Survei Setahun Danantara: Publik Optimistis, Strategi Investasi Dinilai Tertinggal

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia — Publik menilai kinerja Danantara pada tahun pertamanya menunjukkan potensi sebagai instrumen stabilitas ekonomi jangka panjang, namun strategi investasi dan tata kelola yang digunakan dinilai masih tertinggal dibanding sovereign wealth fund global. Temuan tersebut terungkap dalam survei nasional yang dirilis Petromindo Survey.

Hasil survei bertajuk Survei Kinerja dan Kepercayaan Publik Berdirinya Satu Tahun Danantara dipaparkan oleh peneliti Petromindo Survey, Muna Suhailah, dalam presentasi yang digelar akhir Februari 2026. Survei dilakukan pada periode 8 Januari–19 Februari 2026, bertepatan dengan satu tahun berdirinya Danantara sebagai sovereign wealth fund Indonesia.

Survei mencatat hampir separuh responden, yakni 47,2 persen, menilai Danantara telah dibentuk sesuai mandat sebagai dana kekayaan negara. Tingkat kepercayaan publik terhadap peran Danantara sebagai instrumen stabilitas ekonomi jangka panjang juga menjadi aspek dengan skor tertinggi, mencapai 3,29 dari skala 5.

Read also:  Tak Tebang Pilih, Menhut Bekukan Izin Enam Perusahaan di Kalteng terkait Karhutla

Namun demikian, optimisme tersebut dibarengi kritik tajam. Sebanyak 59 persen responden menilai strategi investasi Danantara masih tertinggal dibanding sovereign wealth fund global seperti Temasek dan GIC.

Strategi yang digunakan dinilai kurang adaptif dan belum mencerminkan pendekatan investasi modern berbasis nilai tambah jangka panjang.

Aspek transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana publik memperoleh skor 2,96 dari 5, sementara tata kelola dan struktur organisasi hanya meraih skor 2,90.

Ketepatan prioritas investasi juga dinilai belum optimal dengan skor rata-rata 2,97 dari 5. Secara keseluruhan, kinerja Danantara selama satu tahun pertama mendapatkan skor 5,64 dari 10, mencerminkan tingkat kepuasan publik yang masih moderat.

Read also:  PGE Dorong Pengembangan Panas Bumi Berbasis Konservasi Satwa Endemik, Kembangkan Agroforestri Aren

Survei ini melibatkan responden dari kalangan pelaku usaha dan industri, khususnya sektor pertambangan dan migas, akademisi, publik umum, serta perwakilan pemerintah dan institusi publik. Hasilnya menunjukkan perbedaan persepsi yang mencolok antar kelompok.

Kelompok pemerintah dan institusi publik cenderung lebih optimistis, dengan skor penilaian prioritas investasi mencapai 4,17 dari 5. Sebaliknya, pelaku usaha dan industri menjadi kelompok paling kritis.

Sebanyak 60,8 persen responden dari kelompok ini menilai strategi investasi Danantara masih tertinggal, terutama terkait isu independensi institusi dan potensi intervensi politik.

Meski demikian, mayoritas responden masih melihat Danantara memiliki potensi besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional, khususnya untuk mendukung agenda hilirisasi dan industrialisasi.

Read also:  Bali Butuh Rp623,28 Triliun untuk Capai Emisi Nol Bersih 2045, Kesiapan Proyek Jadi Tantangan

Sekitar 21 persen responden menyatakan belum merasakan manfaat nyata dari keberadaan Danantara, sementara sisanya menilai dampak positif mulai terlihat meski belum signifikan.

Petromindo Survey menilai penguatan tata kelola, transparansi, dan mekanisme pengawasan independen menjadi pekerjaan rumah utama bagi Danantara pada tahun-tahun mendatang.

Rendahnya skor governance dan akuntabilitas menunjukkan publik masih menunggu pembuktian konkret agar Danantara mampu sejajar dengan sovereign wealth fund global dan benar-benar menjadi pilar stabilitas ekonomi nasional. ***

Untuk mendapat informasi detil tentang temuan kunci dan hasil survei, silakan hubungi Petromindo Survey. 

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

IWC-11 Dorong Pembiayaan Inovatif untuk Perluas Solusi Pengelolaan Perairan Berkelanjutan

Ecobiz.asia – Pembiayaan inovatif dan keterlibatan masyarakat menjadi kunci untuk memperluas penerapan solusi pengelolaan perairan, mulai dari konservasi pesisir hingga penanganan sampah plastik. Isu...

Tak Tebang Pilih, Menhut Bekukan Izin Enam Perusahaan di Kalteng terkait Karhutla

Ecobiz.asia — Kementerian Kehutanan (Kemenhut) membekukan izin enam perusahaan yang terkait dengan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah. Dengan penambahan tersebut,...

Kemenhut Tanggapi Kritik Greenpeace Soal Karhutla, Beberkan Operasi Pemadaman hingga Sanksi ke Perusahaan

Ecobiz.asia - Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menanggapi kritik Greenpeace Indonesia dengan menegaskan bahwa anggapan pemerintah tidak bertindak dalam menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak...

Pusat Data Butuh Tambahan 20 GW, Bahlil Siapkan Energi Bersih untuk Batam–Karimun–Bintan

Ecobiz.asia — Indonesia membutuhkan tambahan pasokan listrik sekitar 20 gigawatt (GW) untuk memenuhi kebutuhan pengembangan pusat data. Pemerintah menyiapkan Batam, Karimun, dan Bintan sebagai...

Transmisi Jadi Tantangan, PLN Sebut Butuh Investasi Rp3.400 Triliun Untuk Transisi Energi

Ecobiz.asia — Pembangunan jaringan transmisi menjadi salah satu tantangan utama transisi energi Indonesia karena sumber energi dan pusat permintaan listrik tersebar di wilayah berbeda....

TOP STORIES

PHE Andalkan Teknologi Geosains untuk Optimalkan Potensi Migas Nasional

Ecobiz.asia — PT Pertamina Hulu Energi (PHE), Subholding Upstream Pertamina, mendorong pemanfaatan teknologi geosains untuk meningkatkan keberhasilan eksplorasi dan mengoptimalkan produksi lapangan minyak dan...

Pertagas Kerahkan Tim Tanggap Darurat untuk Bantu Penanganan Karhutla di Sumsel

Ecobiz.asia -- PT Pertamina Gas (Pertagas), bagian dari Subholding Gas Pertamina, mengerahkan tim tanggap darurat dan mobil pemadam kebakaran untuk membantu penanganan kebakaran hutan...

Uni Eropa Sepakati Kenaikan Ambang Penghapusan Kuota Karbon, Jaga Stabilitas Pasar

Ecobiz.asia – Dewan Uni Eropa dan Parlemen Eropa mencapai kesepakatan sementara untuk menaikkan ambang penghapusan kuota emisi dalam Market Stability Reserve (MSR) dari 400...

IWC-11 Dorong Pembiayaan Inovatif untuk Perluas Solusi Pengelolaan Perairan Berkelanjutan

Ecobiz.asia – Pembiayaan inovatif dan keterlibatan masyarakat menjadi kunci untuk memperluas penerapan solusi pengelolaan perairan, mulai dari konservasi pesisir hingga penanganan sampah plastik. Isu...

PEP Tanjung Salurkan 1,16 Juta Liter Air Bersih untuk Atasi Kekeringan dan Karhutla di Tabalong

Ecobiz.asia – PT Pertamina EP (PEP) Tanjung Field menyalurkan 1,156 juta liter air bersih untuk membantu masyarakat menghadapi kekeringan sekaligus mendukung penanganan kebakaran hutan...