Pupuk Kaltim Siap Bangun PLTS 2,3 MW pada 2026, Jajaki Pemanfaatkan Nilai Ekonomi Karbon

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia — PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) merencanakan pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 2,3 MW pada 2026 serta menjajaki kerja sama pemanfaatan CO₂ sebagai bagian dari implementasi Nilai Ekonomi Karbon (NEK) untuk menekan emisi dan memperkuat transisi menuju perusahaan rendah karbon.

Direktur Utama Pupuk Kaltim, Gusrizal, mengatakan pengembangan energi terbarukan dan ekonomi karbon menjadi bagian dari strategi keberlanjutan perusahaan.

“Ke depan, Pupuk Kaltim akan terus memperkuat implementasi program keberlanjutan melalui inovasi sosial, eco-inovasi, serta pengembangan energi terbarukan guna mendukung pembangunan berkelanjutan di Indonesia,” ujarnya dikutip dari keterangan resmi, Minggu (12/4/2026).

Read also:  Verra Setujui Polis Asuransi Artio untuk Kelola Risiko Reversal Kredit Karbon

Sejauh ini, Pupuk Kaltim telah merealisasikan pembangunan PLTS tahap pertama pada 2022 dengan kapasitas 1,2 MW dan tahap kedua pada 2024 sebesar 2,6 MW. Perusahaan menilai pengembangan energi surya menjadi bagian dari upaya memperkuat efisiensi operasional sekaligus mengurangi intensitas emisi.

Selain itu, Pupuk Kaltim juga mengembangkan berbagai program keberlanjutan berbasis inovasi. Pada aspek sosial, perusahaan menjalankan program PKT BISA yang mengintegrasikan sektor pertanian, peternakan, dan energi melalui pemanfaatan limbah menjadi biogas.

Read also:  Trans Mall Group Resmikan PLTS Atap Terluas di Indonesia, Kolaborasi dengan Xurya

Program TAMASYA juga dijalankan untuk mendukung peningkatan kualitas pengasuhan anak dan kesejahteraan keluarga di sekitar wilayah operasional.

Di sisi lingkungan, perusahaan mengembangkan konsep Road to Zero Waste untuk mendorong pengelolaan limbah secara mandiri dan berkelanjutan serta mengurangi ketergantungan pada tempat pembuangan akhir.

Gusrizal menyatakan capaian tersebut mencerminkan pendekatan beyond compliance dalam pengelolaan lingkungan.

Read also:  Pertamina dan IBC Jajaki Pengembangan Ekosistem Industri Baterai Terintegrasi

“Capaian ini mencerminkan komitmen Pupuk Kaltim untuk melampaui kepatuhan terhadap regulasi, dengan menghadirkan berbagai inovasi yang memberi manfaat nyata bagi lingkungan dan masyarakat,” katanya.

Atas kinerja tersebut, Pupuk Kaltim kembali meraih penghargaan PROPER Emas 2025 dari Kementerian Lingkungan Hidup. Penghargaan ini merupakan kali kesembilan berturut-turut yang diterima perusahaan atas kinerja pengelolaan lingkungan dan kontribusi sosial. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Pemerintah Bangun 119.379 Sambungan Jargas, Gresik-Sidoarjo Dapat 14.000

Ecobiz.asia — Pemerintah tengah membangun sekitar 119.379 sambungan rumah (SR) jaringan gas bumi (jargas) yang tersebar di 15 kabupaten/kota pada 2025–2026. Dari jumlah tersebut,...

PHR Perkuat Mutu dan Akses Pasar UMKM, Dorong Produk Lokal Naik Kelas

Ecobiz.asia – PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) mendorong peningkatan daya saing usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Dumai, Riau, melalui penguatan mutu produk,...

Pemerintah Targetkan 1 Juta Sambungan Jargas hingga 2028

Ecobiz.asia -- Pemerintah terus memperluas pemanfaatan gas bumi untuk kebutuhan rumah tangga melalui pembangunan jaringan gas bumi rumah tangga (jargas), dengan target mencapai 1...

IIF Kantongi Akreditasi GCF, Buka Akses Pendanaan Iklim Global untuk Infrastruktur Berkelanjutan

Ecobiz.asia – PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF) resmi memperoleh status Accredited Entity (AE) dari Green Climate Fund (GCF) per 1 Juli 2026, membuka akses...

Pertamina dan Eni Perkuat Kolaborasi, Dari Teknologi Eksplorasi Migas hingga SAF Berbasis Minyak Nabati

Ecobiz.asia — PT Pertamina (Persero) dan perusahaan energi asal Italia, Ente Nazionale Idrocarburi (Eni), menjajaki penguatan kerja sama di sektor hulu dan hilir energi,...

TOP STORIES

Bappenas Luncurkan Peta Jalan Karbon Biru 2026–2045, Dorong Investasi dan Perlindungan Ekosistem Pesisir

Ecobiz.asia – Kementerian PPN/Bappenas meluncurkan Peta Jalan Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Karbon Biru Indonesia 2026–2045 sebagai panduan integrasi pengelolaan ekosistem pesisir dan laut ke...

Menhut Raja Juli Kembali Cabut Izin Lima PBPH Terkait Karhutla, Sebut Perintah Prabowo

Ecobiz.asia — Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni kembali mencabut izin usaha lima perusahaan yang berada di Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Tengah sebagai...

Pemerintah Bangun 119.379 Sambungan Jargas, Gresik-Sidoarjo Dapat 14.000

Ecobiz.asia — Pemerintah tengah membangun sekitar 119.379 sambungan rumah (SR) jaringan gas bumi (jargas) yang tersebar di 15 kabupaten/kota pada 2025–2026. Dari jumlah tersebut,...

Membedah Biang Keladi Bencana Asap

Disclaimer: Artikel ini merupakan opini dan pandangan pribadi penulis. Isi tulisan sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis dan tidak mewakili sikap atau pandangan redaksi Ecobiz.asia. Oleh:...

PHR Perkuat Mutu dan Akses Pasar UMKM, Dorong Produk Lokal Naik Kelas

Ecobiz.asia – PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) mendorong peningkatan daya saing usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Dumai, Riau, melalui penguatan mutu produk,...