Indonesia–Jepang Percepat Realisasi Proyek Hijau, Dari PLTP hingga Waste to Energy

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia — Pemerintah Indonesia dan Jepang mempercepat realisasi proyek-proyek energi hijau dalam kerangka Asia Zero Emission Community (AZEC).

Pada pertemuan Asia Zero Emission Community–Expert Group Meeting (AZEC-EGM) ke-9 yang digelar pada 26 Januari 2026, diurai berbagai hambatan teknis dan bisnis (debottlenecking) guna mempercepat implementasi sejumlah proyek prioritas dekarbonisasi yang telah disepakati kedua negara sejak AZEC diluncurkan pada KTT G20 Indonesia 2022.

Deputy Commissioner for International Affairs Kementerian Ekonomi, Perdagangan, dan Industri (METI) Jepang, Ueno Asako dalam pernyataan yang dikutip Kamis (5/2/2026), menyatakan harapan agar enam proyek prioritas AZEC dapat mencatat kemajuan nyata sebelum berakhirnya tahun fiskal Jepang pada Maret 2026.

Pembahasan pada pertemuan tersebut terbagi dalam dua sesi utama. Pada sektor ketenagalistrikan, kedua pihak membahas pengembangan dan percepatan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Sarulla dan Hululais, proyek transmisi listrik Jawa–Sumatera, serta Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) Legok Nangka.

Read also:  PSEL Banten Dipercepat, Target Olah 4.000 Ton Sampah per Hari

Sementara pada sesi bahan bakar berkelanjutan, pertemuan menyoroti inisiatif amonia hijau di Aceh serta usulan Indonesia mengenai pengembangan template standar perjanjian jual beli listrik (Power Purchase Agreement/PPA).

Sejumlah proyek dilaporkan menunjukkan kemajuan signifikan. Proyek PLTSa Legok Nangka dengan nilai investasi sekitar 400 juta dolar AS ditargetkan mencapai kesepakatan pendanaan (financial close) pada akhir 2026.

Sementara proyek PLTP Hululais mencatat kemajuan setelah tercapainya kesepakatan pinjaman dengan Japan International Cooperation Agency (JICA), yang membuka jalan bagi proses pengadaan.

Read also:  PGN Perkuat Integrasi Infrastruktur Gas untuk Perluas Akses Energi Bersih

Proyek transmisi listrik Jawa–Sumatera menjadi salah satu fokus utama pertemuan. Indonesia dan Jepang sepakat mempercepat finalisasi studi teknis dan bisnis mengingat peran strategis proyek ini dalam memperkuat ketahanan energi nasional, khususnya untuk menyalurkan potensi energi terbarukan Sumatera ke pusat permintaan listrik di Pulau Jawa.

Di sektor bahan bakar berkelanjutan, pembahasan mengenai Green Ammonia Initiative di Aceh menegaskan komitmen Indonesia dalam memperkuat rantai pasok energi bersih sekaligus berkontribusi pada agenda dekarbonisasi global.

Usulan Indonesia untuk melakukan studi bersama pengembangan template PPA panas bumi juga mendapat dukungan, dengan tujuan meningkatkan kepastian usaha, menekan risiko, dan mempercepat negosiasi antara pengembang dan PT PLN (Persero).

Read also:  Danantara Inisiasi Hibah PLTS di Sumenep, Gantikan Genset Diesel

Ketua Delegasi Indonesia sekaligus Ketua Kelompok Ahli Satgas AZEC, Raden Pardede, mengatakan pemerintah akan terus mengintensifkan koordinasi lintas kementerian dan lembaga, termasuk dengan Kementerian ESDM, PT PLN, dan pemerintah daerah, guna memastikan percepatan implementasi proyek di lapangan.

“Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian telah dan akan berkoordinasi lebih detail dengan Kementerian dan Lembaga terkait seperti Kementerian ESDM, PT PLN, dan pemerintah daerah setempat,” ujar dia.

Pertemuan AZEC-EGM ke-9 dihadiri perwakilan kementerian dan lembaga terkait dari kedua negara, lembaga pembiayaan internasional seperti JICA dan JBIC, serta pelaku usaha dari Indonesia dan Jepang, termasuk PT PLN, PT Pupuk Indonesia, Itochu Corporation, Kansai Electric, Sumitomo Corporation, dan Toyo Engineering. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Pertemuan Bilateral Prabowo dan PM Jepang, Bahas Mineral Kritis Hingga Pengembangan Energi Nuklir

Ecobiz.asia — Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi menegaskan komitmen memperdalam kerja sama strategis di sektor energi, mineral kritis, hingga industrialisasi...

MoU Bisnis RI–Jepang Tembus Rp401 Triliun, Dari Panas Bumi hingga Pemanfaatan Karbon

Ecobiz.asia — Kesepakatan bisnis Indonesia–Jepang senilai US$23,63 miliar atau sekitar Rp401,7 triliun diteken dalam Forum Bisnis Indonesia–Jepang di Tokyo, mencakup proyek strategis mulai dari...

Geopolitik Global Penuh Dinamika, RI-Jepang Percepat Transisi Energi dan Proyek Masela

Ecobiz.asia — Pemerintah Indonesia menempatkan percepatan proyek Blok Masela dan investasi transisi energi sebagai prioritas utama dalam pembahasan dengan Jepang guna memperkuat ketahanan energi...

JICA Kucurkan Pinjaman Rp3 Triliun untuk Proyek Panas Bumi Hululais

ecobiz.asia — Japan International Cooperation Agency (JICA) menandatangani perjanjian pinjaman Official Development Assistance (ODA) dengan Pemerintah Indonesia senilai ¥29,16 miliar (sekitar Rp3 Triliun) untuk...

RI–Jepang Perkuat Kerja Sama Kehutanan, Dorong Aksi Iklim dan Rehabilitasi Lahan

Ecobiz.asia — Pemerintah Indonesia dan Jepang memperkuat kerja sama strategis di sektor kehutanan untuk mendukung pengendalian perubahan iklim, rehabilitasi lahan terdegradasi, dan pengelolaan kawasan...

TOP STORIES

Dorong Energi Bersih, PGN Perluas Pemanfaatan BBG di Transportasi

Ecobiz.asia -- PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) memperkuat komitmennya dalam menjaga ketahanan energi nasional melalui optimalisasi pemanfaatan Bahan Bakar Gas (BBG) untuk sektor...

PHE Tegaskan Komitmen ESG dan Ketahanan Energi di OTC Asia

Ecobiz.asia -- PT Pertamina Hulu Energi (PHE) berpartisipasi dalam Offshore Technology Conference Asia 2026 yang berlangsung pada 31 Maret hingga 2 April 2026 di...

Cerita dari Balik Seragam Bekas: Inovasi Pertamina Drilling Menggema di Bangkok

Ecobiz.asia -- Di tengah sorotan forum global, sebuah kisah tak biasa datang dari industri pengeboran. Bukan tentang capaian produksi atau teknologi mutakhir, melainkan tentang...

Green Carbon, PT PIL Sign MoU to Develop Mangrove-Based Carbon Projects in Indonesia

Ecobiz.asia — Japan-based carbon project developer Green Carbon Co., Ltd. has signed a memorandum of understanding (MoU) with Indonesia’s PT Pesisir Indah Lestari (PT...

Indonesia Invites Japan to Invest in Forestry Carbon Projects via JCM, VCM

Ecobiz.asia — Indonesia has invited Japan to invest in forestry-based carbon projects as part of efforts to strengthen nature-based solutions in tackling global climate...