Andalkan Elektrifikasi, KAI Targetkan Emisi Karbon Turun Hingga 100%

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia – PT Kereta Api Indonesia (Persero) menargetkan penurunan emisi karbon hingga 100 persen pada 2060 melalui strategi dekarbonisasi berbasis elektrifikasi jalur kereta dan transisi energi rendah karbon.

Target tersebut dituangkan dalam peta jalan dekarbonisasi KAI yang disusun untuk mendukung target net zero emission Indonesia 2060.

Vice President Sustainability KAI, Tria Mutiari Meilan, mengatakan elektrifikasi menjadi strategi utama perusahaan untuk memangkas emisi sektor transportasi sejak tahap desain sistem transportasi.

“Elektrifikasi menjadi bagian dari strategi eliminate, yaitu bagaimana kita menurunkan karbon langsung dari desain sistem transportasi melalui penggunaan energi listrik dan pengembangan eco-friendly ecosystem,” kata Tria dalam Media Briefing Strategi Kemitraan Iklim dan Dekarbonisasi Perkeretaapian Nasional, Kamis (11/6/2026).

Read also:  Gold Standard Luncurkan Metodologi G-RESET, Perluas Akses Pembiayaan Karbon untuk Proyek Energi Terbarukan

Menurutnya, peningkatan jaringan kereta berbasis listrik tidak hanya menekan emisi operasional, tetapi juga mendorong perpindahan masyarakat dari kendaraan pribadi ke transportasi massal rendah karbon.

“Kita akan terus meningkatkan porsi elektrifikasi seluruh jaringan kereta api,” ujarnya.

Dalam roadmap tersebut, KAI menargetkan penurunan emisi sebesar 25,76 persen pada 2030 atau setara 166.873 ton CO2e dari baseline 647.785 ton CO2e. Penurunan emisi ditargetkan mencapai 78,17 persen pada 2050 dan mencapai nol emisi pada 2060 atau sekitar 1,09 juta ton CO2e.

Read also:  PGN Pangkas Emisi 29.575 Ton CO₂eq, Andalkan Dekarbonisasi untuk Efisiensi Biaya

Untuk mencapai target tersebut, KAI menyiapkan sejumlah strategi utama, antara lain elektrifikasi jalur rel sepanjang 1.038,7 kilometer termasuk KRL, LRT Jabodebek, dan Whoosh, peningkatan efisiensi operasional, penggunaan biodiesel B40 menuju B50, serta pemasangan panel surya berkapasitas 3.435,5 kWp di 66 lokasi.

KAI juga menjalankan program penanaman pohon dengan total 107.757 pohon sepanjang 2021–2025 dan sertifikasi green building di stasiun, depo, dan kantor operasional.

Penyusunan roadmap dekarbonisasi KAI mendapat dukungan pemerintah Inggris melalui program UK Partnering for Accelerated Climate Transition (UK PACT) yang diimplementasikan Palladium bersama Kynergy Consulting.

Read also:  Prabowo Resmikan 11 Proyek Hilirisasi Nikel Senilai US$10,2 Miliar di IWIP

Project Director Kynergy Consulting, Rekyan Eckersley, mengatakan kereta api merupakan moda transportasi dengan emisi paling rendah dibanding transportasi darat lainnya.

Menurutnya, sektor perkeretaapian hanya menyumbang sekitar 1 persen dari total emisi gas rumah kaca sektor transportasi nasional, sementara kendaraan darat mendominasi hingga 89 persen.

“Memperkuat kapasitas dan daya tarik layanan kereta api menjadi bagian penting dari strategi dekarbonisasi transportasi Indonesia,” kata Rekyan.

Program dekarbonisasi tersebut juga membuka akses KAI terhadap pembiayaan hijau internasional, termasuk sustainability bonds dan berbagai skema insentif iklim global untuk mendukung investasi transportasi rendah karbon jangka panjang. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

PDC Bersama Pertamina dan PHE Kembangkan Teknologi Geokimia untuk Eksplorasi Hidrogen Alami, Seperti Apa?

Ecobiz.asia — PT Patra Drilling Contractor (PDC), PT Pertamina (Persero), dan PT Pertamina Hulu Energi (PHE) mengembangkan teknologi geokimia untuk mendukung eksplorasi hidrogen alami...

Tarif, Infrastruktur, Insentif Jadi Kendala Investasi Panas Bumi

Ecobiz.asia -- Keekonomian proyek, keterbatasan infrastruktur pendukung, dan minimnya insentif fiskal masih menjadi tiga tantangan utama investasi panas bumi di Indonesia, meskipun sumber energi...

PT Timah Susun Peta Jalan Dekarbonisasi, Penggunaan PLTS dan EV Jadi Prioritas

Ecobiz.asia — PT Timah Tbk tengah menyusun peta jalan dekarbonisasi untuk mendukung target emisi nol bersih (net zero emission). Perusahaan menghadapi tantangan dalam mengganti...

PHE Andalkan Teknologi Geosains untuk Optimalkan Potensi Migas Nasional

Ecobiz.asia — PT Pertamina Hulu Energi (PHE), Subholding Upstream Pertamina, mendorong pemanfaatan teknologi geosains untuk meningkatkan keberhasilan eksplorasi dan mengoptimalkan produksi lapangan minyak dan...

Pertagas Kerahkan Tim Tanggap Darurat untuk Bantu Penanganan Karhutla di Sumsel

Ecobiz.asia -- PT Pertamina Gas (Pertagas), bagian dari Subholding Gas Pertamina, mengerahkan tim tanggap darurat dan mobil pemadam kebakaran untuk membantu penanganan kebakaran hutan...

TOP STORIES

ESDM Bongkar Dugaan Tambang di Kebun Sawit, Sejumlah Perusahaan Asing Didalami

Ecobiz.asia – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan memeriksa sejumlah kebun kelapa sawit yang diduga menjalankan kegiatan pertambangan di luar izin usaha....

PDC Bersama Pertamina dan PHE Kembangkan Teknologi Geokimia untuk Eksplorasi Hidrogen Alami, Seperti Apa?

Ecobiz.asia — PT Patra Drilling Contractor (PDC), PT Pertamina (Persero), dan PT Pertamina Hulu Energi (PHE) mengembangkan teknologi geokimia untuk mendukung eksplorasi hidrogen alami...

Tarif, Infrastruktur, Insentif Jadi Kendala Investasi Panas Bumi

Ecobiz.asia -- Keekonomian proyek, keterbatasan infrastruktur pendukung, dan minimnya insentif fiskal masih menjadi tiga tantangan utama investasi panas bumi di Indonesia, meskipun sumber energi...

PT Timah Susun Peta Jalan Dekarbonisasi, Penggunaan PLTS dan EV Jadi Prioritas

Ecobiz.asia — PT Timah Tbk tengah menyusun peta jalan dekarbonisasi untuk mendukung target emisi nol bersih (net zero emission). Perusahaan menghadapi tantangan dalam mengganti...

Hotspot Turun 1.019 Titik, Operasi Karhutla dan Perlindungan Satwa Terus Diperkuat

Ecobiz.asia — Jumlah titik panas (hotspot) dengan tingkat kepercayaan tinggi di Indonesia turun 1.019 titik dalam sehari menjadi 317 titik pada Sabtu (24/10/2026). Meski penurunan...