Sukses di Filipina, Pertamina NRE Ekspansi Pengembangan Energi Terbarukan ke Bangladesh

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia – Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) memperluas ekspansi bisnis energi terbarukan ke Bangladesh setelah mencatat pengembangan proyek energi surya berskala besar di Filipina.

Langkah tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan Copenhagen Urban Solar Parks BD Ltd (CUSP) untuk menjajaki pengembangan proyek energi surya di Bangladesh.

Penandatanganan MoU dilakukan Direktur Utama Pertamina NRE John Anis bersama Chairman CUSP Ziaur Rahman di Grha Pertamina, Jakarta.

Kerja sama tersebut mencakup penjajakan pengembangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS), termasuk peluang kerja sama operasi dan pemeliharaan (operation and maintenance/O&M) di Bangladesh.

Read also:  Pertagas Catat Kepuasan Pelanggan 4,46, Naik 2,53% pada 2026

John Anis mengatakan pengembangan kerja sama di Bangladesh menjadi bagian dari strategi Pertamina NRE memperluas portofolio bisnis energi hijau di pasar internasional, setelah sebelumnya mencatat kinerja positif di Filipina.

“Saat ini Pertamina NRE telah memiliki kapasitas instalasi terpasang lebih dari 1 GWp di Filipina dan terus berkembang dengan target mencapai 2,6 GWp pada akhir tahun ini. Pencapaian tersebut menjadi modal penting untuk mengembangkan proyek serupa di Bangladesh,” ujar John dikutip Senin (18/5/2026).

Menurutnya, kolaborasi tersebut juga menjadi momentum strategis di tengah meningkatnya kebutuhan energi bersih dan transisi energi global.

Read also:  Karhutla Dekati Sumur ML-12, Pertamina EP Lirik Kerahkan Fire Brigade

Dalam ruang lingkup kerja sama, kedua perusahaan akan melakukan studi kelayakan yang mencakup aspek teknis, pasar, bisnis, lingkungan, hukum, dan risiko proyek. Selain itu, kedua pihak juga akan menjajaki kerja sama strategis, teknis, dan komersial, termasuk pertukaran teknologi dan pengetahuan pengembangan energi terbarukan.

Chairman CUSP, Ziaur Rahman, menilai kemitraan dengan Pertamina NRE akan membuka peluang pengembangan energi surya yang lebih luas di Bangladesh.

“Kami menyambut baik kolaborasi ini sebagai langkah strategis untuk menghadirkan solusi energi bersih yang inovatif, efisien, dan mendukung pembangunan berkelanjutan di Bangladesh,” ujar Ziaur.

Read also:  PGN Gagas Ajukan Tambahan Alokasi Gas CNG hingga 30 BBTUD untuk Periode 2026-2030

Melalui kerja sama ini, Pertamina NRE dan CUSP berharap dapat mempercepat pengembangan energi bersih, memperkuat ketahanan energi kedua negara, sekaligus mendukung target Net Zero Emission Indonesia 2060 melalui pengembangan investasi hijau dan transfer teknologi energi terbarukan.

Direktur Investasi dan Ekonomi Kreatif Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, Roy Wahab, yang turut hadir dalam penandatanganan tersebut menyampaikan apresiasi atas penguatan kerja sama ekonomi dan energi antara Indonesia dan Bangladesh melalui investasi hijau dan pengembangan energi berkelanjutan. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

INALUM Raih Rating BBB- dari S&P, Perkuat Akses Pendanaan Hilirisasi

Ecobiz.asia — PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau INALUM memperoleh peringkat kredit internasional BBB- dengan outlook stabil dari S&P Global Ratings. Peringkat investment grade tersebut...

Karhutla Dekati Sumur ML-12, Pertamina EP Lirik Kerahkan Fire Brigade

Ecobiz.asia — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Pasir Sialang Jaya, Kecamatan Lirik, Kabupaten Indragiri Hulu, Riau, mendekati fasilitas operasi Sumur ML-12 milik...

BRI Kucurkan Pembiayaan Sosial dan Lingkungan Rp842,1 Triliun, 58% dari Total Kredit

Ecobiz.asia – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) mencatat portofolio pembiayaan yang terkait aspek sosial dan lingkungan mencapai Rp842,1 triliun hingga akhir triwulan...

ESGIN, KPCI dan KKDC Bangun Ekosistem Green Economy

Ecobiz.asia – PT ESGIN Global Partners (ESGIN), Koperasi Pangan Cendekia Indonesia (KPCI), dan Koperasi Kencana Darma Cendekia (KKDC) menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk mengembangkan...

Ascenso Bidik Industri Tambang Indonesia dengan Ban Radial OTR hingga 49 Inci

Eciobiz.asia -- Produsen ban asal India, Ascenso Tyres, memperluas bisnisnya ke sektor pertambangan Indonesia melalui peluncuran portofolio All-Steel Radial Off-The-Road (R-OTR), termasuk ban berukuran...

TOP STORIES

INALUM Raih Rating BBB- dari S&P, Perkuat Akses Pendanaan Hilirisasi

Ecobiz.asia — PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau INALUM memperoleh peringkat kredit internasional BBB- dengan outlook stabil dari S&P Global Ratings. Peringkat investment grade tersebut...

Karhutla Dekati Sumur ML-12, Pertamina EP Lirik Kerahkan Fire Brigade

Ecobiz.asia — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Pasir Sialang Jaya, Kecamatan Lirik, Kabupaten Indragiri Hulu, Riau, mendekati fasilitas operasi Sumur ML-12 milik...

BRI Kucurkan Pembiayaan Sosial dan Lingkungan Rp842,1 Triliun, 58% dari Total Kredit

Ecobiz.asia – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) mencatat portofolio pembiayaan yang terkait aspek sosial dan lingkungan mencapai Rp842,1 triliun hingga akhir triwulan...

Hotspot Kalbar Turun Tajam hingga 71%, Kemenhut Terus Perkuat Pengendalian Karhutla

Ecobiz.asia – Hotspot kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat turun tajam dalam sehari, dari 134 menjadi 39 titik high confidence. Meski demikian,...

Kemenhut Upayakan Pemulangan Lima Bayi Orangutan dari India, Lakukan Cek DNA

Ecobiz.asia – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) berkoordinasi dengan otoritas India untuk memastikan penanganan dan mengupayakan pemulangan lima bayi orangutan yang ditemukan di kawasan hutan Distrik...