NHM Perkenalkan Teknologi DST Plant untuk Dorong Efisiensi dan Kinerja Lingkungan

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia — PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) memperkenalkan inovasi teknologi Dry Stack Tailings (DST) Plant sebagai bagian dari upaya mendorong efisiensi operasional sekaligus meningkatkan kinerja lingkungan di sektor pertambangan.

Pengenalan teknologi tersebut disampaikan dalam Seminar Nasional yang diselenggarakan Himpunan Mahasiswa Tambang Institut Teknologi Nasional Yogyakarta (ITNY) dalam rangka Dies Natalis ke-22, di Yogyakarta, Senin (13/4/2026).

Dalam forum bertema “How Artificial Intelligence and the Digital Revolution (4.0) Are Driving the Future of the Mining Industry”, NHM menekankan pentingnya adopsi teknologi untuk menjaga keseimbangan antara produktivitas dan keberlanjutan lingkungan.

Read also:  Prabowo Resmikan 11 Proyek Hilirisasi Nikel Senilai US$10,2 Miliar di IWIP

Assistant Superintendent DST & Water Management NHM, Yoga Mei Rizal, yang mewakili perusahaan, memaparkan implementasi DST Plant sebagai bagian dari transformasi teknologi di industri pertambangan.

“Implementasi Dry Stack Tailings menjadi langkah konkret untuk meningkatkan efisiensi operasional sekaligus mengoptimalkan pengelolaan lingkungan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, teknologi DST memungkinkan pengelolaan tailing secara lebih aman dan minim risiko dibandingkan metode konvensional, sekaligus mendukung praktik pertambangan yang lebih berkelanjutan.

Read also:  PLN EPI Uji Co-firing Amonia di PLTU Labuan Mulai 2027

Selain itu, Yoga juga menyoroti peran kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dalam mendukung efisiensi industri. Menurutnya, AI bukan ancaman bagi tenaga kerja, melainkan alat untuk meningkatkan produktivitas dan inovasi.

“Teknologi harus dimanfaatkan untuk menunjang kinerja yang lebih efisien dan inovatif,” katanya.

Seminar ini turut menghadirkan sejumlah pemangku kepentingan, antara lain perwakilan Kementerian ESDM, asosiasi pertambangan, pelaku industri, dan akademisi.

Read also:  Agrinas Palma dan IPB Bidik 1 Juta Hektare untuk Bioetanol E20, Targetkan 5 Juta Kiloliter/Tahun

NHM menilai kolaborasi antara industri dan dunia pendidikan menjadi kunci dalam menyiapkan sumber daya manusia yang mampu menghadapi transformasi industri pertambangan berbasis teknologi.

Melalui kegiatan ini, perusahaan berharap dapat mendorong kesiapan generasi muda dalam menghadapi dinamika industri yang semakin terdigitalisasi, sekaligus memperkuat praktik pertambangan yang efisien dan bertanggung jawab. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Komitmen Iklim Indonesia Dinilai Lemah Lindungi Kesehatan, Polusi Udara Disorot

Ecobiz.asia – Komitmen iklim Indonesia dinilai belum memadai dalam melindungi kesehatan masyarakat, terutama karena lemahnya pendanaan, pemantauan, dan pengendalian polusi udara. Dalam Healthy NDC...

Pertamina Uji Teknologi PertaPURE, Bidik Pemanfaatan Kembali Air Terproduksi pada Operasi Migas

Ecobiz.asia — PT Pertamina (Persero) bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menguji teknologi PertaPURE untuk mengolah air terproduksi (produced water) dari kegiatan produksi...

PHR Perkuat Budaya Inovasi melalui CIIF 2026, Cetak Added Value Creation Rp3,73 Triliun

Ecobiz.asia – PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) mencatat nilai tambah (added value creation) Rp3,73 triliun dari berbagai inovasi dan program perbaikan operasional yang dikembangkan...

ANTAM Catat Efisiensi Energi, Andalkan PLTS untuk Tekan Pemakaian BBM

Ecobiz.asia — PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM) mencatat penurunan konsumsi energi sebesar 59% menjadi 4,46 juta gigajoule (GJ) pada semester I 2026. Perseroan juga...

PLN Akan Luncurkan T-REC, Mudahkan Pelanggan Pantau Konsumsi Listrik Hijau Secara Rinci

Ecobiz.asia — PT PLN (Persero) akan meluncurkan peluncuran Time-based Renewable Energy Certificate (T-REC) pada 2028 yang memungkinkan pelanggan memantau penggunaan listrik hijau secara lebih...

TOP STORIES

ADM Capital Buka Peluang Pembiayaan Karbon di Riau, Integritas Proyek Jadi Kunci

Ecobiz.asia – Pengelola investasi ADM Capital menjajaki peluang pembiayaan proyek karbon di Riau setelah mulai menilai sejumlah proyek di pasar karbon sukarela di Kalimantan. Investment...

Calon Pembeli Internasional Menunggu, Riau Minta Percepatan Registrasi Program Karbon ART-TREES

Ecobiz.asia – Pemerintah Provinsi Riau meminta pemerintah pusat mempercepat registrasi program karbon hutan GREEN for Riau melalui standar Architecture for REDD+ Transactions–The REDD+ Environmental...

Selandia Baru Lanjutkan Program Energi Terbarukan di Maluku, Target Kurangi Ketergantungan Bahan Bakar Fosil

Ecobiz.asia – Program pengembangan energi terbarukan di Provinsi Maluku memasuki fase kedua melalui kemitraan Pemerintah Selandia Baru dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral...

Kabar Melegakan! Hotspot Terus Turun Jadi 93 Titik, Kemenhut Pastikan Tetap Siaga Kendalikan Karhutla

Ecobiz.asia — Penurunan jumlah titik panas (hotspot) dengan tingkat kepercayaan tinggi di Indonesia menjadi 93 titik pada Senin (26/10/2026), dari 147 titik sehari sebelumnya,...

PLTS Terapung Karangkates Capai 70% Konstruksi, Bidik Produksi Listrik Perdana Desember

Ecobiz.asia -- PT PLN Nusantara Power (PLN NP) mencatat progres konstruksi infrastruktur Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung Karangkates di Kabupaten Malang, Jawa Timur,...