RI–Jepang Perkuat Kerja Sama Kehutanan, Dorong Aksi Iklim dan Rehabilitasi Lahan

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia — Pemerintah Indonesia dan Jepang memperkuat kerja sama strategis di sektor kehutanan untuk mendukung pengendalian perubahan iklim, rehabilitasi lahan terdegradasi, dan pengelolaan kawasan konservasi berkelas dunia.

Kesepakatan tersebut mengemuka dalam pertemuan antara Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni dan Senior Vice President Japan International Cooperation Agency (JICA) Yoshifumi Yoshikawa di Tokyo, Senin (30/3/2026).

Pertemuan ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat hubungan bilateral Indonesia–Jepang, khususnya di sektor kehutanan.

Read also:  Bahlil: Jika Pasokan Minyak Tak Aman, RI Akan Perbesar Biodiesel dari CPO

Turut mendampingi Menteri Kehutanan dalam pertemuan tersebut, yakni Kepala Biro Humas dan Kerja Sama Luar Negeri Ristianto Pribadi, Direktur Konservasi Spesies dan Genetik Ahmad Munawir, serta Atase Kehutanan KBRI Tokyo Ima Yudin Rayaningtyas.

Raja Juli Antoni menegaskan, pemerintah memiliki komitmen kuat dalam pengendalian perubahan iklim dan percepatan rehabilitasi lahan sebagai bagian dari upaya menjaga keberlanjutan lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Read also:  Indonesia Gandeng Jepang dan AS Perkuat Fondasi Pengembangan PLTN

“Indonesia juga mendorong pengembangan kawasan konservasi menjadi world class national park yang unggul dalam perlindungan keanekaragaman hayati, tata kelola, dan ekowisata,” ujar Raja Juli dalam siaran pers Kementerian Kehutanan (Kemenhut).

Selain itu, Kemenhut mengajak JICA memperkuat inisiatif World Mangrove Center sebagai platform global untuk rehabilitasi, riset, dan inovasi pengelolaan ekosistem mangrove berbasis solusi alam (nature-based solutions).

JICA menyambut positif berbagai inisiatif tersebut dan menyatakan kesiapan untuk terus mendukung Indonesia melalui kerja sama teknis, pendanaan, serta transfer pengetahuan dan teknologi.

Read also:  Kesepakatan PSEL Surabaya–Malang Resmi, Pemerintah Pacu Proyek Waste-to-Energy

Selama ini, dukungan JICA dinilai telah berkontribusi pada pengelolaan hutan berkelanjutan dan penguatan kapasitas kelembagaan kehutanan di Indonesia.

Pertemuan ini menjadi momentum penguatan kemitraan kedua negara dalam menjawab tantangan global, termasuk perubahan iklim dan degradasi lingkungan, sekaligus bagian dari rangkaian kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo ke Jepang. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Pertemuan Bilateral Prabowo dan PM Jepang, Bahas Mineral Kritis Hingga Pengembangan Energi Nuklir

Ecobiz.asia — Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi menegaskan komitmen memperdalam kerja sama strategis di sektor energi, mineral kritis, hingga industrialisasi...

MoU Bisnis RI–Jepang Tembus Rp401 Triliun, Dari Panas Bumi hingga Pemanfaatan Karbon

Ecobiz.asia — Kesepakatan bisnis Indonesia–Jepang senilai US$23,63 miliar atau sekitar Rp401,7 triliun diteken dalam Forum Bisnis Indonesia–Jepang di Tokyo, mencakup proyek strategis mulai dari...

Geopolitik Global Penuh Dinamika, RI-Jepang Percepat Transisi Energi dan Proyek Masela

Ecobiz.asia — Pemerintah Indonesia menempatkan percepatan proyek Blok Masela dan investasi transisi energi sebagai prioritas utama dalam pembahasan dengan Jepang guna memperkuat ketahanan energi...

JICA Kucurkan Pinjaman Rp3 Triliun untuk Proyek Panas Bumi Hululais

ecobiz.asia — Japan International Cooperation Agency (JICA) menandatangani perjanjian pinjaman Official Development Assistance (ODA) dengan Pemerintah Indonesia senilai ¥29,16 miliar (sekitar Rp3 Triliun) untuk...

Prabowo Bahas Energi Bersih dengan Kaisar Jepang, RI-Jepang Jajaki Kerja Sama Strategis

Ecobiz.asia — Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan akan melakukan pembahasan tentang pengembangan energi bersih dalam pertemuan kenegaraan dengan Kaisar Jepang Naruhito sebagai bagian dari upaya...

TOP STORIES

PHE Tegaskan Komitmen ESG dan Ketahanan Energi di OTC Asia

Ecobiz.asia -- PT Pertamina Hulu Energi (PHE) berpartisipasi dalam Offshore Technology Conference Asia 2026 yang berlangsung pada 31 Maret hingga 2 April 2026 di...

Cerita dari Balik Seragam Bekas: Inovasi Pertamina Drilling Menggema di Bangkok

Ecobiz.asia -- Di tengah sorotan forum global, sebuah kisah tak biasa datang dari industri pengeboran. Bukan tentang capaian produksi atau teknologi mutakhir, melainkan tentang...

Green Carbon, PT PIL Sign MoU to Develop Mangrove-Based Carbon Projects in Indonesia

Ecobiz.asia — Japan-based carbon project developer Green Carbon Co., Ltd. has signed a memorandum of understanding (MoU) with Indonesia’s PT Pesisir Indah Lestari (PT...

Indonesia Invites Japan to Invest in Forestry Carbon Projects via JCM, VCM

Ecobiz.asia — Indonesia has invited Japan to invest in forestry-based carbon projects as part of efforts to strengthen nature-based solutions in tackling global climate...

Indonesia, Japan Seek Closer Clean Energy, Critical Minerals Ties in Tokyo Talks

Ecobiz.asia — Indonesian President Prabowo Subianto and Japanese Prime Minister Sanae Takaichi reaffirmed their commitment to strengthening strategic cooperation in energy, critical minerals, and...