Ecobiz.asia — PT Biro Klasifikasi Indonesia (Persero) (BKI) menjajaki kerja sama strategis dengan PT PLN Indonesia Power melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) untuk pengembangan layanan teknis dan energi berkelanjutan.
Kesepakatan tersebut mencakup potensi kerja sama di berbagai bidang, antara lain jasa sertifikasi, inspeksi, non-destructive test, laboratorium, dekarbonisasi, survei, hingga rekayasa teknik.
Direktur Utama BKI, R. Benny Susanto, mengatakan perusahaan siap berperan sebagai mitra strategis dalam mendukung operasional dan pengelolaan pembangkitan listrik.
“Kami siap mendedikasikan kompetensi, independensi, serta keahlian teknis untuk memastikan setiap operasional dan fasilitas pembangkitan memenuhi standar keamanan, kualitas, dan kepatuhan regulasi tertinggi,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (6/5/2026).
Penandatanganan MoU dilakukan di Jakarta pada 27 April 2026, dihadiri jajaran direksi kedua perusahaan.
Salah satu fokus kerja sama adalah bidang dekarbonisasi, di mana BKI akan menyediakan solusi rekayasa dan kajian kelayakan teknis untuk mendorong sistem pembangkitan yang lebih ramah lingkungan, sejalan dengan target penurunan emisi dan Net Zero Emission.
Direktur Utama PLN Indonesia Power, Bernadus Sudarmanta, mengatakan BKI kini tidak hanya berperan di sektor perkapalan, tetapi juga memiliki kapabilitas di bidang inspeksi, sertifikasi, dan layanan teknis yang relevan dengan kebutuhan industri pembangkitan.
Menurutnya, kerja sama ini penting untuk mendukung pengelolaan aset dan transformasi bisnis perusahaan, mengingat PLN Indonesia Power mengelola lebih dari 400 unit mesin pembangkit yang menyuplai sekitar 25% kebutuhan listrik nasional.
“Kerja sama ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat kinerja dan keberlanjutan bisnis ke depan,” ujarnya. ***



