Manggala Agni Kendalikan Karhutla di Bengkalis dan Pelalawan, Luas Terbakar 118 Hektare

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia — Tim Manggala Agni Kementerian Kehutanan berhasil mengendalikan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Bengkalis dan Pelalawan, Provinsi Riau, dengan total luas area terdampak mencapai sekitar 118 hektare.

Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Wilayah Sumatera, Ferdian Krisnanto, mengatakan saat ini tim masih melakukan pendinginan untuk memastikan tidak ada sisa api dan mencegah kebakaran berulang, terutama di lahan gambut.

“Saat ini tim masih melakukan pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api yang tersisa dan mencegah potensi kebakaran kembali. Potensi asap masih tinggi sehingga mopping up terus dilakukan,” ujar Ferdian, Selasa (4/3/2026).

Read also:  Beralih dari Energi Fosil, Hashim Ungkap Strategi Indonesia Kembangkan PLTS, Nuklir hingga Biofuel

Di Bengkalis, kebakaran terjadi di Desa Sukarjo Mesim, Kecamatan Rupat, dengan luas terbakar sekitar 50 hektare pada kawasan Hutan Produksi Terbatas (HPT). Proses pemadaman dilakukan secara terpadu oleh Manggala Agni Daops Sumatera V/Dumai bersama TNI, Polri, BPBD, pemerintah daerah, perusahaan pemegang konsesi, serta Masyarakat Peduli Api (MPA).

“Kebakaran ini terjadi di lahan gambut sehingga penanganannya harus benar-benar tuntas agar tidak muncul api kembali,” kata Ferdian.

Read also:  Target Bangun PLTS 100 GWp, DEN Sebut Indonesia Butuh Dukungan Jaringan hingga Tenaga Kerja

Sementara itu, di Pelalawan, kebakaran melanda Desa Gambut Mutiara, Kecamatan Teluk Meranti, dengan luas area terdampak sekitar 68,3 hektare di kawasan areal penggunaan lain (APL). Tim gabungan memastikan proses pemadaman dilakukan hingga tidak ada potensi bara tersisa.

Selain penanganan darurat, Manggala Agni juga memperkuat upaya pencegahan melalui patroli terpadu dan pendekatan sosial kepada masyarakat. Sejak Januari hingga awal Maret 2026, patroli pencegahan telah dilakukan di 80 desa rawan karhutla di Sumatera Utara, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, dan Sumatera Selatan.

Read also:  Pemerintah Didesak Segera Terbitkan Regulasi Safeguard AI dan Standar Data Center Hijau

Untuk mendukung pengendalian karhutla, pemerintah juga melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang dikoordinasikan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana sebagai respons atas permintaan Pemerintah Provinsi Riau, dengan rekomendasi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika dan Kementerian Kehutanan.

OMC difokuskan di wilayah Pelalawan, Bengkalis, Siak, dan Dumai untuk meningkatkan curah hujan, menjaga kelembapan gambut, serta menekan risiko kebakaran lanjutan, mengingat kondisi kekeringan di Riau masih tergolong tinggi dalam beberapa hari ke depan. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

IWC-11 Dorong Pembiayaan Inovatif untuk Perluas Solusi Pengelolaan Perairan Berkelanjutan

Ecobiz.asia – Pembiayaan inovatif dan keterlibatan masyarakat menjadi kunci untuk memperluas penerapan solusi pengelolaan perairan, mulai dari konservasi pesisir hingga penanganan sampah plastik. Isu...

Tak Tebang Pilih, Menhut Bekukan Izin Enam Perusahaan di Kalteng terkait Karhutla

Ecobiz.asia — Kementerian Kehutanan (Kemenhut) membekukan izin enam perusahaan yang terkait dengan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah. Dengan penambahan tersebut,...

Kemenhut Tanggapi Kritik Greenpeace Soal Karhutla, Beberkan Operasi Pemadaman hingga Sanksi ke Perusahaan

Ecobiz.asia - Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menanggapi kritik Greenpeace Indonesia dengan menegaskan bahwa anggapan pemerintah tidak bertindak dalam menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak...

Pusat Data Butuh Tambahan 20 GW, Bahlil Siapkan Energi Bersih untuk Batam–Karimun–Bintan

Ecobiz.asia — Indonesia membutuhkan tambahan pasokan listrik sekitar 20 gigawatt (GW) untuk memenuhi kebutuhan pengembangan pusat data. Pemerintah menyiapkan Batam, Karimun, dan Bintan sebagai...

Transmisi Jadi Tantangan, PLN Sebut Butuh Investasi Rp3.400 Triliun Untuk Transisi Energi

Ecobiz.asia — Pembangunan jaringan transmisi menjadi salah satu tantangan utama transisi energi Indonesia karena sumber energi dan pusat permintaan listrik tersebar di wilayah berbeda....

TOP STORIES

Pertagas Kerahkan Tim Tanggap Darurat untuk Bantu Penanganan Karhutla di Sumsel

Ecobiz.asia -- PT Pertamina Gas (Pertagas), bagian dari Subholding Gas Pertamina, mengerahkan tim tanggap darurat dan mobil pemadam kebakaran untuk membantu penanganan kebakaran hutan...

Uni Eropa Sepakati Kenaikan Ambang Penghapusan Kuota Karbon, Jaga Stabilitas Pasar

Ecobiz.asia – Dewan Uni Eropa dan Parlemen Eropa mencapai kesepakatan sementara untuk menaikkan ambang penghapusan kuota emisi dalam Market Stability Reserve (MSR) dari 400...

IWC-11 Dorong Pembiayaan Inovatif untuk Perluas Solusi Pengelolaan Perairan Berkelanjutan

Ecobiz.asia – Pembiayaan inovatif dan keterlibatan masyarakat menjadi kunci untuk memperluas penerapan solusi pengelolaan perairan, mulai dari konservasi pesisir hingga penanganan sampah plastik. Isu...

PEP Tanjung Salurkan 1,16 Juta Liter Air Bersih untuk Atasi Kekeringan dan Karhutla di Tabalong

Ecobiz.asia – PT Pertamina EP (PEP) Tanjung Field menyalurkan 1,156 juta liter air bersih untuk membantu masyarakat menghadapi kekeringan sekaligus mendukung penanganan kebakaran hutan...

Tak Tebang Pilih, Menhut Bekukan Izin Enam Perusahaan di Kalteng terkait Karhutla

Ecobiz.asia — Kementerian Kehutanan (Kemenhut) membekukan izin enam perusahaan yang terkait dengan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah. Dengan penambahan tersebut,...