SIER Gandeng Panah Perak Terapkan Teknologi Nano Bio untuk Pengolahan Air Limbah Industri

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia — PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER) menjalin kerja sama dengan PT Panah Perak Megasarana (PPM) untuk pengolahan air limbah industri berbasis teknologi Nano Bio, sebagai bagian dari upaya memperkuat pengelolaan kawasan industri yang lebih hijau dan berkelanjutan.

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan kontrak antara Direktur Utama PT Panah Perak Megasarana Agussalim Igarashi dan Direktur Operasional sekaligus Pelaksana Tugas Direktur Pemasaran dan Pengembangan PT SIER Lussi Erniawati di Wisma SIER, Kamis (15/1/2025).

Kolaborasi ini difokuskan pada pembangunan dan pengelolaan fasilitas Waste Water Treatment Plant (WWTP) dan Water Treatment Plant (WTP) yang terintegrasi.

Read also:  Pertamina Lampaui Target Dekarbonisasi, Emisi Karbon Turun 118% di Atas RKAP

Melalui teknologi Nano Bio yang dikembangkan PPM, air limbah industri—termasuk yang mengandung logam berat—akan diproses melalui tahapan pemurnian berstandar tinggi untuk menghasilkan air bersih yang dapat dimanfaatkan kembali di kawasan industri SIER.

Direktur Business Development Panah Perak Andy Z. Nasution mengatakan, teknologi Nano Bio memungkinkan pengolahan limbah cair secara efisien sekaligus memenuhi standar kualitas air industri dan ketentuan kesehatan.

“Kemitraan dengan SIER merupakan langkah nyata kami dalam mendukung pengembangan green industrial estate di Indonesia,” ujar Andy.

Read also:  ANTAM Dukung Gerak Hijau 2026, Salurkan 5.000 Bibit Mangrove dan Kampanyekan Ekonomi Sirkular

Menurut dia, selain menekan dampak pencemaran, teknologi tersebut juga mendorong prinsip ekonomi sirkular dengan menjadikan limbah sebagai sumber daya air yang bernilai guna.

Direktur Operasional sekaligus Plt Direktur Pemasaran dan Pengembangan SIER Lussi Erniawati mengatakan pengelolaan air berkelanjutan menjadi bagian penting dari strategi perusahaan dalam meminimalkan dampak lingkungan aktivitas manufaktur.

“Pemanfaatan air limbah menjadi air bersih akan membantu tenant memperoleh pasokan air industri yang berkelanjutan, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap air tanah,” kata Lussi.

Read also:  PHM Perkuat Ekosistem Bank Sampah Balikpapan, Salurkan Bantuan untuk 43 Unit

Ia menambahkan, proyek ini juga diarahkan untuk menekan jejak karbon dan dampak lingkungan dari limbah cair industri, serta meningkatkan efisiensi melalui penyediaan pasokan air alternatif yang stabil dengan dukungan sistem otomasi dan pemantauan kualitas air secara real-time.

SIER sebelumnya telah mengantongi sertifikasi halal untuk pengolahan air daur ulang dari Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) setelah melalui audit Lembaga Pemeriksa Halal Kajian Halalan Thayyiban PP Muhammadiyah. Sertifikasi tersebut menjadi bagian dari penguatan tata kelola keberlanjutan di kawasan industri milik BUMN tersebut. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Pertamina Lampaui Target Dekarbonisasi, Emisi Karbon Turun 118% di Atas RKAP

Ecobiz.asia – PT Pertamina (Persero) melampaui target program dekarbonisasi yang ditetapkan dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2026. Sepanjang semester I 2026, Pertamina...

Didukung APP Group, Persemaian Sriwijaya Kemampo Siap Dukung Gerakan ASRI Presiden Prabowo

Ecobiz.asia – Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni meresmikan Pusat Persemaian Sriwijaya Kemampo di Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Kemampo, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan,...

Pertama di Dunia, Terminal LPG Tanjung Sekong Pertamina Kantongi Sertifikat Green Terminal

Ecobiz.asia – Terminal LPG Tanjung Sekong milik PT Pertamina Energy Terminal (PET), anak usaha PT Pertamina International Shipping (PIS), menjadi terminal LPG pertama di...

Danantara Buka Lagi Pendaftaran Mitra Proyek PSEL, Bidik Investor Global

Ecobiz.asia – PT Danantara Investment Management (DIM) melalui anak usahanya PT Daya Energi Bersih Nusantara (Denera) kembali membuka pendaftaran Daftar Penyedia Terseleksi (DPT) untuk...

Perta Daya Gas Perkuat Infrastruktur Gas untuk Dukung Ketahanan Energi Nasional

Ecobiz.asia – PT Perta Daya Gas (PDG) menegaskan komitmennya memperkuat pengembangan infrastruktur dan layanan gas bumi guna mendukung ketahanan energi nasional di tengah meningkatnya...

TOP STORIES

VCarboN Eyes Compliance Carbon Markets, Seeks to Expand Indonesian Projects into South Korea

Ecobiz.asia – Indonesian carbon project developer VCarboN is looking beyond the voluntary carbon market (VCM) to tap compliance carbon markets, seeking to expand international...

Indonesia Expands GCF Results-Based Carbon Finance to 34 Provinces

Ecobiz.asia - Indonesia has expanded its Results-Based Payment (RBP) REDD+ Green Climate Fund (GCF) program to 34 provinces after adding 10 new provincial governments,...

RBP dan Voluntary Carbon Market Perkuat Ekosistem Perdagangan Karbon Kehutanan Indonesia

Ecobiz.asia – Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menegaskan mekanisme Results-Based Payment (RBP) dan pasar karbon sukarela (voluntary carbon market) menjadi instrumen yang saling melengkapi...

Sepuluh Provinsi Baru Terima Dana Karbon GCF, Total Komitmen Capai Rp761 Miliar

Ecobiz.asia – Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) menambah 10 provinsi penerima pendanaan Results-Based Payment (RBP) REDD+ Green Climate Fund (GCF). Dengan penambahan tersebut,...

Investasi Rp3 Triliun Masuk, PSEL Piyungan Ditargetkan Hasilkan Listrik 20 MW

Ecobiz.asia – Investasi sekitar Rp3 triliun akan digelontorkan untuk membangun fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di kawasan Piyungan, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY)....