustainability Assessment (CSA) to 66...

Ascenso Bidik Industri Tambang Indonesia dengan Ban Radial OTR hingga 49 Inci

Eciobiz.asia -- Produsen ban asal India, Ascenso Tyres, memperluas bisnisnya ke sektor pertambangan Indonesia melalui peluncuran portofolio All-Steel Radial Off-The-Road (R-OTR), termasuk ban berukuran...

Pantauan Kemenhut: Kalsel Nihil Hotspot, Pengendalian Karhutla di Kalbar-Kalteng Diperkuat

Ecobiz.asia – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) memperkuat pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah setelah pemantauan terbaru menunjukkan kedua provinsi...

Menteri LH: Pasar Karbon Harus Berbasis Aksi Nyata, Bukan Sekadar Transaksi

Ecobiz.asia – Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) Moh Jumhur Hidayat menegaskan pasar karbon Indonesia harus dibangun berdasarkan aksi iklim yang terukur,...

TÜV SÜD Bangun Pusat Dekarbonisasi di Singapura, Siap Investasi US$24 Juta

Ecobiz.asia — Perusahaan pengujian, inspeksi, dan sertifikasi global TÜV SÜD menginvestasikan lebih dari US$24 juta untuk membangun Global Decarbonisation Centre of Excellence (CoE) di...