Agrinas Palma dan Konsorsium Korea Jajaki Pemanfaatan Limbah Sawit, dari Energi hingga Biochar

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia – PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) menjajaki kerja sama dengan konsorsium Korea Selatan untuk mengembangkan energi hijau dan produk bernilai tambah dari limbah kelapa sawit, mulai dari biopellet, biochar, pupuk berbasis karbon hingga biodiesel.

Penjajakan tersebut dilakukan melalui pertemuan bisnis di Jakarta yang dihadiri jajaran manajemen kedua belah pihak, termasuk Direktur Utama PT Agrinas Palma Nusantara Mohammad Abdul Ghani serta perwakilan PT Astrum Dunia Inovasi, Hwasung Tech-Win Co., Ltd., dan PT Siborong Nusa Gemilang.

Salah satu fokus utama kerja sama adalah pemanfaatan tandan kosong kelapa sawit atau Empty Fruit Bunch (EFB) yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.

Read also:  PTK Masuk Era Baru, Perkuat Green Vessel dan Terapkan AI

Melalui dukungan teknologi dari Korea Selatan, biomassa sawit tersebut berpotensi diolah menjadi berbagai produk ramah lingkungan yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan prospek pasar yang terus berkembang seiring meningkatnya permintaan terhadap energi terbarukan dan produk rendah emisi.

Direktur Utama PT Agrinas Palma Nusantara Mohammad Abdul Ghani mengatakan pengembangan energi hijau berbasis biomassa merupakan bagian dari strategi perusahaan dalam memperkuat bisnis berkelanjutan sekaligus meningkatkan nilai tambah sektor perkebunan.

Read also:  Jadi Offtaker dan Transporter, PGN Siapkan Infrastruktur Gas Biomethane dari Limbah Sawit

“Pengembangan energi hijau dan pemanfaatan biomassa merupakan bagian dari upaya Agrinas Palma untuk menciptakan bisnis yang tidak hanya produktif secara ekonomi, tetapi juga memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat,” kata Ghani dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (17,6/2026).

Menurutnya, kerja sama dengan mitra Korea juga membuka peluang pengembangan produk hilir perkebunan yang berorientasi ekspor serta memperkuat transformasi Agrinas Palma menuju agroindustri modern yang berdaya saing global.

Read also:  PLN EPI Uji Co-firing Amonia di PLTU Labuan Mulai 2027

Dalam pertemuan tersebut, konsorsium Korea memaparkan sejumlah teknologi pengolahan biomassa yang dapat diintegrasikan dengan fasilitas pengolahan kelapa sawit milik Agrinas Palma.

Selain menghasilkan energi terbarukan dan material ramah lingkungan, pemanfaatan biomassa sawit tersebut juga dinilai berpotensi mendukung pengurangan emisi gas rumah kaca dan pengembangan proyek perdagangan karbon.

Sebagai tindak lanjut, kedua pihak akan melakukan pertukaran informasi teknis, penyusunan proposal kerja sama, serta studi kelayakan untuk menentukan model bisnis yang paling optimal bagi pengembangan energi hijau berbasis biomassa sawit. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Salurkan Dana Bergulir Skala Mikro Berkelanjutan, BPDLH Gandeng JB Cocoa dan Rainforest Alliance

Ecobiz.asia — Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) memperluas pembiayaan skala mikro bagi usaha masyarakat sekitar hutan dengan menggandeng PT Jebe Trading Indonesia (JB...

Jadi Offtaker dan Transporter, PGN Siapkan Infrastruktur Gas Biomethane dari Limbah Sawit

Ecobiz.asia — PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) menyiapkan infrastruktur gas untuk menyalurkan biomethane yang diproduksi dari limbah pabrik kelapa sawit di Sumatera Selatan...

Manfaatkan Energi Air Dunia, Low Carbon Aluminium INALUM Bidik Pasar Global

Ecobiz.asia — PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau INALUM memperkuat pemasaran aluminium rendah karbon dengan meluncurkan Sertifikasi Low Carbon Aluminium (Green Aluminium) kepada pelanggan...

PLN EPI Uji Co-firing Amonia di PLTU Labuan Mulai 2027

Ecobiz.asia — PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) menargetkan uji coba co-firing amonia hingga 3% di PLTU Labuan pada 2027 sebagai tahap awal...

Agrinas Palma dan IPB Bidik 1 Juta Hektare untuk Bioetanol E20, Targetkan 5 Juta Kiloliter/Tahun

Ecobiz.asia — PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) bersama IPB University menargetkan pengembangan 1 juta hektare lahan singkong, sorgum, dan jagung pada 2029 untuk mendukung...

TOP STORIES

Indonesia, Norway Launch Fifth Small Grant Facility for FOLU Net Sink, Target 300 Groups

Ecobiz.asia – Indonesia and Norway have launched the fifth phase of the FOLU Net Sink 2030 Small Grant Facility, allocating Rp20 billion ($1.2 million)...

Satgas PKH Kuasai Kembali 6,21 Juta Hektare Kawasan Hutan Jadi Sawit, 14.633,79 Hektare Jadi Tambang

Ecobiz.asia — Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) telah menguasai kembali kawasan hutan seluas 6.206.212,14 hektare pada sektor perkebunan sawit dan 14.633,79 hektare...

Salurkan Dana Bergulir Skala Mikro Berkelanjutan, BPDLH Gandeng JB Cocoa dan Rainforest Alliance

Ecobiz.asia — Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) memperluas pembiayaan skala mikro bagi usaha masyarakat sekitar hutan dengan menggandeng PT Jebe Trading Indonesia (JB...

Indonesia-Norwegia Luncurkan Layanan Dana Masyarakat FOLU Net Sink Periode Kelima, Targetkan 300 Kelompok

Ecobiz.asia — Indonesia dan Norwegia kembali memperluas dukungan pendanaan berbasis masyarakat untuk agenda FOLU Net Sink 2030. Pada periode kelima, Layanan Dana Masyarakat FOLU Net...

Beralih dari Energi Fosil, Hashim Ungkap Strategi Indonesia Kembangkan PLTS, Nuklir hingga Biofuel

Ecobiz.asia — Pemerintah menyiapkan sejumlah program untuk memperkuat ketahanan energi sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil, mulai dari pengembangan pembangkit listrik tenaga surya...