ESGIN Bidik Investasi Proyek Ekonomi Hijau Pertanian dan Industri Tapioka di Lampung

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia — PT ESGIN Global Partners berkomitmen berinvestasi dalam pengembangan proyek ekonomi hijau di sektor pertanian dan industri pengolahan tepung tapioka di Provinsi Lampung. Investasi tersebut akan difokuskan pada penerapan pertanian rendah karbon (climate-smart agriculture) serta proyek penangkapan emisi metana di industri tapioka yang berpotensi menghasilkan energi terbarukan dan kredit karbon.

“Lampung memiliki seluruh fondasi untuk menjadi pusat green economy berbasis pertanian di Indonesia. ESGIN berkomitmen untuk berinvestasi pada proyek-proyek strategis yang memberikan manfaat ekonomi sekaligus manfaat lingkungan, mulai dari Climate Smart Agriculture, biochar hingga methane removal project pada industri pengolahan tepung tapioka,” ujar Vice President & Indonesia Regional Head PT ESGIN Global Partners, Yayang Ruzaldy, dalam keterangan tertulis, Jumat (31/7).

Komitmen investasi tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara PT ESGIN Global Partners, Dewan Pimpinan Daerah Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Provinsi Lampung, dan Perhimpunan Pengusaha Tepung Tapioka Indonesia (PPTTI) mengenai pengembangan ekosistem ekonomi hijau pada sektor pertanian dan industri pengolahan singkong.

Read also:  PGE Bukukan Laba Bersih Tumbuh 15,48%, Bidik Kapasitas Panas Bumi 1 GW pada 2028

Selain oleh Yayang Ruzaldy, kesepakatan itu ditandatangani juga oleh Ketua DPD HKTI Provinsi Lampung Rahmat Mirzani Djausal, serta perwakilan PPTTI dalam rangkaian Musyawarah Daerah HKTI Provinsi Lampung. Acara tersebut juga dihadiri Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Nasional HKTI Abdul Kadir Karding yang mewakili Ketua Umum HKTI Sudaryono.

Melalui kolaborasi tersebut, ESGIN akan berperan sebagai investor sekaligus pengembang infrastruktur ekonomi hijau, mulai dari penyusunan studi kelayakan, pembangunan proyek, implementasi sistem Digital Measurement, Reporting and Verification (Digital MRV), hingga pengembangan dan monetisasi kredit karbon.

Read also:  Pertamina Perkuat Budaya HSSE untuk Jaga Keandalan Operasi dan Ketahanan Energi

Pada sektor pertanian, ESGIN bersama HKTI akan mendorong penerapan Climate Smart Agriculture (CSA), pemanfaatan biochar, dan metode Alternate Wetting and Drying (AWD) pada lahan sawah untuk meningkatkan produktivitas sekaligus menekan emisi gas rumah kaca.

Sementara itu, di sektor industri, ESGIN bersama PPTTI akan mengembangkan proyek penangkapan emisi metana (methane capture) pada pabrik-pabrik pengolahan tepung tapioka. Limbah cair industri akan diolah menjadi biogas sebagai sumber energi terbarukan, sekaligus membuka peluang pendapatan baru melalui perdagangan kredit karbon.

Yayang mengatakan integrasi investasi hijau, teknologi digital, pembiayaan hijau, dan pasar karbon diharapkan mampu menciptakan model pembangunan yang meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus memperkuat daya saing industri nasional.

“Melalui integrasi investasi, Digital MRV, Artificial Intelligence, blockchain, Green Finance, dan Carbon Market, kami ingin menciptakan model pembangunan yang mampu meningkatkan kesejahteraan petani, memperkuat daya saing industri, dan mendukung pencapaian target Net Zero Emission Indonesia,” katanya.

Read also:  Danantara Tetapkan Delapan Mitra Pengembang PSEL Tahap II, Nilai Investasi Capai Rp25 Triliun

Seluruh proyek akan didukung implementasi Digital MRV berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), citra satelit, Internet of Things (IoT), drone, dan blockchain untuk memastikan transparansi serta akurasi pengukuran emisi sesuai standar nasional maupun internasional.

Lampung dipilih sebagai lokasi implementasi perdana karena merupakan produsen singkong terbesar di Indonesia dengan produksi sekitar 7,5 juta ton per tahun dan memiliki industri pengolahan tepung tapioka yang menjadi salah satu penopang ekonomi daerah. Program ini diharapkan menjadi model pengembangan ekonomi hijau berbasis pertanian dan agroindustri yang dapat direplikasi di berbagai wilayah Indonesia.***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Grup Pertamina Hulu Indonesia Tanam 2.800 Mangrove, Perkuat Blue Carbon dan Ketahanan Pesisir

Ecobiz.asia – PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) bersama anak perusahaan dan afiliasinya menanam lebih dari 2.800 bibit mangrove di berbagai wilayah pesisir Kalimantan dan...

PHM Perkuat Ekosistem Bank Sampah Balikpapan, Salurkan Bantuan untuk 43 Unit

Ecobiz.asia -- PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) memperkuat upaya pengelolaan sampah berbasis masyarakat di Kota Balikpapan melalui penyaluran bantuan sarana dan prasarana (sarpras) kepada...

PDC Latih Warga Rokan Hilir Olah Minyak Jelantah Jadi Produk Bernilai Ekonomi

Ecobiz.asia – PT Patra Drilling Contractor (PDC) membekali masyarakat di tiga desa di Kecamatan Bangko Pusako, Kabupaten Rokan Hilir, Riau, dengan keterampilan mengolah minyak...

PIS Restorasi Terumbu Karang di Bali Barat, Tanam 100 Fragmen dan Edukasi Anak Pesisir

Ecobiz.asia – PT Pertamina International Shipping (PIS) memperkuat upaya pelestarian ekosistem laut melalui restorasi terumbu karang dan program edukasi maritim di Desa Pejarakan, Bali...

PGE Bukukan Laba Bersih Tumbuh 15,48%, Bidik Kapasitas Panas Bumi 1 GW pada 2028

Ecobiz.asia – PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) membukukan pertumbuhan laba bersih sebesar 15,48 persen sekaligus menegaskan komitmennya mempercepat pengembangan panas bumi nasional. Perseroan...

TOP STORIES

Hutan Adat Leuweung Gede Kampung Kuta: Dari Pamali Menuju Masa Depan Kehutanan Indonesia

Ecobiz.asia – Langkah pertama menuju Leuweung Gede selalu diawali dengan keheningan. Dari permukiman Kampung Adat Kuta di Kecamatan Tambaksari, Kabupaten Ciamis, jalan setapak berbatu...

PTBA Promosikan Kalium Humat Hasil Hilirisasi Batubara di Inagritech 2026

Ecobiz.asia – PT Bukit Asam Tbk (PTBA), anggota Holding BUMN Industri Pertambangan MIND ID, memperkenalkan produk pembenah tanah berbasis kalium humat hasil hilirisasi batubara...

Grup Pertamina Hulu Indonesia Tanam 2.800 Mangrove, Perkuat Blue Carbon dan Ketahanan Pesisir

Ecobiz.asia – PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) bersama anak perusahaan dan afiliasinya menanam lebih dari 2.800 bibit mangrove di berbagai wilayah pesisir Kalimantan dan...

PHM Perkuat Ekosistem Bank Sampah Balikpapan, Salurkan Bantuan untuk 43 Unit

Ecobiz.asia -- PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) memperkuat upaya pengelolaan sampah berbasis masyarakat di Kota Balikpapan melalui penyaluran bantuan sarana dan prasarana (sarpras) kepada...

Kemenhut Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Puncak Kemarau dan Ancaman Karhutla

Ecobiz.asia – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) memperkuat kesiapsiagaan nasional menghadapi puncak musim kemarau dan potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyusul prediksi kemarau yang lebih...