Ecoboz.asia — PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) kembali mempertegas komitmennya terhadap praktik bisnis berkelanjutan dengan meraih empat PROPER Emas dan lima PROPER Hijau dalam Anugerah Lingkungan PROPER 2025 yang digelar Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta.
Capaian tersebut menempatkan PGN Group sebagai salah satu subholding energi dengan kinerja lingkungan dan sosial yang konsisten, sejalan dengan agenda transisi energi dan peningkatan nilai tambah bagi masyarakat.
Empat unit PGN Group yang meraih PROPER Emas—peringkat tertinggi dalam penilaian—meliputi PGN Stasiun Pagardewa, Pertamina Gas (Pertagas) Operation Kalimantan Area, Operation East Java Area, dan Operation South Sumatera Area.
Sementara itu, lima unit lainnya memperoleh PROPER Hijau atas kinerja pengelolaan lingkungan yang melampaui standar regulasi, yakni Pertagas Operation West Java Area, PGN Stasiun Panaran, PGN Stasiun Cimanggis, PGN SOR III, dan Saka Energi Indonesia.
Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq menegaskan bahwa PROPER menjadi instrumen penting dalam mendorong transformasi industri nasional menuju praktik berkelanjutan. “PROPER tidak hanya menilai ketaatan, tetapi juga mendorong perusahaan untuk melampaui kepatuhan melalui inovasi, efisiensi sumber daya, dan kontribusi nyata kepada masyarakat,” ujarnya.
Direktur Utama PGN, Arief Kurnia Risdianto, mengatakan penghargaan tersebut mencerminkan konsistensi PGN dalam menyeimbangkan peran sebagai penyedia energi dengan tanggung jawab lingkungan dan sosial.
“Capaian PROPER Emas dan Hijau ini menunjukkan bahwa upaya kami dalam menurunkan emisi, meningkatkan efisiensi energi, serta memberdayakan masyarakat telah berjalan secara berkelanjutan,” katanya.
PGN Group juga mengembangkan berbagai program berbasis pemberdayaan ekonomi masyarakat dan inovasi lingkungan. Salah satu program unggulan adalah Pesona Tani Dewa di Desa Pagardewa, Sumatera Selatan, yang berfokus pada peningkatan produktivitas petani karet sekaligus mitigasi risiko kebakaran lahan.
Di sisi operasional, inovasi efisiensi juga dilakukan oleh Pertagas Operation Kalimantan Area, antara lain melalui teknologi pemadam kebakaran portabel (PERSOFEXT) yang menekan penggunaan air, pemanfaatan sistem distribusi air berbasis daur ulang, serta penggunaan material industrial wipes untuk mengurangi limbah B3.
Ke depan, PGN menegaskan akan terus meningkatkan standar pengelolaan lingkungan dan memperkuat kolaborasi dengan masyarakat guna mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan.***



