IESR Minta Pemerintah Evaluasi Mandatori B50, Nilai Elektrifikasi Lebih Efektif untuk Transisi Energi

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia – Institute for Essential Services Reform (IESR) meminta pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap implementasi mandatori biodiesel 50 persen (B50) yang resmi berlaku mulai 1 Juli 2026.

Menurut lembaga tersebut, kebijakan B50 dapat menjadi solusi jangka pendek untuk menekan impor solar, namun bukan strategi utama transisi energi dalam jangka panjang.

Chief Executive Officer (CEO) IESR Fabby Tumiwa mengatakan kebijakan B50 perlu dikaji tidak hanya dari sisi pengurangan impor bahan bakar, tetapi juga dampaknya terhadap biaya implementasi, pasokan bahan baku, harga pangan, kesejahteraan petani, serta aspek lingkungan.

“Pemerintah perlu melihat penerapan B50 secara menyeluruh, tidak hanya dari sisi pengurangan impor solar, tetapi juga dari dampaknya terhadap biaya, pasokan bahan baku, harga pangan, petani kecil, dan lingkungan,” kata Fabby dalam keterangannya.

Read also:  Pelantikan Pejabat Administrator dan Pengawas (Eselon III dan IV) Kementerian ESDM, Ini Daftarnya

Menurut IESR, kebijakan pencampuran biodiesel masih dapat diterima sebagai strategi transisi, terutama untuk memperkuat ketahanan energi dalam jangka pendek. Namun, dalam jangka panjang, elektrifikasi sektor transportasi dan penerapan standar efisiensi bahan bakar dinilai lebih efektif untuk mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil.

IESR juga menilai dasar ekonomi penerapan B50 perlu ditinjau kembali karena kondisi yang melatarbelakanginya telah berubah. Saat kebijakan dipercepat, pemerintah menghadapi lonjakan harga minyak dunia dan gangguan impor akibat krisis geopolitik. Kini, harga minyak mulai turun, pasokan impor lebih beragam, dan produksi solar domestik meningkat, termasuk dari Kilang Balikpapan.

Di sisi lain, harga minyak sawit mentah (CPO) masih berada pada level tinggi. Kondisi tersebut dinilai berpotensi meningkatkan biaya program biodiesel apabila selisih harga biodiesel dan solar semakin melebar.

Read also:  Kemenhut Tetapkan 10 Hutan Adat dan Luncurkan Roadmap Percepatan Hutan Adat

Selain itu, IESR mengingatkan perluasan mandatori biodiesel dapat menimbulkan konsekuensi lintas sektor. Peningkatan kebutuhan CPO untuk B50 berpotensi memengaruhi pasokan bahan baku industri pangan, harga minyak goreng, inflasi, hingga kesejahteraan petani kecil. Lembaga itu juga mengingatkan perlunya menjaga tata kelola lahan agar peningkatan permintaan bahan baku tidak menambah tekanan terhadap lingkungan.

Berdasarkan pemodelannya, IESR memperkirakan adopsi kendaraan listrik berbasis baterai (battery electric vehicle/BEV) dapat menurunkan emisi karbon hingga 46 juta ton pada 2060. Angka tersebut berpotensi meningkat menjadi sekitar 210 juta ton apabila dikombinasikan dengan kebijakan pembatasan usia kendaraan, yang diproyeksikan mendorong penggunaan sekitar 66 juta mobil listrik dan 143 juta sepeda motor listrik.

Read also:  Kemenhut Lepasliarkan Lima Orangutan ke Taman Nasional Betung Kerihun, Sudah Lulus Sekolah Hutan

Sementara itu, peningkatan penggunaan transportasi umum hingga mencapai 40 persen pangsa perjalanan diperkirakan mampu mengurangi emisi sekitar 101 juta ton karbon dioksida pada 2060.

Sebagai perbandingan, IESR memperkirakan peningkatan mandatori biodiesel hingga B60 hanya mampu menurunkan emisi sekitar 88 juta ton karbon dioksida pada 2060. Estimasi tersebut belum memasukkan emisi yang timbul akibat perubahan penggunaan lahan.

IESR mendorong pemerintah melakukan evaluasi terbuka terhadap manfaat, biaya, dan risiko implementasi B50 agar kebijakan energi tidak hanya menjawab kebutuhan jangka pendek, tetapi juga sejalan dengan target dekarbonisasi, ketahanan energi, stabilitas harga, dan perlindungan masyarakat.

“Kebijakan energi harus dirancang agar tidak menimbulkan beban baru bagi masyarakat maupun sektor lain,” ujar Fabby. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Kebakaran TPA Jatiwaringin Mulai Padam, Operasi Pemadaman Darat hingga Water Bombing Digencarkan

Ecobiz.asia – Upaya penanganan kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang, menunjukkan perkembangan signifikan. Setelah enam hari operasi pemadaman, luas area yang...

El Nino Diprediksi Lebih Parah, Wamen LH Minta Kepala Daerah Siaga Kebakaran TPA Sampah

Ecobiz.asia – Wakil Menteri Lingkungan Hidup/Wakil Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) Diaz Hendropriyono mengingatkan seluruh kepala daerah meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran tempat...

Kemenhut Lepasliarkan Lima Orangutan ke Taman Nasional Betung Kerihun, Sudah Lulus Sekolah Hutan

Ecobiz.asia – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) kembali melepasliarkan lima individu orangutan hasil rehabilitasi ke habitat alaminya di kawasan Sub-DAS Mendalam, Taman Nasional Betung Kerihun, Kabupaten...

Menhut Tegaskan Tidak Ada Pelepasan Kawasan Hutan Sejengkal Pun di Kuantan Singingi (Kuansing)

Ecobiz.asia – Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menegaskan bahwa Kementerian Kehutanan tidak pernah menerbitkan keputusan pelepasan kawasan hutan di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Provinsi...

Indonesia Raih Pendanaan Iklim US$9 Juta dari GCF untuk Perkuat Ketahanan Pesisir Jawa Tengah

Ecobiz.asia – Indonesia memperoleh pendanaan iklim sebesar US$9 juta dari Green Climate Fund (GCF) untuk memperkuat ketahanan masyarakat pesisir di Kota Pekalongan, Kabupaten Pekalongan,...

TOP STORIES

Kebakaran TPA Jatiwaringin Mulai Padam, Operasi Pemadaman Darat hingga Water Bombing Digencarkan

Ecobiz.asia – Upaya penanganan kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang, menunjukkan perkembangan signifikan. Setelah enam hari operasi pemadaman, luas area yang...

El Nino Diprediksi Lebih Parah, Wamen LH Minta Kepala Daerah Siaga Kebakaran TPA Sampah

Ecobiz.asia – Wakil Menteri Lingkungan Hidup/Wakil Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) Diaz Hendropriyono mengingatkan seluruh kepala daerah meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran tempat...

PHI Tanam 1.500 Mangrove dan Lamun di Kepulauan Seribu, Libatkan Pekerja dan Kelompok Tani

Ecobiz.asia – PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) menanam 1.000 bibit mangrove dan 500 bibit lamun di Pulau Pari, Kepulauan Seribu, sebagai upaya memperkuat perlindungan...

Kemenhut Lepasliarkan Lima Orangutan ke Taman Nasional Betung Kerihun, Sudah Lulus Sekolah Hutan

Ecobiz.asia – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) kembali melepasliarkan lima individu orangutan hasil rehabilitasi ke habitat alaminya di kawasan Sub-DAS Mendalam, Taman Nasional Betung Kerihun, Kabupaten...

Asia-Pacific Governments Adopt Regional Roadmap to Tackle Climate and Nature Crises Together

Ecobiz.asia — Governments across Asia and the Pacific have adopted a new regional roadmap to strengthen coordinated action on climate change, biodiversity loss, and...